Berita & Artikel
Build Wealth! Mengandalkan Investasi atau Penghasilan dari Gaji?
SHAFIQ Administrator
Rabu, 07-10-26

Antara Gaji dan Investasi? | 3 Min read

Apa kabar, SHAFIQers?

Ketika membahas cara membangun kekayaan, sebagian orang mungkin langsung berpikir tentang seberapa besar gaji yang bisa diperoleh. Padahal, penghasilan yang besar belum tentu otomatis membuat seseorang memiliki kekayaan yang besar.

Ada faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana penghasilan tersebut dikelola dan dikembangkan melalui investasi.

Sebagai ilustrasi, seseorang secara konsisten menginvestasikan sekitar Rp9,6 juta per bulan dengan asumsi imbal hasil rata-rata 8% per tahun. Jika dilakukan secara konsisten selama kurang dari 30 tahun, nilai investasinya secara ilustratif dapat mencapai sekitar Rp16,5 miliar.

Menariknya, dari nilai tersebut, sekitar 82% atau Rp13,5 miliar berasal dari pertumbuhan hasil investasi, sementara sekitar 18% atau Rp3 miliar berasal dari total dana yang disetorkan.

Ilustrasi ini menunjukkan bagaimana efek compounding dapat bekerja dalam jangka panjang. 

Angka tersebut merupakan ilustrasi, sehingga tidak dapat dijadikan jaminan hasil investasi. Namun, ada satu pelajaran penting yang bisa diambil penghasilan menghasilkan modal, sementara investasi dapat membantu modal tersebut berkembang.

Baca Juga:

Gaji Penting, tetapi Bukan Satu-Satunya Cara Membangun Kekayaan

Penghasilan dari pekerjaan tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kondisi finansial. Dari sinilah seseorang memperoleh dana untuk memenuhi kebutuhan, membangun dana darurat, dan menyisihkan sebagian uang untuk investasi.

Namun, jika seluruh penghasilan hanya digunakan untuk kebutuhan saat ini tanpa menyisihkan sebagian untuk tujuan jangka panjang, pertumbuhan kekayaan akan sangat bergantung pada kenaikan pendapatan.

Sebaliknya, ketika sebagian penghasilan secara konsisten dialokasikan ke instrumen investasi yang sesuai, uang yang telah terkumpul berpotensi menghasilkan pertumbuhan tambahan.

Kekuatan Compounding dalam Membangun Kekayaan

Salah satu konsep penting dalam investasi adalah compounding atau pertumbuhan majemuk. Sederhananya, keuntungan yang diperoleh dari investasi dapat ikut berkembang apabila tetap berada di dalam investasi dan menghasilkan keuntungan berikutnya.

Pada tahap awal, pertumbuhan mungkin terlihat kecil. Namun, seiring bertambahnya modal dan berjalannya waktu, efek pertumbuhan tersebut dapat menjadi semakin besar.

Inilah alasan mengapa konsistensi dan waktu menjadi dua faktor penting dalam membangun kekayaan melalui investasi.

Semakin lama uang produktif dibiarkan berkembang, semakin besar kesempatan efek compounding bekerja.

Bukan Berarti Gaji Tidak Penting!

Meski investasi memiliki peran besar dalam membangun kekayaan jangka panjang, bukan berarti seseorang bisa mengabaikan penghasilan aktif.

Justru, penghasilan aktif menjadi bahan bakar untuk membangun portofolio investasi.

Gaji atau penghasilan dari usaha digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah kebutuhan dan kewajiban terpenuhi, sebagian dana dapat dialokasikan untuk dana darurat, tabungan, maupun investasi sesuai tujuan dan kemampuan.

Jadi, hubungan keduanya bukan “gaji atau investasi”, melainkan,

Penghasilan → disisihkan → diinvestasikan → berpotensi berkembang → menjadi bagian dari kekayaan jangka panjang.

Baca Juga:

Buat Rencana Investasi yang Jelas

Investasi sebaiknya tidak dilakukan secara spontan setiap kali memiliki uang lebih. Buatlah rencana yang jelas agar keputusan investasi lebih terarah.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  1. Tentukan tujuan finansial.
  2. Sesuaikan nominal investasi dengan kemampuan.
  3. Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi.
  4. Pahami instrumen yang dipilih.
  5. Pelajari potensi keuntungan dan risikonya.
  6. Evaluasi investasi secara berkala.
  7. Hindari keputusan karena FOMO atau sekadar mengikuti tren.

Jika memungkinkan, pengalokasian dana investasi juga dapat dibuat otomatis setiap kali menerima penghasilan. Dengan begitu, investasi menjadi bagian dari kebiasaan finansial, bukan sekadar dilakukan ketika sedang ingat.

Jadi, Mana yang Lebih Penting? Gaji atau Investasi

Gaji atau penghasilan adalah sumber modal, sedangkan investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan modal tersebut.

Tanpa penghasilan, akan lebih sulit membangun modal investasi. Namun, tanpa pengelolaan dan investasi yang tepat, kenaikan penghasilan juga belum tentu otomatis menghasilkan kekayaan jangka panjang.

Karena itu, jika ingin membangun kekayaan, jangan hanya fokus pada pertanyaan “Bagaimana cara mendapatkan gaji lebih besar?” tetapi juga tanyakan,

“Bagaimana saya mengelola sebagian penghasilan agar dapat bekerja untuk masa depan?”

Bagi SHAFIQers, proses tersebut tentu perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kehalalan sumber penghasilan, kesesuaian akad, potensi keuntungan, risiko, serta kemampuan finansial.

Baca Juga:

_______________

SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:

Share
slider-mobile