Berita & Artikel
Pemerintah Bilang Ekonomi Stabil, Benarkah? Cek Fakta Terbarunya!
SHAFIQ Administrator
Rabu,
03-12-25
Ekonomi Indonesial Stabil? | 3 Min read
Pemerintah Bilang Ekonomi Stabil, Benarkah?
Segera Cek Fakta Terbarunya!
Menjelang akhir 2025, pemerintah kembali menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih stabil dan berada di jalur positif. Namun, apa saja indikator yang membuat pemerintah begitu yakin? Kita semua butuh tahu ini.
Berikut ringkasan faktanya agar SHAFIQers bisa menilai sendiri.
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Konsisten
Mengutip Detik finance, dalam forum C-Suite Dialogue di CIFP 2025, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia masih “baik-baik saja”.
Faktanya adalah Pertumbuhan ekonomi stabil di 5% selama tujuh tahun berturut-turut. Total akumulasi pertumbuhan mencapai 35% dalam tujuh tahun, meski dunia dilanda ketidakpastian global, perang tarif, dan berbagai krisis lainnya.
Baca Juga:
Indikator Stabilitas Masih Positif
Pemerintah menilai sejumlah indikator utama menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Berikut ini Indikator yang menguatkan:
- Kepercayaan konsumen meningkat
- PMI manufaktur tetap di zona ekspansif
- Pasar keuangan menguat
- Inflasi & nilai tukar terjaga dalam batas normal
Investasi Tumbuh Signifikan
Airlangga mengungkapkan bahwa realisasi investasi terus melesat. Berikut ini Data terbaru:
- Hingga November 2025, investasi sudah mencapai Rp 1.400 triliun
- Target akhir tahun dipatok Rp 1.900 triliun
Ini menunjukkan kepercayaan investor—baik lokal maupun asing—masih tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Risiko Global Mulai Mereda
Pemerintah menganggap tekanan eksternal tahun ini sudah “diantisipasi” dan tidak lagi menimbulkan guncangan besar. Menurut Airlangga:
- Risiko besar seperti perang Ukraina, konflik Gaza, COVID-19, dan perang tarif sudah berhasil dilampaui.
- Outlook 2026 diproyeksikan tumbuh di atas 5,4%.
Indonesia Perkuat Posisi dalam Ekosistem Ekonomi Global
Pemerintah juga gencar memperluas kerja sama internasional demi memperkuat daya saing ekonomi. Berikut ini langkah strategis yang dijalankan:
- Kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat
- Proses aksesi CPTPP
- Keanggotaan penuh dalam BRICS+
- Persiapan menuju aksesi OECD
Selain itu, transformasi digital ikut digenjot melalui:
- ASEAN DEFA
- perluasan LCT (Local Currency Transaction)
- QRIS antarnegara yang makin terintegrasi
Deregulasi dan Perizinan Dipercepat
Untuk memperbaiki iklim usaha, pemerintah mendorong reformasi besar-besaran. Berikut ini Kebijakan yang berjalan:
- Service Level Agreement untuk percepatan perizinan
- Penguatan Satgas P2SP guna menyelesaikan hambatan lintas kementerian
Energi Bersih Jadi Agenda Strategis
Arah pembangunan energi semakin jelas menuju transisi hijau. Program utama yang disiapkan:
- Green Super Grid
- Fasilitas CCS/CCUS
- Ekspansi PLTS berbasis desa
Baca Juga:
Ekonomi Stabil, Tapi Tetap Perlu Waspada
Dari data yang dipaparkan pemerintah, kondisi ekonomi Indonesia memang menunjukkan performa yang relatif stabil dan optimistis. Namun, dinamika global tetap harus diwaspadai. Karena itu, memilih strategi keuangan dan investasi yang aman dan solid menjadi semakin penting.
Tetap Dukung UMKM, Pilih Investasi Syariah yang Nyata
Ingin tetap nyaman menghadapi ketidakpastian ekonomi? Saatnya berinvestasi syariah melalui SHAFIQ—platform Securities Crowdfunding (SCF) yang berfokus pada sektor riil UMKM Indonesia, diawasi OJK dan DSN-MUI, dan memberi peluang tumbuh bersama ekonomi nasional.
_______________
SHAFIQ Sharia securities crowdfunding (SCF Syariah) Pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
SHAFIQ Dukung pertumbuhan bisnis UKM riil melalui investasi yang legal dan sesuai prinsip syariah. Kamu juga berkesempatan memperoleh pendanaan hingga Rp10 miliar untuk mengembangkan usaha.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.