Value vs Growth Investing | 3 Min read
Ternyata oh ternyata…. Masih banyak investor pemula berinvestasi tanpa strategi yang jelas atau sekedar FOMO (fear of missing out).
Dua strategi utama yang sering dipertimbangkan investor pasar modal adalah value investing dan growth investing.
Artikel ini menjelaskan perbedaan keduanya, karakteristik saham yang dicari, serta pertimbangan saat memilih strategi.
Baca Juga:
Value investing adalah strategi membeli saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya (undervalued).
Investor Value investing percaya pasar sering bereaksi berlebihan terhadap berita, sehingga harga kadang tidak mencerminkan fundamental jangka panjang perusahaan.
Dengan membeli saat harga turun dan menahan dalam jangka panjang, value investor berharap mendapatkan keuntungan saat pasar merevisi penilaian.
Karakteristik value stock:
Beberapa tokoh value investor: Warren Buffett, Benjamin Graham, Charlie Munger, Seth Klarman.
Growth investing fokus pada perusahaan dengan potensi pertumbuhan pendapatan dan laba yang di atas rata-rata.
Growth investor lebih menilai prospek ekspansi bisnis dan peningkatan keuntungan masa depan dibandingkan harga saat ini.
Karakteristik growth stock:
Catatan khusus untuk pasar modal syariah (SCF dan Saham Syariah)
Siap menerapkan strategi investasi yang lebih terstruktur? Pelajari lebih jauh dan mulai investasi dengan informasi lengkap di SHAFIQ.
Kunjungi shafiq.id untuk mendaftar sebagai pemodal, baca prospektus usaha, dan nikmati panduan investasi yang sesuai prinsip syariah.
Baca Juga:
=====
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Mau Mulai Investasi, Tapi Masih Ragu? Sebelum ambil keputusan, pastikan kamu paham cara kerjanya
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: