Berita & Artikel
Pentingnya Investasi pada Masa Produktif: Menyusun Rencana Keuangan untuk Pensiun
SHAFIQ Administrator
Kamis, 18-12-25
Menyusun Keuangan Pensiun | 3 Min read

Pensiun ...ahhh masih lama gan!
Ngapain dipikiran nanti malah pusing sendiri.

Banyak orang—terutama Gen Z dan milenial—masih menganggap pensiun itu urusan nanti.

Padahal, masa pensiun yang tenang bukan ditentukan saat usia 50-an, tapi dari keputusan finansial yang kita ambil sekarang.

Mempersiapkan pensiun tidak harus langsung besar dan rumit. Yang penting mulai lebih dulu, pelan-pelan tapi konsisten.

Baca Juga:

Kenapa Pensiun Perlu Dipikirkan Sejak Dini?

Di usia produktif, penghasilan masih aktif dan tenaga masih penuh. Inilah fase paling ideal untuk menata fondasi keuangan jangka panjang. Dengan perencanaan yang tepat sejak awal, kamu bisa:
  1. Tidak bergantung pada anak atau orang lain
  2. Tetap hidup nyaman saat sudah tidak bekerja
  3. Lebih fokus menikmati ibadah, keluarga, dan aktivitas yang bermakna

Investasi yang Cocok untuk Karyawan dan Pemula

Banyak pemula ragu mulai investasi karena takut risiko. Padahal, investasi terbaik itu bukan yang paling “viral”, tapi yang sesuai kemampuan dan profil risiko.

Beberapa instrumen seperti saham dan sukuk sering jadi pilihan awal karena:
  1. Bisa dimulai dengan nominal bertahap
  2. Portofolionya bisa menyebar (diversifikasi)
  3. Cocok untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun
Ingat, bukan soal cepat kaya, tapi tahan lama dan bertumbuh.

Investasi atau Bisnis Sampingan, Mana yang Lebih Pas?

Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya sangat personal. Semua kembali ke waktu, minat, dan kesiapan mental.
  1. Investasi cocok untuk kamu yang ingin lebih pasif dan tetap fokus pada pekerjaan utama.
  2. Bisnis sampingan cocok untuk yang punya waktu luang dan siap menghadapi naik-turun usaha.
Kabar baiknya, dua-duanya bisa jalan bareng—asal dikelola dengan bijak.

5 Langkah Penting Persiapan Pra-Pensiun

Sebelum sampai usia pensiun, ada beberapa hal mendasar yang perlu dipersiapkan lebih dulu.

  1. Susun rencana keuangan
    Tentukan target pensiun dan gambaran kebutuhan hidup ke depan.

  2. Mulai investasi secara bijak
    Pilih instrumen sesuai tujuan dan jangan taruh dana di satu tempat saja.

  3. Pahami risiko sejak awal
    Setiap investasi punya risiko—yang penting tahu cara mengelolanya.

  4. Rencanakan sumber pendapatan pensiun
    Jangan hanya mengandalkan satu sumber.

  5. Evaluasi secara berkala
    Hidup berubah, rencana keuangan juga perlu menyesuaikan.

5 Langkah Agar Hidup Nyaman Saat Pensiun

Saat pensiun tiba, fokus keuangan pun ikut berubah. Bukan lagi soal mengejar penghasilan, tapi menjaga kestabilan.

  1. Kelola keuangan dengan disiplin
    Sesuaikan pengeluaran dengan pemasukan yang ada.

  2. Jaga kesehatan fisik dan mental
    Karena biaya kesehatan sering jadi pengeluaran terbesar saat pensiun.

  3. Tetap aktif dan produktif
    Aktivitas ringan, sosial, atau hobi bisa menjaga kualitas hidup.

  4. Perbarui rencana keuangan
    Lakukan penyesuaian bila kondisi berubah.

  5. Nikmati masa pensiun dengan tenang
    Waktu untuk keluarga, ibadah, dan hal-hal yang selama ini tertunda.

Mulai Pelan-Pelan, Tapi Jangan Ditunda

Pensiun yang nyaman bukan hasil keputusan mendadak, tapi buah dari kebiasaan kecil yang konsisten. Semakin dini kamu mulai, semakin ringan langkah ke depannya.

Kelola keuangan dengan bijak, jauhi utang yang memberatkan, dan pilih investasi syariah yang jelas dan berdampak nyata bersama SHAFIQ.

Melalui investasi syariah di sektor riil dan UMKM, kamu bisa menyiapkan masa depan sekaligus ikut menguatkan ekonomi Indonesia.

Baca Juga:
_______________
SHAFIQ Sharia securities crowdfunding (SCF Syariah) Pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

SHAFIQ Dukung pertumbuhan bisnis UKM riil melalui investasi yang legal dan sesuai prinsip syariah. Kamu juga berkesempatan memperoleh pendanaan hingga Rp10 miliar untuk mengembangkan usaha.

Segera Daftar Sekarang dan wujudkan bisnis yang lebih besar!

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Share
slider-mobile