Berita
Apakah Hubungan antara Investasi dengan Inflasi ?
SHAFIQ Administrator
Minggu, 10-04-22

Apa kabar SHAFIQers ?

Tahukah anda kalau harga indomie pada tahun 2010 hanya sekitar Rp 1.500/bungkus? Namun, pada tahun 2022 harganya sudah naik menjadi sekitar Rp 2.850/bungkus. Jika dihitung nilai kenaikannya bisa mencapai 90%.

Contoh lainnya, minyak goreng yang beberapa waktu lalu sempat langka di pasaran, harganya saat ini berkisar antara Rp 22.000 - 24.500/liter hal ini diinformasikan melalui situs berita tribunnews.com. Sebelum gonjang-ganjing terkait kelangkaan dan kenaikan harga, minyak goreng masih di harga Rp14.000/liter. Bingung kan ?

Apakah kondisi harga produk di pasaran dapat menyebabkan inflasi atau memiliki pengaruh terhadap investasi secara langsung. Perlu kita pikirkan bersama ?

Ternyata kenaikan harga barang-barang ini bisa menyebabkan naiknya inflasi. Berikut adalah penjelasan terkait inflasi berdasarkan bps.go.id dan bi.go.id.


Apa itu Inflasi?

Inflasi adalah. Jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, maka inflasi mengalami kenaikan.


Apa dampak dari inflasi?

Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum. Inflasi sebenarnya merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi, namun dengan catatan harus dijaga agar tetap rendah dan stabil. Oleh karena itu, pemerintah sangat berupaya agar inflasi tetap terjaga di level yang diharapkan atau disebut dengan target inflasi.

Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Yuk kenalan dengan dampak inflasi pada masyarakat :

  1. Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.

  2. Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

  3. Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat imbal hasil domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai Rupiah.

  4. Keempat, pentingnya kestabilan harga kaitannya dengan SSK (referensi).

Bagaimana menjaga agar nilai uang tidak turun?

Jika terjadi inflasi, maka nilai uang kita pasti akan turun dan daya beli pun ikut turun. Oleh karena itu, perlunya melakukan pengembangan harta agar nilai uang anda tidak tergerus dengan inflasi. Pada dasarnya, anda harus mencari alternatif investasi yang bisa memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan nilai inflasi.

Contoh kasus sebagai berikut, angka inflasi per Februari 2022 (year-on-year) adalah sebesar 2.06% artinya anda sebaiknya berinvestasi ke instrumen yang memberikan imbal hasil minimal sama dengan inflasi atau bahkan lebih tinggi

Semoga penjelasan singkat ini dapat memberikan pemahaman anda terkait hubungan inflasi dan investasi. Sehingga investasi dapat ‘menyelamatkan’ harta walau inflasi terus menggerus setiap tahunnya.

Sudah siap berinvestasi ? Silahkan DAFTAR SEBAGAI PEMODAL kemudian Pelajari Prospektus Usaha DAFTAR INVESTASI serta informasi lainnya untuk Berinvestasi secara Aman

Masih belum paham seputar Investasi Syariah ? Silakan cek artikel pilihan kami di Sharia Securities Crowdfunding | SHAFIQ Tingkatkan literasi sebelum memutuskan berinvestasi.

Dapatkan informasi terbaru pilihan dan berbagai event yang meningkatkan pemahaman bidang Investasi Syariah. Yuuks join di Telegram Channel "SHAFIQ - INVESTASI SYARIAH", caranya klik link https://t.me/shafiqid, kemudian join.