Berita & Artikel
4 Pilar Utama Bagi Pengusaha Muslim
SHAFIQ Administrator
Kamis,
27-08-26
4 Pilar Pengusaha Muslim | 3 Min read
Menjadi pengusaha bukan hanya tentang bagaimana meningkatkan omzet, memperluas pasar, atau memperoleh keuntungan. Bagi seorang Muslim, keberhasilan bisnis juga diukur dari bagaimana bisnis tersebut dijalankan dan dari mana harta diperoleh.
Keuntungan yang besar tidak akan berarti jika proses mendapatkannya mengabaikan nilai-nilai Islam. Karena itu, pengusaha Muslim perlu menjadikan akhlak dan prinsip syariah sebagai fondasi dalam menjalankan usaha.
Lantas, apa saja prinsip yang perlu dijaga?
Baca Juga:
Berikut 4 pilar utama bagi pengusaha Muslim.
- Menjaga Amanah
Amanah merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun bisnis. Seorang pengusaha tidak hanya berhubungan dengan pelanggan, tetapi juga dengan karyawan, mitra usaha, investor, pemasok, dan berbagai pihak lainnya.
Menjaga amanah berarti menjalankan tanggung jawab dengan baik, memenuhi kesepakatan, serta tidak mengambil hak orang lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “tunaikanlah amanah kepada siapa saja yang memberi amanah terhadapmu dan jangan mengkhianati siapa saja yang menghianatimu” HR. Abu Dawud (No. 3534 & 3535)
- Berkata dan Bertindak Jujur
Kejujuran merupakan modal penting dalam membangun kepercayaan. Tanpa kejujuran, hubungan bisnis akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
Pengusaha Muslim perlu menghindari praktik seperti menyembunyikan cacat produk, memberikan informasi yang menyesatkan, memanipulasi data, atau membuat klaim yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Jauhilah oleh kalian berdusta karena sesungguhnya dusta menuntun kepada perbuatan keji dan sesungguhnya perbuatan keji menuntun ke neraka” HR. Bukhari No. 6094.
- Menjaga Akhlak dalam Bermuamalah
Bisnis mempertemukan kita dengan banyak karakter dan kepentingan. Karena itu, seorang pengusaha Muslim tidak cukup hanya memahami strategi bisnis, tetapi juga perlu menjaga akhlak dalam berdagang dan bermuamalah.
Bersikap sopan kepada pelanggan, menghargai mitra, tidak merendahkan pesaing, serta menyelesaikan masalah dengan cara yang baik merupakan bagian dari akhlak seorang pengusaha.
Dalam Hadis Riwayat Ahmad disebutkan bahwa akhlak yang baik adalah 1 dari 4 perkara agung yang akan menyelamatkan seseorang dari kerugian duniawi.
- Menjaga Kehalalan Harta
Ini menjadi salah satu prinsip paling fundamental bagi seorang pengusaha Muslim.
Bukan hanya berapa besar keuntungan yang diperoleh, tetapi bagaimana keuntungan tersebut diperoleh juga harus menjadi perhatian.
Pengusaha Muslim perlu memastikan kegiatan usahanya tidak mengandung unsur yang dilarang syariat, termasuk riba, perjudian, penipuan, dan transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan Islam.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih layak untuknya” HR. Ahmad (No. 14481)
Baca Juga:
Menjadi Pengusaha Muslim dan Mengejar Profit
Empat pilar tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan bisnis dalam Islam tidak hanya berbicara tentang profit.
Ada amanah yang harus dijaga, kejujuran yang harus dipertahankan, akhlak yang harus diperhatikan, serta kehalalan harta yang harus dipastikan.
Bisnis yang dibangun dengan prinsip tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan.
Semoga Allah ﷻ memudahkan kita menjadi pengusaha Muslim yang senantiasa menjaga amanah, berkata jujur, berakhlak mulia, dan menjaga kehalalan harta. Aamiin.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
- Berinvestasi pada bisnis sektor riil
- Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
- Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
- Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: