Berita
Rasio Profitabilitas, Pengertian, Tujuan dan Jenisnya
SHAFIQ Administrator
Minggu, 29-05-22

2 Min Read
Apa kabar SHAFIQers?

Investasi Apa yang Cocok untuk pemula?
Apa yang dimaksud dengan analisis laporan keuangan?
Rasio profitabilitas untuk mengukur apa?

Sering terdengar pernyataan ketika akan berinvestasi, “Analisis dulu laporan keuangannya supaya tahu kinerjanya”? Nah, Salah satu ukuran yang bisa anda gunakan dalam menilai apakah suatu perusahaan profitable atau tidak adalah dengan melihat rasio profitabilitas.

Apa Pengertian Rasio Profitabilitas dan Tujuannya?
Berdasarkan Investopedia, rasio profitabilitas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan bisnis untuk menghasilkan pendapatan relatif terhadap pendapatan, biaya operasi, aset, atau ekuitas.

Rasio profitabilitas menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang lebih tinggi seringkali lebih menguntungkan, tetapi rasio profitabilitas akan memberikan lebih banyak informasi jika dibandingkan dengan rasio profitabilitas perusahaan serupa, kinerja historis perusahaan itu sendiri, atau rata-rata industri.

Apa saja Jenis Rasio Profitabilitas?
Rasio profitabilitas adalah salah satu rasio yang paling populer yang digunakan dalam analisis keuangan, dan umumnya terbagi dalam dua kategori, yaitu margin ratios dan return ratios.

  • Margin ratios memberikan informasi kepada investor tentang kemampuan perusahaan untuk mengubah penjualan menjadi laba.
  • Return ratios berfungsi untuk memeriksa seberapa baik perusahaan menghasilkan return (keuntungan) bagi pemegang sahamnya.
Beberapa contoh umum rasio profitabilitas adalah berbagai jenis rasio dari Profit Margin, Return on Asset (ROA), dan Return on Equity (ROE). Lainnya termasuk pengembalian modal yang diinvestasikan (ROIC) dan pengembalian modal yang digunakan (ROCE).

Jenis Rasio Profitabilitas
  1. Profit margin adalah salah satu rasio profitabilitas yang umum digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan atau aktivitas bisnis menghasilkan uang. Rasio ini mewakili seberapa besar persentase penjualan yang berubah menjadi keuntungan.

    Misalnya, jika sebuah perusahaan melaporkan profit margin sebesar 35%, berarti perusahaan tersebut memiliki laba bersih Rp0,35 untuk setiap rupiah penjualan yang dihasilkan. Profit margin digunakan oleh kreditur, investor, dan bisnis itu sendiri sebagai indikator kesehatan keuangan, keterampilan manajemen, dan potensi pertumbuhan perusahaan. Beberapa jenis profit margin digunakan untuk mengukur profitabilitas perusahaan antara lain seperti gross profit margin, operating margin, pre-tax profit margin, dan net profit margin.

    Secara singkat, Gross profit margin mengukur seberapa banyak yang dihasilkan perusahaan setelah memperhitungkan Harga Pokok Penjualan (HPP). Operating margin adalah profitabilitas perusahaan setelah dikurangi HPP dan biaya operasional. Pre-tax profit margin menunjukkan profitabilitas perusahaan setelah memperhitungkan biaya non-operasional. Net profit margin adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

  2. ROA adalah rasio keuangan yang menunjukkan seberapa menguntungkan perusahaan dalam kaitannya dengan total asetnya. Investor dapat menggunakan ROA untuk menentukan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan keuntungan.

    ROA dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aset. ROA yang lebih tinggi berarti perusahaan lebih efisien dan produktif dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan keuntungan, sedangkan ROA yang lebih rendah menunjukkan ada ruang untuk perbaikan. Rasio ini akan lebih dapat memberikan informasi, jika anda membandingkan ROA perusahaan dalam industri yang sama karena mereka memiliki basis aset yang sama.

  3. ROE adalah rasio kunci bagi pemegang saham karena mengukur kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pengembalian atas investasi ekuitasnya. ROE, dihitung sebagai laba bersih dibagi ekuitas pemegang saham. Bagaimana menentukan ROE yang baik? Rule of thumb yang baik, apabila perusahaan memiliki target ROE yang sama atau di atas rata-rata sektor/industri perusahaan.
Nantikan, penjelasan lengkapnya untuk setiap rasio pada artikel-artikel selanjutnya.

Sudah siap berinvestasi? Silahkan DAFTAR SEBAGAI PEMODAL kemudian Pelajari Prospektus Usaha DAFTAR INVESTASI serta informasi lainnya untuk Berinvestasi secara Aman

Masih belum paham seputar Investasi Syariah? Silahkan cek artikel pilihan kami di Artikel seputar Securities Crowdfunding, tingkatkan literasi sebelum memutuskan berinvestasi.

Dapatkan informasi terbaru pilihan dan berbagai event yang meningkatkan pemahaman bidang Investasi Syariah. Yuuks join di Telegram Channel "SHAFIQ - INVESTASI SYARIAH", caranya klik link https://t.me/shafiqid, kemudian join.


Baca juga :
Cara Mudah Berinvestasi melalui Platform SCF Syariah
Jika sudah siap dengan dasar yang kuat dan memahami resiko dalam berinvestasi maka silakan ikuti cara mudah berinvestasi melalui platform SCF Syariah