Berita & Artikel
7 Penghalang Datangnya Rezeki Halal dan Keberkahan Harta
SHAFIQ Administrator
Minggu,
04-08-24
Penghalang Rezeki | 2 min read
Mendapatkan Rezeki halal dan Harta yang berkah merupakan impian setiap umat manusia di tengah berbagai macam ujian ekonomi hari ini. Namun, seringkali tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan dan perilaku yang bisa menghalangi datangnya rezeki tersebut.
Berikut adalah tujuh penghalang utama yang bisa menghambat rezeki dan keberkahan harta:
- Tidak Bertakwa Menutup Jalan Keluar dan Rezeki yang Berkah
Ketakwaan adalah kunci utama dalam mendapatkan rezeki yang berkah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (al-A’râf: 96)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
Baca juga: Inilah Kekayaan yang Sesungguhnya, Temukan Hikmahnya Di Sini!
- Durhaka kepada Orang Tua Dapat Menghambat Kesuksesan
Berbakti kepada orang tua adalah salah satu kewajiban dalam Islam. Durhaka kepada orang tua bisa menjadi penghalang utama dalam meraih kesuksesan dan keberkahan rezeki. Oleh karena itu, hormati dan berbaktilah kepada orang tua untuk mendapatkan rezeki yang lancar dan berkah.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ashr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Keridhaan Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi, hadits ini sahih menurut Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
Imam Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa ‘uququl walidain (durhaka kepada orang tua) adalah segala bentuk menyakiti keduanya. Taat kepada orang tua itu wajib dalam segala hal selain pada perkara maksiat. Menyelisihi perintah keduanya juga termasuk durhaka.
- Kurang Bertawakal Akan Menghambat Rezeki
Tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala setelah berusaha sebaik mungkin. Kurangnya tawakal dapat menghambat datangnya rezeki. Tawakal yang kuat akan membuka pintu rezeki yang tak terduga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seandainya kalian bertawakal pada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, maka sungguh Dia akan melimpahkan rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia melimpahkan rezeki kepada burung yang pergi (mencari makan) di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang” (HR Ahmad (1/30), at-Tirmidzi (no. 2344), Ibnu Majah (no. 4164))
- Bermalas-malasan Jadi Sebab Rezeki Terhambat
Malas adalah musuh utama produktivitas dan keberhasilan. Orang yang bermalas-malasan cenderung mengabaikan tanggung jawab dan peluang yang ada. Akibatnya, rezeki pun menjadi terhambat. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja maksimal dan produktif.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezeki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS al-Jumu’ah:10)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang mukmin yang kuat (dalam iman dan tekadnya) lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing (dari keduanya) memiliki kebaikan, bersemangatlah (melakukan) hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mintalah (selalu) pertolongan kepada Allah, serta janganlah (bersikap) lemah…” (HR Muslim (no. 2664))
- Tidak Amanah, Menyebabkan Sulit Dipercaya dan Menghambat Rezeki Halal
Amanah adalah sikap yang sangat penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Ketidakjujuran dan tidak amanah akan membuat seseorang sulit dipercaya, baik oleh manusia maupun oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akibatnya, rezeki yang halal pun menjadi terhambat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar.” (HR. Bukhari, no. 33 dan Muslim, no. 59).
Termasuk dalam hal ini adalah tidak amanah dalam melunasi utang. Penting diketahui bahwa utang akan menyusahkan seorang hamba di akhirat. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah, no. 2414. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)
Baca juga: Apakah Investasi Hanya untuk Orang Kaya? Temukan 4 fakta ini
- Suka Bermaksiat Juga Menghalangi Rezeki Datang
Perbuatan maksiat tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga bisa menghalangi datangnya rezeki. Menjauhkan diri dari maksiat dan memperbanyak amal saleh akan membuka pintu rezeki yang lebih luas.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Dan sesungguhnya seseorang benar-benar dihalangi mendapatkan rezeki karena dosa yang dilakukan olehnya.” (HR. Ibnu Majah, hasan)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
"Barang siapa mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri; dan barang siapa mengerjakan keburukan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri." (QS. Al-Jathiyah: 15).
- Meninggalkan Shalat Shubuh dan Tidur di Pagi Hari
Shalat shubuh adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meninggalkan shalat shubuh dan tidur di pagi hari bisa menjadi penghalang rezeki. Bangun di pagi hari dan memulai aktivitas dengan shalat shubuh akan membawa keberkahan dan membuka pintu rezeki.
Kok bisa ya? Tidur pagi bisa jadi penghambat datangnya rezeki, hal ini disebabkan waktu pagi adalah waktu penuh berkah. Dari sahabat Shakhr Al-Ghamidiy radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar. Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim, no. 657)
Menghindari ketujuh penghalang di atas dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik adalah kunci utama dalam meraih rezeki yang berkah dan melimpah.
Semoga kita semua senantiasa diberi rezeki yang halal dan berkah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ingin belajar tentang investasi dan mengelola keuangan tanpa pelanggaran syariah? Pantau terus ya website Shafiq.id dan akun media sosial official SHAFIQ.
Alhamdulillah SHAFIQ, Penyelenggara Layanan Urun Dana Syariah Pertama yang telah mendapatkan Izin dari OJK dan diawasi DSN MUI. Menjadi Mini Bursa yang mempertemukan ribuan investor dengan ratusan pengusaha dalam platform investasi syariah digital.
Pastikan untuk daftar dan lengkapi datanya supaya bisa berinvestasi
_______________
Wajib diperhatikan!!
- Investasi pada efek (saham/sukuk) mengandung risiko tinggi. Pastikan memahami skema bisnisnya melalui prospektus yang disampaikan!
Sumber bacaan: