Terlihat Kaya, Kenapa? | 3 Min read
Timeline media sosial menampilkan orang yang terlihat sukses, identik dengan mobil bagus, pakaian bermerek, rumah mewah, gadget terbaru, atau sering nongkrong di kafe mahal.
Tapi, apa yang terlihat belum tentu menggambarkan kondisi finansial sebenarnya!
Bisa saja seseorang terlihat kaya dari luar, tetapi di baliknya sedang menghadapi cicilan, utang, atau pengeluaran yang jauh lebih besar daripada pendapatannya.
Sebaliknya, ada juga orang yang secara penampilan terlihat sederhana, tetapi memiliki tabungan, aset produktif, dan kondisi keuangan yang jauh lebih sehat.
Jadi, kaya itu sebenarnya soal apa yang terlihat atau bagaimana kondisi finansialnya? Yuk bahas tipis di sini.
Baca Juga:
Mengutip New Trader U, terdapat beberapa perilaku yang dapat menunjukkan seseorang terlalu berusaha menampilkan citra kaya, antara lain:
Masalahnya bukan sekadar membeli barang mahal. Yang menjadi persoalan adalah ketika citra lebih diprioritaskan daripada kesehatan keuangan.
Baca Juga:
Daripada sibuk membandingkan gaya hidup dengan orang lain, lebih baik cek dua hal berikut.
Pertama, Lihat Aset yang Benar-Benar Kamu Miliki
Kekayaan tidak hanya dilihat dari barang yang terlihat. Coba lihat apakah kamu memiliki:
Semakin sehat kemampuanmu membangun aset dan mengelola pendapatan, semakin kuat pula fondasi finansialmu. Jangan sampai seluruh penghasilan habis untuk konsumsi.
Kedua, Cek Seberapa Tenang Kondisi Keuanganmu
Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi penting.
Gimana? Sudah cek, Aman? Ingat ya ... Ketenangan finansial jauh lebih berharga daripada sekadar terlihat kaya.
Tidak ada yang salah dengan menikmati hasil kerja keras. Membeli barang yang kita sukai, menggunakan kendaraan yang nyaman, atau menikmati liburan juga boleh menjadi bagian dari kehidupan.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai gaya hidup lebih cepat berkembang daripada kemampuan finansial.
Daripada mengejar pengakuan dari orang lain, lebih baik fokus membangun fondasi. Pendapatan → kebutuhan → dana darurat → aset → investasi → tujuan finansial.
Baca Juga:
Bagi SHAFIQers yang ingin mengembangkan harta, jangan lupa memastikan instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan tujuan keuangan, kemampuan menanggung risiko, dan prinsip syariah.
Pada akhirnya, terlihat kaya belum tentu kaya. Lebih penting adalah memiliki harta yang dikelola dengan baik, tidak menjadi beban, dan memberikan manfaat.
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: