Berita & Artikel
Berkah di Balik Side Hustle: Tips Mengelola Penghasilan Tambahan Sesuai dengan Prinsip Syariah
SHAFIQ Administrator
Sabtu, 01-11-25

Mengelola penghasilan sesuai syariah | 2 min read

Pernah ga sih ngerasa udah punya penghasilan tambahan, tapi dompet ‘kering’ terus di akhir bulan?

Kebutuhan hidup yang makin besar bikin banyak orang akhirnya cari cara kreatif buat dapet uang tambahan di luar kerja utama. Itulah kenapa banyak dari kita sekarang punya side hustle.

Namun, banyak orang yang gak bisa menikmati hasil dari kerja kerasnya walaupun sudah punya lebih dari satu sumber pemasukan. Uang tambahan itu seakan hanya ‘numpang lewat’ untuk gaya hidup yang ikut meroket.

Di sinilah prinsip syariah hadir, memastikan setiap tetes keringat kita tak hanya menjadi angka, tapi juga membawa berkah.

Baca juga:

Inilah tips mengelola penghasilan tambahan sesuai dengan prinsip syariah.

Luruskan Niat, Pastikan Halal

Sebelum bicara soal mengelola keuangan, pondasi paling krusial adalah niat. Tanyakan pada diri sendiri, untuk apa saya mencari penghasilan tambahan?
Niatkan side hustle sebagai bagian dari ibadah—untuk menafkahi keluarga, membantu sesama, atau menjadi lebih mandiri agar tidak merepotkan orang lain. Niat yang lurus adalah pintu pertama menuju keberkahan.

Selain niat, pastikan juga sumber penghasilan tambahan kamu halal. Hindari side hustle yang berkaitan dengan hal-hal yang dilarang, seperti menjual produk yang diharamkan atau jasa yang mengandung unsur penipuan.

Pisahkan Rekening 'Perang' dan Rekening Pribadi

Ini adalah langkah awal yang seringkali diabaikan banyak orang. Padahal, memisahkan rekening side hustle dengan rekening pribadi akan sangat membantu mengelola keuangan dengan lebih mudah.

Kamu bisa membuka rekening baru yang khusus untuk menyimpan penghasilan kamu. Sebaiknya gunakan rekening bank syariah dengan akad Wadiah agar lebih tenang dan terhindar dari transaksi berbasis bunga.

Jangan Lupakan Hak Orang Lain

Setiap harta yang kita terima, ada hak orang lain di dalamnya. Oleh karena itu, sebelum harta digunakan untuk hal lain, sisihkanlah 2.5% dari penghasilan side hustle kamu untuk zakat penghasilan (jika sudah mencapai nisabnya). Jika belum, biasakan untuk rutin berinfak atau bersedekah.

Anggap ini bukan sebagai pengeluaran, melainkan sebagai ‘kunci’ untuk membuka pintu rezeki yang lebih luas dan membersihkan harta kita.

Buat Alokasi Secara Jelas

Setelah menyisihkan hasil side hustle kamu untuk ZISWAF, jangan langsung menghabiskan sisanya. Buatlah alokasi yang jelas untuk memastikan hasil side hustle kamu tidak ‘numpang lewat’ saja.

Kamu bisa menggunakan formula 30/40/30, di mana 30% dari pendapatan untuk upgrade skill, 40% dialokasikan untuk instrumen investasi syariah, 30% sisanya bisa kamu gunakan untuk kebutuhan pribadimu. Namun, tetap ingat batas dan hindari sikap berlebihan.

Bukan Sekadar Angka, tapi Soal Berkah

Mengatur penghasilan dari side hustle sesuai prinsip syariah sebenarnya tidaklah rumit. Kuncinya terletak pada kedisiplinan, kesadaran diri, serta niat yang tulus untuk mencari ridha Allah dalam setiap langkah pengelolaan keuangan.

Dengan niat yang benar dan tata kelola yang bijak, penghasilan dari side hustle bukan hanya ‘mempertebal’ dompet kamu, tetapi juga menjadi ladang pahala dan mendatangkan ketenangan jiwa.

Baca Juga:
_______________
SHAFIQ Sharia securities crowdfunding (SCF Syariah) Pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

SHAFIQ Dukung pertumbuhan bisnis UKM riil melalui investasi yang legal dan sesuai prinsip syariah. Kamu juga berkesempatan memperoleh pendanaan hingga Rp10 miliar untuk mengembangkan usaha. Segera Daftar Sekarang dan wujudkan bisnis yang lebih besar!

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Share
slider-mobile