Berita & Artikel
Apakah Hubungan antara Investasi dengan Inflasi?
SHAFIQ Administrator
Jumat, 15-05-26

Investasi vs Inflasi | 3 Min read

Apa kabar SHAFIQers?

Tahukah Anda kalau harga Mie Instan pada tahun 2010 masih sekitar Rp1.500 per bungkus? Namun beberapa tahun terakhir harganya sudah naik hampir dua kali lipat.

Contoh lain, harga minyak goreng yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.000/liter sempat melonjak hingga di atas Rp20.000/liter saat terjadi kelangkaan di pasaran.

Kondisi seperti ini sering membuat masyarakat bertanya:
“Kenapa harga barang terus naik?”
“Apakah uang kita makin lama makin turun nilainya?”
“Apa hubungannya dengan investasi?”
Jawabannya berkaitan erat dengan inflasi.

Baca Juga:

Apa Itu Inflasi?

Masyarakat sering memahami bahwa Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan. Ternyata hal ini kurang tepat…. Cek jawaban detailnya di sini,

Mengutip Bank Indonesia bahwa Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Dampaknya adalah ketika inflasi naik, maka nilai uang akan menurun. Artinya, uang Rp100 ribu hari ini mungkin tidak bisa membeli barang sebanyak beberapa tahun lalu.

Contoh sederhananya:
  1. Dulu Rp20 ribu bisa dapat banyak kebutuhan dapur
  2. Sekarang nominal yang sama mungkin hanya cukup membeli sebagian kecil saja
Karena itulah inflasi sering disebut sebagai “penggerus nilai uang”.

Apa Dampak Nyata Inflasi bagi Masyarakat?

Yuk kenalan dengan dampak inflasi pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Daya Beli Masyarakat Menurun
    Saat harga kebutuhan naik tetapi penghasilan tetap, maka kemampuan membeli masyarakat ikut turun. Akibatnya: pengeluaran makin besar, tabungan cepat habis sehingga keuangan rumah tangga makin berat.

  2. Menimbulkan Ketidakpastian Ekonomi
    Inflasi yang terlalu tinggi membuat masyarakat dan pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Misalnya, menunda ekspansi usaha, mengurangi belanja dan menahan investasi.

  3. Nilai Tabungan Bisa “Menyusut”
    B
    anyak orang merasa aman hanya menyimpan uang di tabungan biasa. Padahal jika bunga tabungan lebih rendah dibanding inflasi, maka secara riil nilai uang kita sebenarnya turun setiap tahun.

Kenapa Memahami Inflasi Penting bagi Investor?

Sebagai investor, memahami inflasi itu penting karena tujuan investasi bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga menjaga nilai aset agar tidak kalah oleh kenaikan harga.

Misalnya:
  1. Inflasi tahunan: 5%
  2. Hasil investasi: 2%
Maka sebenarnya nilai kekayaan kita tetap mengalami penurunan secara riil. Karena itu, investor biasanya mencari instrumen investasi yang memiliki potensi imbal hasil di atas laju inflasi.

Bagaimana Cara Menyikapi Inflasi?

Jika terjadi inflasi, maka nilai uang kita pasti akan turun dan daya beli pun ikut turun. Oleh karena itu, perlunya melakukan pengembangan harta agar nilai uang anda tidak tergerus dengan inflasi.

Cek strategi sederhana ini!
  1. Mulai Mengembangkan Aset
    Jangan hanya mengandalkan uang mengendap di tabungan. Pelajari instrumen investasi yang sesuai dengan: tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu kebutuhan.

  2. Tetap Siapkan Dana Darurat
    Investasi penting, tetapi dana darurat juga wajib disiapkan agar kondisi finansial tetap aman saat terjadi kebutuhan mendadak.

  3. Tingkatkan Literasi Keuangan
    Jangan asal ikut tren investasi hanya karena viral atau FOMO. Pahami: cara kerja investasi, risiko, legalitas, dan model bisnisnya.

Inflasi Tidak Bisa Dihindari, Tapi Bisa Diantisipasi

Kenaikan harga barang kemungkinan akan terus terjadi dari tahun ke tahun. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai memahami cara menjaga nilai uang dan merencanakan masa depan finansial dengan lebih baik.

Investasi yang dilakukan dengan ilmu dan perencanaan yang tepat dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga nilai aset dari dampak inflasi jangka panjang.

SHAFIQ merupakan platform Securities Crowdfunding (SCF) Syariah yang berizin dan diawasi OJK serta diawasi DSN-MUI.

Tingkatkan literasi sebelum memulai investasi dan pastikan memilih instrumen sesuai tujuan keuangan serta profil risiko masing-masing.

⚠️ Disclaimer: Konten ini bertujuan edukasi dan bukan ajakan membeli instrumen tertentu. Setiap investasi memiliki risiko yang menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Baca Juga:
=====
Mau Mulai Investasi, Tapi Masih Ragu?
Sebelum ambil keputusan, pastikan kamu paham cara kerjanya:
  1. Investasi yang baik selalu dimulai dari literasi yang cukup.
  2. Jangan hanya fokus pada potensi imbal hasil.
  3. Pahami juga model bisnis, risiko, dan legalitasnya.
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:
Share
slider-mobile