Berita & Artikel
Kenapa Harga Bitcoin Turun? Ini Analisis dan Prediksi yang Perlu Kamu Tahu
SHAFIQ Administrator
Jumat,
05-12-25
Kenapa bitcoin turun? | 3 Min read
Sudah bukan bearish lagi, ini mah beruangnya ngamuk
Apalagi nih tipsnya atau motivasi agar nggak galau….
Harga Bitcoin kembali bikin heboh. Mengutip Kompas, pada Kamis (4/12/2025) BTC berada di sekitar 93.000 dollar AS, turun sekitar 26% dari puncak tertingginya. Banyak yang panik, banyak juga yang bingung: sebenernya kenapa sih Bitcoin anjlok?
Mari kita bahas tipis-tipis faktor utamanya.
- Whale Jualan Besar-Besaran
Menurut James Butterfill (Coin Shares), para whale — pemegang BTC dalam jumlah raksasa — kembali melakukan aksi jual massal. Ini siklus rutin yang biasanya terjadi setiap empat tahun. Sejak September, lebih dari 20 miliar USD BTC sudah dilepas. Akibatnya? Pasar jadi rapuh dan harga gampang jatuh.
- Posisi Leverage Banyak Terlikuidasi
Analis Bloomberg, Brendan Fagan, bilang penyebab lain adalah likuiditas leverage. Leverage = trading pakai uang pinjaman. Ketika harga turun, bursa langsung “nutup” posisi trader → makin banyak posisi terlikuidasi → tekanan jual makin kuat. Efek dominonya bikin harga BTC makin terperosok.
- Ketidakpastian Kebijakan The Fed
Sentimen global juga tidak mendukung. The Fed belum memberi kejelasan soal arah kebijakan suku bunga. Menurut analis Wintermute: “Ketidakpastian ini membuat investor menghindari aset berisiko seperti kripto.” Saat suku bunga tidak pasti, investor cenderung pindah ke instrumen yang lebih aman — membuat Bitcoin makin tertekan.
Baca Juga:
Prediksi Harga Bitcoin, Turun Lagi atau Rebound?
Proteksi Harga Mulai Diborong. Banyak trader membeli downside protection, tanda pasar sedang mengantisipasi: Level USD 85.000 dan Tambahan proteksi di USD 82.000. Ini menunjukkan kekhawatiran bahwa harga masih bisa turun dalam jangka pendek.
Percakapan Warganet Ikut Panas. Data platform Santiment menunjukkan dua kubu besar:
- Kubu pesimis - harga bisa jatuh ke kisaran USD 20.000–70.000
- Kubu optimis - harga bisa bangkit ke USD 100.000–130.000
Karena sentimennya sangat terbelah, arah Bitcoin jangka pendek jadi makin sulit ditebak.
Fear & Greed Index Jatuh ke Level “Extreme Fear”
Indeks sentimen pasar kripto turun ke skor 14, salah satu yang terendah sejak Februari. Analis BTC Markets, Rachael Lucas, menyebut:
- Momentum melemah
- Volume transaksi turun
- Aliran dana masuk makin kecil
Kombinasi ini menggerus kepercayaan pasar dalam jangka pendek.
Bull vs Bear, Tarik-Menarik Sentimen
Menurut Nic Puckrin (Coin Bureau), kondisi pasar saat ini seperti perang antara berita baik dan buruk.
- Tekanan: peluang pemotongan suku bunga The Fed kecil
- Penopang: laporan keuangan Nvidia yang kuat bikin harga BTC nggak jatuh lebih dalam
Jika sentimen positif bertahan, BTC berpeluang naik ke USD 107.500. Tapi, pergerakan beberapa minggu ke depan tetap bergantung pada likuiditas, regulasi, dan arus investasi institusi.
Gimana masih galau?
Mau Tenang? Pilih Investasi yang Legal dan Sesuai Prinsip SYariah
Di tengah volatilitas ekstrem aset kripto, penting untuk memilih berinvestasi di platform yang legal, diawasi regulator (OJK), dan memberikan dampak nyata.
Untuk pilihan yang lebih stabil, etis, dan sesuai prinsip syariah.
SHAFIQers bisa memilih investasi di sektor riil UMKM Indonesia bersama SHAFIQ,
- Legal, logis dan membantu pertumbuhan ekonomi umat.
- Cocok untuk persiapan tujuan keuangan jangka panjang.
Bersama SHAFIQ, jadikan investasi lebih nyaman dan penuh keberkahan.
Baca Juga:
_______________
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.