Harga Minyak Dunia Turun | 3 Min read
"Kalau ada perang, harga minyak pasti naik terus, kan?"
Mungkin kalimat seperti ini sempat terlintas di benak banyak orang. Namun, kenyataannya pasar tidak selalu bergerak sesuai dugaan.
Beberapa hari terakhir, justru harga minyak dunia mengalami penurunan, meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian global. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan mengapa investor terlihat lebih tenang dibanding sebelumnya?
Yuk, kita bahas bersama, SHAFIQers!
Mengutip pemberitaan CNBC Indonesia, harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Harga minyak Brent turun menjadi US$76,01 per barel, sementara minyak WTI berada di US$71,41 per barel.
Meski begitu, jika dilihat secara mingguan, harga minyak masih mencatat kenaikan sekitar 5,4% untuk Brent dan 4% untuk WTI. Artinya, pasar sempat khawatir, tetapi kekhawatiran tersebut mulai mereda.
Baca Juga:
Ada beberapa faktor yang membuat tekanan terhadap harga minyak berkurang.
Salah satu alasan dunia begitu sensitif terhadap konflik Timur Tengah adalah keberadaan Selat Hormuz, jalur yang dilewati sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Walaupun aktivitas pelayaran belum sepenuhnya normal, kapal-kapal masih dapat melintas melalui jalur yang diizinkan Iran. Kondisi ini membuat kekhawatiran pasar tidak sebesar saat konflik pertama kali pecah.
Baca Juga: Nggak Perlu Ribet, Ini 4 Cara Mulai Investasi di SHAFIQ
Bagi Indonesia, harga minyak dunia memiliki pengaruh terhadap beberapa sektor, antara lain:
Karena itu, investor maupun masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan ekonomi global tanpa harus bereaksi berlebihan terhadap setiap berita.
Ya! sebagai investor, keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada analisis, profil risiko, dan tujuan keuangan jangka panjang, bukan semata-mata karena sentimen sesaat.
Di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis, prinsip kehati-hatian tetap menjadi bekal terbaik dalam mengambil keputusan investasi.
Alhamdulillah, SHAFIQ terus menghadirkan berbagai peluang investasi syariah pada sektor usaha riil yang dapat dipelajari secara transparan melalui prospektus.
Sebelum berinvestasi, pastikan SHAFIQers memahami bisnis yang ditawarkan, profil risikonya, serta memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: