Berita & Artikel
6 Langkah Menghindari Saham Gorengan di Pasar Modal
SHAFIQ Administrator
Rabu, 25-02-26

Saham Gorengan dan Cara Menghindarinya! | 3 Min read

Gorengan? Kita sedang tidak bahas ‘menu buka favorit warga +62’
Ini bahasan yang sedang ramai di media!

Saham gorengan merujuk pada saham yang harganya didorong naik secara artifisial oleh pihak tertentu melalui manipulasi, penggelembungan volume, atau transaksi spekulatif jangka pendek.

Kenaikan harga tidak lahir dari peningkatan kinerja perusahaan, melainkan dari permainan pasar. Umumnya, saham ini berasal dari emiten dengan:
  1. Fundamental bisnis lemah
  2. Kapitalisasi pasar kecil
  3. Likuiditas rendah
  4. Informasi publik yang terbatas

Dalam waktu singkat, harga bisa melonjak tajam—namun penurunannya sering kali sama cepat dan dalam.

Baca Juga:

5 Ciri-Ciri Saham Gorengan yang Perlu Diwaspadai

Mengutip Beritasatu berikut Ciri Saham Gorengan yang patut dipahami agar tidak terjebak euforia sesaat:
  1. Lonjakan volume tanpa informasi resmi
    Aktivitas transaksi meningkat drastis, tetapi tidak ada keterbukaan informasi dari emiten. Ini bisa menjadi sinyal adanya pihak yang sedang “menggoreng” harga.

  2. Fundamental perusahaan rapuh
    Pendapatan tidak stabil, kerugian berulang, atau laporan keuangan sulit diakses publik menjadi indikasi bahwa harga saham tidak ditopang nilai riil.

  3. Fluktuasi harga ekstrem
    Harga bisa naik 20–30 persen dalam hitungan hari, lalu kembali turun tajam. Pola seperti ini mencerminkan volatilitas yang tidak sehat.

  4. Free float rendah
    Jumlah saham yang beredar di publik terbatas, sehingga harga relatif mudah dikendalikan oleh segelintir pihak.

  5. Tidak ada katalis bisnis yang jelas
    Kenaikan harga tidak diiringi peningkatan laba, kontrak baru, atau ekspansi usaha yang terukur.

6 Cara Menghindari Saham Gorengan Agar Lebih Tenang dan Rasional

Saham gorengan kerap menjadi jebakan bagi investor pemula. Karena itu, disiplin dan pemahaman risiko menjadi fondasi utama sebelum mengambil keputusan.

Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
  1. Kesadaran investor menjadi kunci utama
    Sebelum membeli saham, pastikan Anda memahami dengan jelas aset yang dipilih melalui analisis laporan keuangan dan prospektus perusahaan.

  2. Lakukan riset secara mendalam
    Tinjau kinerja historis, kondisi keuangan, prospek bisnis ke depan, serta posisi kompetitif perusahaan di industrinya.

  3. Bersikap waspada terhadap janji imbal hasil tinggi dalam waktu singkat
    Investasi yang sehat umumnya memberikan pertumbuhan nilai secara bertahap, bukan lonjakan instan.

  4. Pastikan informasi yang digunakan berasal dari sumber terpercaya
    Hindari mengambil keputusan berdasarkan rumor atau kabar yang belum terverifikasi.

  5. Pahami industri tempat perusahaan beroperasi
    Mengenali tren, risiko, dan potensi pertumbuhan sektor terkait akan membantu investor menilai kualitas saham secara lebih objektif.

  6. Diversifikasi portofolio langkah efektif untuk menekan risiko
    Dengan menyebar investasi ke berbagai sektor dan tingkat risiko, investor dapat mengurangi ketergantungan pada satu saham atau satu industri tertentu.

Penting! Jaga Jarak dari Spekulasi Berlebihan

Dalam kerangka ekonomi syariah, praktik manipulasi harga dan spekulasi ekstrem bertentangan dengan prinsip keadilan dan transparansi. Investasi idealnya bertumpu pada nilai riil, aktivitas usaha yang jelas, serta pembagian risiko yang seimbang.

Momentum Ramadhan sering kali menjadi pengingat untuk menahan diri—bukan hanya dalam konsumsi, tetapi juga dalam mengambil keputusan finansial. Menjauh dari praktik yang bersifat gharar dan berlebihan adalah bagian dari ikhtiar menjaga keberkahan harta.

Penting! Tetap Berpikir untuk Jangka Panjang
Saham gorengan mungkin menawarkan sensasi cepat, tetapi stabilitas finansial dibangun dari keputusan yang sadar dan terukur. Bagi investor, terutama yang sedang membangun fondasi, ketenangan sering kali lebih berharga daripada euforia sesaat.

Tetap berinvestasi pada sektor riil dengan prinsip syariah sebagai bagian dari pendorong pertumbuhan ekonomi secara langsung.

Shafiq.id memberikan pilihan instrumen investasi dari berbagai sektor dengan mengedepankan prinsip mendukung bisnis UMKM di Indonesia—membuka ruang investasi yang lebih transparan, produktif, dan berkelanjutan.

Baca Juga:

_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta sesuai prinsip DSN-MUI.

Mau Mulai Investasi, Tapi Masih Ragu?
  • Sebelum ambil keputusan, pastikan kamu paham cara kerjanya:
  • Investasi yang baik selalu dimulai dari literasi yang cukup.
  • Jangan hanya fokus pada potensi imbal hasil.
  • Pahami juga model bisnis, risiko, dan legalitasnya.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:
Share
slider-mobile