Berita & Artikel
Kelihatan Kaya Belum Tentu Kaya, Ini Cara Cek Kondisi Finansialmu
SHAFIQ Administrator
Senin, 24-08-26

Terlihat Kaya, Kenapa? | 3 Min read

Timeline media sosial menampilkan orang yang terlihat sukses, identik dengan mobil bagus, pakaian bermerek, rumah mewah, gadget terbaru, atau sering nongkrong di kafe mahal.

Tapi, apa yang terlihat belum tentu menggambarkan kondisi finansial sebenarnya!

Bisa saja seseorang terlihat kaya dari luar, tetapi di baliknya sedang menghadapi cicilan, utang, atau pengeluaran yang jauh lebih besar daripada pendapatannya.

Sebaliknya, ada juga orang yang secara penampilan terlihat sederhana, tetapi memiliki tabungan, aset produktif, dan kondisi keuangan yang jauh lebih sehat.

Jadi, kaya itu sebenarnya soal apa yang terlihat atau bagaimana kondisi finansialnya? Yuk bahas tipis di sini.

Baca Juga:

Pura-Pura Kaya Bisa Jadi Jebakan Finansial

Mengutip New Trader U, terdapat beberapa perilaku yang dapat menunjukkan seseorang terlalu berusaha menampilkan citra kaya, antara lain:

  1. Sering membicarakan kekayaan
  2. Gemar memakai barang yang mencolok
  3. Menikmati kemewahan dengan cara sewaan
  4. Terlalu mengejar merek
  5. Menjadikan imitasi sebagai gaya hidup
  6. Lebih besar pasak daripada tiang

Kenapa Kebiasaan Ini Bisa Berbahaya?

Masalahnya bukan sekadar membeli barang mahal. Yang menjadi persoalan adalah ketika citra lebih diprioritaskan daripada kesehatan keuangan.

  1. Uang Habis untuk Menjaga Gengsi
    Ganti smartphone terbaru, membeli barang bermerek, atau sering makan di tempat mahal sebenarnya tidak selalu salah. Namun, jika semua dilakukan hanya demi terlihat sukses dan tidak sesuai kemampuan, pengeluaran tersebut bisa menggerus keuangan secara perlahan.

  2. Mulai Mengandalkan Utang
    Ketika pendapatan tidak cukup untuk membiayai gaya hidup, seseorang bisa tergoda menggunakan kartu kredit, pinjaman online, atau bentuk utang lainnya.

    Awalnya mungkin terasa seperti solusi. Tapi kalau utang digunakan untuk membiayai gaya hidup, masalah finansial justru bisa semakin besar.

  3. Tidak Punya Fondasi Keuangan
    Coba bayangkan punya mobil mahal, tetapi tidak punya dana darurat. Punya gadget terbaru, tetapi tidak punya tabungan.

    Sering liburan, tetapi setiap bulan harus mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan. Dari sini kita bisa melihat bahwa penampilan tidak selalu sama dengan kekayaan.

Baca Juga:


Jadi, Bagaimana Cara Mengecek Kondisi Finansial Mu?

Daripada sibuk membandingkan gaya hidup dengan orang lain, lebih baik cek dua hal berikut.

Pertama, Lihat Aset yang Benar-Benar Kamu Miliki

Kekayaan tidak hanya dilihat dari barang yang terlihat. Coba lihat apakah kamu memiliki:

  1. Tabungan;
  2. Dana darurat;
  3. Aset produktif;
  4. Investasi;
  5. Sumber pendapatan;
  6. Aset lain yang memiliki nilai ekonomi.

Semakin sehat kemampuanmu membangun aset dan mengelola pendapatan, semakin kuat pula fondasi finansialmu. Jangan sampai seluruh penghasilan habis untuk konsumsi.

Kedua, Cek Seberapa Tenang Kondisi Keuanganmu

Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi penting.

  1. Apakah cicilan membuatmu sulit bernapas?
  2. Apakah pengeluaran tak terduga langsung membuat kondisi keuangan berantakan?
  3. Apakah setiap akhir bulan kamu masih punya ruang untuk menabung?
  4. Atau justru kamu bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang karena kebutuhan sudah terencana?

Gimana? Sudah cek, Aman? Ingat ya ... Ketenangan finansial jauh lebih berharga daripada sekadar terlihat kaya.

Kaya Bukan Tentang Siapa yang Paling Terlihat Mewah

Tidak ada yang salah dengan menikmati hasil kerja keras. Membeli barang yang kita sukai, menggunakan kendaraan yang nyaman, atau menikmati liburan juga boleh menjadi bagian dari kehidupan.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai gaya hidup lebih cepat berkembang daripada kemampuan finansial.

Daripada mengejar pengakuan dari orang lain, lebih baik fokus membangun fondasi. Pendapatan → kebutuhan → dana darurat → aset → investasi → tujuan finansial.

Baca Juga:

Bagi SHAFIQers yang ingin mengembangkan harta, jangan lupa memastikan instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan tujuan keuangan, kemampuan menanggung risiko, dan prinsip syariah.

Pada akhirnya, terlihat kaya belum tentu kaya. Lebih penting adalah memiliki harta yang dikelola dengan baik, tidak menjadi beban, dan memberikan manfaat.

_______________

SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:

Share
slider-mobile