Danantara beli saham BUMN | 3 Min read
Tekanan di pasar saham Indonesia tidak hanya memicu kekhawatiran investor, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku pasar yang menilai sejumlah saham telah memiliki valuasi menarik.
Mengutip CNBC Indonesia, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa Danantara telah mulai membeli sejumlah saham dan akan melanjutkan langkah tersebut selama harga saham dinilai menarik serta memiliki prospek yang baik.
Pandu menyampaikan pernyataan itu dalam Coffee Morning Danantara Indonesia di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Langkah tersebut menjadi perhatian di tengah tekanan pasar saham yang berkaitan dengan pengumuman MSCI mengenai kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia.
Baca Juga:
Pembelian saham oleh Danantara didasarkan pada penilaian terhadap fundamental perusahaan, prospek pertumbuhan, serta keseimbangan antara potensi keuntungan dan risiko investasi.
Menurut Pandu Sjahrir, Danantara ingin menambah kepemilikan pada sejumlah saham BUMN yang dinilai memiliki prospek menjanjikan. Strategi ini mempertimbangkan risk-reward, yakni perbandingan antara potensi keuntungan dan risiko yang mungkin dihadapi investor.
Sementara itu, Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury, menyebutkan bahwa besaran dana yang disiapkan untuk strategi tersebut kurang lebih serupa dengan dana yang telah ditempatkan pada periode sebelumnya.
Tekanan pasar meningkat setelah MSCI mengumumkan kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Pengumuman pada Jumat (16/10/2026) tersebut memicu aksi jual di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan materi yang dirujuk dari CNBC Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok sekitar 11,6% pada perdagangan Jumat (16/10/2026), sebelum kembali menghadapi tekanan pada Senin (19/10/2026).
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen terhadap pasar dan persepsi investor mengenai prospek suatu negara dapat mempengaruhi harga saham dalam waktu singkat.
Baca Juga:
Langkah Danantara dan aksi buyback sejumlah emiten dapat menjadi informasi yang menarik untuk dicermati. Namun, investor sebaiknya tidak menjadikan keputusan pihak lain sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan strategi investasi.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan.
Bagi investor, langkah yang lebih bijak adalah mempelajari fundamental, valuasi, dan risiko setiap instrumen sebelum mengambil keputusan.
Mengikuti langkah investor institusi dapat menambah perspektif, tetapi keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis dan kondisi keuangan masing-masing.
SHAFIQers juga dapat memperluas wawasan mengenai investasi dan pengelolaan risiko melalui berbagai artikel edukasi di SHAFIQ.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.