Berita & Artikel
Tips Agar Rajin Menabung di Usia Muda
SHAFIQ Administrator
Minggu, 31-05-26

Menabung ala Gen Z | 3 Min read

Menabung atau Mencicil?
Mana yang Lebih Baik Menurut Keuangan dan Syariah?

Saat ingin membeli handphone, laptop, motor, atau mempersiapkan dana umroh, qurban, hingga pendidikan anak, sering muncul pertanyaan:
Lebih baik menabung dulu atau mencicil? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Menabung mengajarkan kesabaran, membantu kita memahami kemampuan keuangan, serta mengurangi risiko memaksakan gaya hidup di luar kemampuan.

Sementara mencicil memungkinkan kita menikmati barang lebih cepat, tetapi harus disertai perencanaan yang matang agar tidak membebani kondisi keuangan.

Dalam Islam, harta merupakan amanah yang harus dikelola dengan bijak dan tidak digunakan secara berlebihan.

Allah Ta’ala berfirman,
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra’: 26-27)

Baca Juga:

Tips Menabung Agar Lebih Mudah

Bagaimana cara menabung yang efektif?, simak beberapa tips menabung pada usia muda berikut ini.

  1. Punya Tujuan yang Jelas
    Menabung akan terasa lebih ringan jika memiliki target yang spesifik. Misalnya: Dana rumah, Dana umroh, Dana pendidikan anak, Modal usaha hingga Investasi syariah. Tujuan yang jelas membuat kita lebih disiplin menjaga komitmen.

  2. Tentukan Skala Prioritas
    Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli sesuatu, tanyakan: "Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?". Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

  3. Atur Keuangan dengan Sistem Persentase
    Salah satu metode yang cukup populer adalah: 50% kebutuhan pokok, 30% kebutuhan pribadi dan hiburan dan 20% tabungan atau investasi. Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

  4. Pisahkan Rekening
    Gunakan rekening berbeda untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan. Cara ini membantu mengontrol pengeluaran sekaligus mengurangi godaan menggunakan dana yang sudah disisihkan.

  5. Kurangi Gaya Hidup Konsumtif
    Diskon, promo, dan tren terbaru sering membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Pendapatan besar tidak selalu membuat seseorang kaya apabila pengeluarannya tidak terkendali.

  6. Cari Penghasilan Tambahan
    Selain menabung, meningkatkan pemasukan juga penting. Penghasilan tambahan bisa berasal dari: Usaha sampingan, Freelance, Jasa profesional atau Investasi sesuai profil risiko. Dengan sumber pendapatan yang lebih beragam, kondisi keuangan menjadi lebih kuat ketika menghadapi situasi tak terduga.

Menabung untuk Dunia dan Akhirat

Menabung bukan hanya soal mengumpulkan uang. Seorang muslim juga dianjurkan menyiapkan "tabungan" yang nilainya jauh lebih besar, yaitu amal saleh melalui sedekah, infak, wakaf, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Sahabat yang mulia yaitu Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Barangsiapa yang mampu untuk menyimpan harta simpanannya di langit, sehingga tidak dimakan oleh ulat dan tidak pula bisa disentuh oleh para pencuri, maka lakukanlah. Karena hati seseorang bersama harta simpanannya.” (Al-Fawaaid, hal. 159)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah menjelaskan
“Dengan sedekah, Allah akan menambahkan hartanya, Allah turunkan keberkahan dan Allah akan gantikan hartanya dengan kebaikan yang besar.”(Syarh Riyadhus Shalihin, https://binbaz.org.sa/audios/2514/191)

Harta yang digunakan di jalan Allah tidak akan berkurang nilainya di sisi-Nya. Sebaliknya, Allah menjanjikan keberkahan dan balasan yang lebih baik bagi orang yang gemar bersedekah.

Bonus! Tips Menabung Simple ala Gen Z

Menabung memang membutuhkan proses, disiplin, dan kesabaran. Namun kebiasaan ini dapat membantu kita mencapai berbagai tujuan keuangan tanpa harus terbebani utang yang tidak perlu.

  1. Mulailah dari nominal kecil,
  2. Lakukan secara konsisten,
  3. dan sesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Yang terpenting bukan seberapa besar nominalnya, melainkan seberapa rutin kita melakukannya.

Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan pada setiap rezeki yang kita peroleh serta memudahkan kita dalam mengelolanya sesuai syariat.

Baca Juga:
===
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Mau Mulai Investasi, Tapi Masih Ragu?
Sebelum ambil keputusan, pastikan kamu paham cara kerjanya:
  1. Investasi yang baik selalu dimulai dari literasi yang cukup.
  2. Jangan hanya fokus pada potensi imbal hasil.
  3. Pahami juga model bisnis, risiko, dan legalitasnya.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Share
slider-mobile