Berita & Artikel
Ngopi Boleh, Nabung Harus! Cara Ngatur Uang Biar Nggak Nyesel
SHAFIQ Administrator
Kamis,
22-05-25
Antara ngopi dan menabung | 2 Men read
"Ngopi yuk….!" Sering dengar ajakan ini, di circle pertemanan rumah sampai perkantoran.
Ngopi di kafe atau warung kopi (warkop) telah menjadi gaya hidup yang melekat, terutama bagi Gen Z dan milenial. Nongkrong sambil bekerja, belajar, atau sekadar bersosialisasi memang menyenangkan.
Namun, pernahkah kamu menghitung berapa banyak uang yang dihabiskan hanya untuk secangkir kopi setiap minggunya?
Menurut survei dari GoodStats (2024), rata-rata pengeluaran per kunjungan ke kedai kopi berada dalam kisaran Rp20.000 hingga Rp50.000, dengan durasi kunjungan sekitar 1–2 jam. Jika seseorang mengunjungi kedai kopi 3–4 kali seminggu, pengeluaran bulanan bisa mencapai Rp240.000 hingga Rp800.000. Dalam setahun, jumlah ini bisa menyentuh angka Rp9,6 juta!
Wow amazing juga ya nilainya?
Fakta Miris! Tabungan Makin Tipis
Di sisi lain, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan oleh OJK dan BPS menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Meskipun angka ini menunjukkan peningkatan, masih banyak masyarakat yang belum memiliki perencanaan keuangan jangka panjang yang matang.
Tanpa perencanaan keuangan yang baik, kebiasaan konsumtif seperti ngopi setiap hari dapat menghambat kemampuan untuk menabung dan berinvestasi. Efek jangka panjangnya? Kamu mungkin kesulitan untuk memiliki aset, membeli rumah, atau sekadar liburan tanpa utang.
Ngopi Masih Boleh, Tapi Coba Terapkan Tips Ini
- Tentukan Batas "Budget Ngopi" Bulanan
Tentukan batasan maksimal, misalnya hanya Rp150.000–200.000 per bulan untuk kopi dan nongkrong. Ini bisa membantu kamu tetap menikmati waktu di kafe tanpa membuat dompet jebol.
- Gunakan Metode 50/30/20
Seringkali, kita tidak sadar seberapa besar pengeluaran kecil seperti ngopi bisa terkumpul jadi beban besar. Menetapkan bujet khusus untuk nongkrong di kafe bisa jadi solusi agar tetap enjoy tanpa khawatir dompet kering.
- 50% untuk kebutuhan pokok
- 30% untuk keinginan (termasuk ngopi!)
- 20% untuk tabungan/investasi
- Buat Kebiasaan Nabung Dulu Baru Ngopi
Setiap kali menerima gaji, langsung sisihkan dana untuk tabungan. Anggaplah ngopi sebagai reward setelah kamu berhasil menabung atau berinvestasi.
- Mulai dari yang Kecil, Nabung Harian
Misalnya, simpan Rp10.000 setiap hari yang biasanya kamu gunakan untuk kopi. Dalam sebulan, kamu bisa mengumpulkan Rp300.000. Tanpa terasa, jumlah ini bisa bertambah signifikan.
Investasi = Gaya Hidup Baru
Jika kamu bisa mengeluarkan uang untuk gaya hidup, mengapa tidak mulai berinvestasi juga? Misalnya melalui Sukuk Syariah di SHAFIQ, kamu bisa membantu UMKM berkembang sekaligus mendapatkan imbal hasil yang halal dan aman. Mulai dari Rp1 juta saja, kamu sudah bisa berkontribusi untuk ekonomi umat.
Ngopi itu tidak salah. Namun, jika setiap hari ngopi tanpa memiliki tabungan dan terus-menerus mengikuti tren gaya hidup, kamu bisa menyesal di kemudian hari.
Mulailah bijak mengatur keuangan dari sekarang. Karena masa depan yang cerah dimulai dari keputusan keuangan yang sehat hari ini.
💡 Barakallahu fiikum—semoga harta yang kita kelola senantiasa diberkahi dan membawa manfaat luas, bukan cuma untuk diri sendiri, tapi juga untuk umat.
_______________
SHAFIQ.id hadir untuk bantu kamu investasi di Bisnis UKM riil yang halal. Urun dana bisa bantu bisnis berkembang—dan kamu juga berpeluang raih pendanaan hingga Rp10 Miliar!
⚠️ Disclaimer: Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk tujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/jual instrumen tertentu.