Berita & Artikel
Merdeka dari Riba Agar Hidup Lebih Berkah
SHAFIQ Administrator
Kamis, 23-10-25

Merdeka dari Riba | 3 Min read

Kita hidup di masa di mana godaan finansial datang dari segala arah. Tawaran pinjaman cepat, paylater tanpa DP, bahkan “bunga ringan” yang seolah ringan di awal — semuanya tampak menggoda.

Tapi di balik itu, ada satu hal yang sering terlupakan: apakah semua itu benar-benar berkah?

Merdeka dari Riba, Merdeka dari Kegelisahan

Banyak orang tidak sadar bahwa ketenangan hidup seringkali justru hilang karena beban riba. Hidup terasa sempit, rezeki seperti tersumbat, dan hati mudah gelisah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba dan dua orang saksinya. Kedudukan mereka itu semuanya sama.” (HR. Muslim nomor 2995)

Hadits ini adalah larangan sekaligus peringatan keras agar kita menata kembali cara kita mengelola uang.

Baca Juga:

Apa Itu Hakikat Rezeki yang Berkah?

Rezeki tidak hanya angka di rekening bank, tapi keberkahan yang membuat hati tenang. Kadang, rezeki sedikit tapi berkah terasa cukup.

Dalam hadits dari Abdullah bin Sikhir radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda Manusia selalu mengatakan, “Hartaku… hartaku…” padahal hakekat dari hartamu – wahai manusia – hanyalah apa yang kamu makan sampai habis, apa yang kami gunakan sampai rusak, dan apa yang kamu sedekahkan, sehingga tersisa di hari kiamat. (HR. Ahmad 16305, Muslim 7609 dan yang lainnya)

Sementara yang kita kumpulkan belum tentu menjadi jatah rezeki kita. Jika harta tersebut berasal dari yang haram dan dikeluarkan kepada yang haram maka harta hanya akan menjadi musibah bagi pemiliknya.

Mengapa Riba Dilarang Begitu Keras?

Riba adalah dosa besar, tapi juga menciptakan ketimpangan sosial. Coba lihat di sekitar: banyak orang terlilit utang bukan karena malas, tapi karena sistem finansial yang menjerat.

Islam datang membawa solusi yang adil dan penuh kasih — agar tidak ada yang tertindas karena bunga yang menumpuk.

Di era modern, bentuk riba tak selalu terlihat. Bisa dalam bentuk bunga tabungan, cicilan kartu kredit, atau transaksi digital yang tidak sesuai prinsip syariah. Karena itu, penting untuk lebih melek keuangan syariah.

7 Langkah Praktis untuk Bebas dari Riba (2025 Update)

Kami tidak akan lelah berulang membahas tips-tips ini! Karena memang hal ini menjadi pengingat sekaligus memotivasi kita agar jauh-jauh dari riba.

Bismillah…. Bisa yuk!

  1. Sadari masalahnya
    Mulai dengan mengakui bahwa riba itu nyata dan sering menyusup tanpa kita sadari.

  2. Evaluasi semua transaksi
    Cek ulang kontrak pinjaman, tabungan, atau cicilan yang kamu miliki.

  3. Alihkan ke lembaga syariah
    Kini banyak produk pembiayaan, tabungan, dan investasi syariah yang sudah diawasi DSN-MUI & OJK.

  4. Perbanyak sedekah & doa
    Cara paling kuat untuk menarik keberkahan dan mengganti yang haram dengan rezeki halal.

  5. Mulai dari yang kecil
    Bayar cicilan sedikit demi sedikit. Allah melihat setiap usaha, bukan hasil instan.

  6. Belajar literasi keuangan syariah
    Banyak kelas online dan artikel terpercaya (termasuk di shafiq.id) yang bisa bantu memahami prinsip muamalah.

  7. Bangun mindset “cukup”
    Kebebasan dari riba dimulai saat kita tidak dikuasai oleh gaya hidup konsumtif.

Contoh Nyata: Dari Terlilit Riba Menjadi Lebih Tenang

Sebut saja Rahman, seorang karyawan yang dulu bergantung pada kartu kredit dan pinjaman konsumtif. Setelah hijrah ke sistem syariah, ia mulai menabung tanpa bunga, menata keuangan sesuai kemampuan hingga mampu berinvestasi dan kini hidupnya jauh lebih damai.

Tidak wajib kaya raya, tapi tenang dan cukup — inilah hakikat keberkahan.

Merdeka dari riba bukan proses semalam. Tapi setiap langkah kecil menuju halal adalah kemenangan besar di sisi Allah.

Hidup bebas riba bukan hanya tentang finansial, tapi juga tentang memerdekakan hati dari rasa takut, cemas, dan ketidakpastian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua tanganku. Beliau pun mulai mengajarkan aku dari ilmu yang Allah Ta’ala wahyukan kepada beliau.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti, pen.) yang lebih baik darinya.

(HR. Ahmad no. 20739. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)

Mari mulai langkah hari ini. Bukan besok, bukan nanti. Karena keberkahan itu hadir bukan saat kita kaya, tapi saat kita taat.

Semoga Allah ﷻ memberikan kekuatan untuk kita semua agar benar-benar merdeka dari riba dan hidup penuh keberkahan.

Baca Juga:
_______________
SHAFIQ Penyelenggara layanan urun dana syariah (SCF Syariah) Pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

SHAFIQ Hadir bantu kamu untuk Investasi di Bisnis UKM Riil yang legal dan tanpa pelanggaran syariah. Agar bisnis scale-up, kamu berpeluang Raih Pendanaan hingga Rp10 Miliar! Caranya segera DAFTAR ya!

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Share
slider-mobile