5 Hal Sebelum Berinvestasi | 3 Min read
Investasi tidak hanya punya uang, lalu langsung memilih instrumen yang terlihat menarik.
Sebelum mulai, ada beberapa hal yang perlu dibereskan supaya aktivitas investasi tidak malah mengganggu kondisi keuangan sehari-hari.
Artikel ini cocok buat SHAFIQers yang belum mulai berinvestasi atau sedang bersiap menjadi investor pada sebuah proyek bisnis.
Jadi, sebelum klik tombol investasi, coba cek dulu apakah lima hal berikut sudah kamu siapkan?
Baca Juga:
Ini adalah fondasi paling dasar.
Sebelum berinvestasi, pastikan pemasukan bulanan masih lebih besar daripada pengeluaran. Kebutuhan utama seperti makan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan sebaiknya sudah aman terlebih dahulu.
Investasi bukan solusi untuk menutup keuangan yang sedang minus.
Misalnya, penghasilanmu Rp5 juta per bulan dan kebutuhan rutin sekitar Rp4 juta. Berarti masih ada sekitar Rp1 juta yang bisa dipertimbangkan untuk dialokasikan ke investasi, tentunya setelah mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi keuangan lainnya.
Setelah cash flow aman, buat pos khusus untuk investasi.
Pisahkan dana investasi dari uang untuk kebutuhan sehari-hari agar kamu lebih mudah mengontrol berapa dana yang dialokasikan dan tidak mencampurnya dengan kebutuhan lain.
Misalnya, kamu menetapkan alokasi investasi sebesar 20% dari penghasilan Rp5 juta. Artinya, sekitar Rp1 juta dapat disiapkan untuk investasi setiap bulan.
Yang penting bukan sekadar besar nominalnya, tetapi konsisten dan sesuai kemampuan.
Sebelum menambah investasi, jangan lupa melihat kondisi cicilan yang sedang berjalan.
Batas cicilan yang digunakan adalah maksimal 30% dari pendapatan bulanan. Jika penghasilanmu Rp5 juta, maka cicilan idealnya tidak lebih dari Rp1,5 juta per bulan.
Kalau beban utang sudah terasa berat, jangan memaksakan diri untuk mengejar investasi. Bereskan dulu kondisi keuangan agar dana investasi tidak ikut terganggu.
Baca Juga:
Jangan berinvestasi hanya karena melihat orang lain mendapatkan keuntungan. Sebelum menanam modal, pahami dulu apa yang kamu beli atau danai. Pelajari:
Kalau tertarik dengan saham atau sukuk, misalnya, pelajari karakteristik masing-masing instrumen sebelum mengambil keputusan. Paham dulu, baru investasi!
Terakhir, yang perlu disiapkan bukan cuma rekening atau dana, tetapi juga mental.
Investasi membutuhkan sikap yang rasional, sabar, dan disiplin. Jangan mudah mengambil keputusan hanya karena takut ketinggalan atau panik ketika hasil investasi belum sesuai harapan.
Ingat, investasi memiliki risiko. Karena itu, jangan berharap setiap investasi selalu menghasilkan keuntungan. Kalau sejak awal sudah memahami risikonya, kamu akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.
Sebelum mulai, coba cek lagi:
✓ Cash flow aman
✓ Ada budget investasi
✓ Beban utang terkendali
✓ Paham instrumen yang dipilih
✓ Punya mindset dan ekspektasi yang realistis
Kalau lima hal tersebut sudah kamu persiapkan, langkah berikutnya adalah mempelajari setiap penawaran investasi dengan lebih teliti.
Untuk investasi melalui SCF Syariah, jangan lupa membaca prospektus dan memahami informasi bisnis, penggunaan dana, potensi imbal hasil, jangka waktu, serta risiko yang tercantum sebelum mengambil keputusan.
SHAFIQ mempertemukan pelaku usaha dengan pemodal melalui skema Securities Crowdfunding (SCF) Syariah, dengan pilihan instrumen seperti sukuk dan saham syariah.
Disclaimer: Contoh perhitungan dalam artikel ini hanya ilustrasi. Setiap individu memiliki kondisi keuangan, tujuan, profil risiko, dan kemampuan yang berbeda.
Baca Juga:
_______________
Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.