Bagaimana pembagian harta menurut Islam? | 3 Min read
Mendapatkan penghasilan setiap bulan merupakan nikmat yang perlu dikelola dengan baik. Bagi seorang muslim, mengatur keuangan tidak berhenti pada aktivitas menabung atau memenuhi kebutuhan pribadi.
Ada tanggung jawab yang perlu diperhatikan dalam menggunakan harta, mulai dari memenuhi kewajiban, mengatur pengeluaran, hingga menyisihkan sebagian untuk berbagi.
Baca Juga:
Dengan begitu, harta tidak hanya digunakan untuk memenuhi keinginan, tetapi juga memberikan manfaat dan keberkahan.
Siklus mengelola harta bagi seorang muslim dapat dimulai dari menunaikan kewajiban, mengatur pengeluaran secara wajar, kemudian menyisihkan sebagian harta untuk berbagi.
Pola tersebut membantu kita melihat bahwa mengelola keuangan secara syariah bukan hanya menghitung pemasukan dan pengeluaran. Ada tanggung jawab, keseimbangan, dan kepedulian yang perlu berjalan bersama.
Lalu, bagaimana cara membagi harta dengan lebih tepat sesuai kondisi keuangan dan prinsip syariat?
Pembahasan tersebut akan dikupas dalam INVESHARING “Cara Seorang Muslim Membagi Hartanya” bersama Ustadz Muhammad Abu Rivai, MH., CFP.
📅 Kamis, 10 September 2026
⏰ 20.00–21.30 WIB
📍 Live via Zoom
🏷️ Gratis untuk umum
Peserta juga akan mendapatkan recording kajian, E-book Ngomongin Investasi Tanpa Ribet, dan SHAFIQ Money Management Tools.
Daftar sekarang dan belajar mengelola harta dengan lebih terarah sesuai prinsip syariat. Link Zoom akan dikirimkan melalui email setelah pendaftaran berhasil.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.