Berita
Terjebak Impulsive buying? Lebih baik Gunakan untuk Berinvestasi
SHAFIQ Administrator
Rabu, 24-04-24

Impulsive buying Vs Investasi | 2 min read

Impulsive buying, atau pembelian impulsif memiliki pengertian kebiasaan membeli barang atau jasa tanpa pertimbangan yang matang atau perencanaan yang cermat.

Meskipun dapat memberikan kepuasan sejenak, impulsive buying berdampak negatif pada keuangan dalam jangka panjang. Daripada membeli barang yang mungkin tidak dibutuhkan, lebih baik untuk menggunakan uang untuk berinvestasi.

Berikut adalah beberapa poin pembahasan mengapa berinvestasi merupakan pilihan yang lebih baik daripada impulsive buying.

Dampak Negatif Impulsive Buying bagi Keuangan

  1. Menguras Keuangan
    Impulsive buying seringkali mengakibatkan pengeluaran uang yang tidak direncanakan, yang pada akhirnya dapat menguras tabungan. Belanja tanpa pertimbangan dapat membuat kehilangan kontrol atas keuangan pribadi.

  2. Penumpukan Barang Tidak Diperlukan
    Pembelian impulsif seringkali menghasilkan barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Akibatnya, rumah mungkin akan dipenuhi dengan barang-barang yang tidak berguna, sementara uang habis tanpa manfaat yang signifikan.

  3. Ketidakstabilan Keuangan
    Kebiasaan impulsive buying dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan dalam jangka panjang. Tanpa perencanaan yang baik, mungkin akan kesulitan memenuhi kebutuhan finansial di masa depan, seperti biaya pendidikan anak, persiapan pensiun, atau dana darurat.

4 Manfaat Berinvestasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

  1. Membangun Kekayaan
    Salah satu manfaat utama dari berinvestasi adalah kemampuannya untuk membantu membangun kekayaan. Dengan berinvestasi secara bijaksana, dapat meningkatkan nilai harta dari waktu ke waktu, membantu mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

  2. Meraih Tujuan Keuangan
    Berinvestasi juga membantu meraih berbagai tujuan keuangan. Apakah itu mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anak, membeli rumah impian, atau merencanakan pensiun yang nyaman, berinvestasi memberikan sarana untuk mencapai tujuan keuangan dengan lebih efisien.

  3. Melindungi Nilai Uang
    Dengan berinvestasi, maka dapat melindungi nilai uang dari inflasi. Dibandingkan dengan menyimpan uang di bawah bantal (masih ada ya? hehhe…) atau dalam rekening tabungan, investasi dapat memberikan pengembalian yang lebih tinggi, membantu mempertahankan daya beli uang dari waktu ke waktu.

  4. Mengurangi Risiko Keuangan
    Meskipun semua investasi melibatkan risiko, berinvestasi secara diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko keuangan. Dengan menyebarkan investasi ke berbagai aset, maka dapat mengurangi dampak potensial dari penurunan nilai satu aset tertentu.
Meskipun impulsive buying mungkin memberikan kepuasan sejenak, dampaknya pada keuangan jangka panjang dapat sangat merugikan. Daripada membuang-buang uang untuk barang-barang yang tidak diperlukan, lebih baik untuk menggunakan uang untuk berinvestasi.

Berinvestasi bukan hanya membantu membangun kekayaan, tetapi juga membantu mencapai tujuan keuangan, melindungi nilai uang dari inflasi, dan mengurangi risiko keuangan.

Dengan demikian, berinvestasi merupakan pilihan yang lebih bijaksana untuk masa depan keuangan yang lebih baik.

Jadi tunggu apa lagi, yuk kita ikut menjadi bagian dari Investasi Berjamaah, Daftar sekarang juga!
______________________
SHAFIQ adalah ‘mini bursa’ yang mempertemukan para pengusaha UMKM atau Startup dengan para Pemodal. Melalui Platform Investasi Syariah berbasis teknologi digital yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta diawasi DSN-MUI.

Wajib diperhatikan!!
  • Investasi pada efek (saham/sukuk) mengandung risiko tinggi. Pastikan memahami skema bisnisnya melalui prospektus yang disampaikan ya
Share