Berita & Artikel
Jangan Tertipu Kenikmatan Dunia
SHAFIQ Administrator
Kamis, 15-10-26

Tertipu kenikmatan dunia? | 3 Min read

Kenikmatan dunia memang menyenangkan. Harta, pekerjaan, bisnis, teknologi, dan berbagai kemudahan hidup dapat membantu manusia menjalani kehidupan dengan lebih baik. Namun, seorang muslim perlu mengingat bahwa dunia bukanlah tempat tinggal yang abadi.

Allah ﷻ berfirman

“Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kamu” (QS. Luqman: 33)

Ayat ini mengingatkan kita agar tidak terlena oleh kehidupan dunia hingga melupakan tujuan akhirat.

Baca Juga:

Dunia Bukan untuk Ditinggalkan, tetapi Dimanfaatkan

Islam tidak melarang seorang muslim menikmati kehidupan dunia, membangun bisnis, mencari penghasilan, atau memanfaatkan kemajuan teknologi. Semua itu dapat menjadi sarana kebaikan selama dilakukan dengan cara yang benar dan tidak melalaikan kewajiban kepada Allah ﷻ.

Harta dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pekerjaan dapat menjadi jalan mencari rezeki yang halal. Bahkan, teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan ilmu dan membantu sesama.

Yang perlu dijaga adalah bagaimana kita menempatkan semua kenikmatan tersebut dalam kehidupan.

Jangan sampai kita begitu sibuk mengejar dunia, tetapi justru melupakan tujuan akhirat.

Pilihan Kita Menentukan Arah Kehidupan

Waktu, tenaga, pikiran, dan harta yang kita miliki dapat digunakan untuk berbagai hal. Namun, setiap pilihan membawa konsekuensi yang berbeda.

Jika kehidupan hanya disibukkan dengan mengejar syahwat dan kenikmatan sesaat, kita berisiko merugi karena melupakan kewajiban dan tujuan hidup yang sebenarnya.

Sebaliknya, ketika pekerjaan, harta, ilmu, dan kemampuan dimanfaatkan untuk ketaatan kepada Allah ﷻ, semua itu dapat menjadi jalan menuju kebaikan dunia dan akhirat.

Karena itu, bukan semata-mata seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, melainkan bagaimana semua yang kita miliki digunakan.

Jadikan Dunia sebagai Bekal Menuju Akhirat

Kita boleh bekerja keras, membangun bisnis, meningkatkan kemampuan, dan memperbaiki kondisi finansial. Namun, jangan sampai semua itu membuat kita kehilangan arah.

Memanfaatkan harta untuk menafkahi keluarga. Gunakan ilmu untuk memberikan manfaat. Jadikan pekerjaan sebagai jalan mencari rezeki yang halal. Dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung hal-hal yang diridhai Allah ﷻ.

Jangan hanya sibuk menikmati dunia. Jadikan kehidupan dunia sebagai sarana untuk meraih kebaikan akhirat.

Sebab, keberhasilan sejati bukan sekadar tentang apa yang berhasil kita miliki di dunia, tetapi juga tentang bagaimana kita mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah ﷻ.

Baca Juga:

_______________

SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Share
slider-mobile