Berita & Artikel
WADUH! Kenapa Bitcoin Turun Dratis? Ini Penyebabnya
SHAFIQ Administrator
Selasa,
07-04-26
Bitcoin Turun Lagi, Kenapa sih?l | 3 Min read
Bitcoin pernah berada di titik harga nyaris nol pada awal kemunculannya. Sejak saat itu, aset kripto ini dikenal memiliki volatilitas ekstrem—bisa naik tajam, tapi juga jatuh dalam waktu singkat.
Dalam periode terbaru (2024–2026), fluktuasi ini kembali terlihat jelas. Setelah sempat mencetak rekor harga tinggi, Bitcoin mengalami koreksi signifikan yang membuat banyak investor terkejut.
Fenomena ini bukan hal baru. Justru, penurunan tajam adalah bagian dari siklus alami pasar kripto.
Baca Juga:
Contoh Penurunan Signifikan Bitcoin Terbaru
Dalam beberapa waktu terakhir, ada dua momen yang cukup mencolok:
- Flash Crash Februari 2026
Harga Bitcoin turun tajam ke kisaran USD 60.000–65.000. Penurunan ini dipicu oleh likuidasi besar-besaran, terutama dari pelaku institusi yang menggunakan leverage.
- Koreksi “Crypto Winter” Akhir 2025
Setelah mencapai all-time high (ATH) di atas USD 120.000 pada Oktober 2025, harga Bitcoin terkoreksi sekitar 30% dalam waktu singkat hingga di bawah USD 90.000.
Kedua peristiwa ini menunjukkan bahwa bahkan di fase bullish, risiko koreksi tetap sangat besar.
7 Alasan Kenapa Harga Bitcoin Bisa Turun Drastis?
Penurunan Bitcoin biasanya bukan karena satu faktor, melainkan kombinasi berbagai hal.
- Kebijakan Suku Bunga Global
Kebijakan bank sentral seperti Federal Reserve sangat berpengaruh. Saat suku bunga naik, investor cenderung memindahkan dana ke instrumen yang lebih aman. Akibatnya, aset berisiko seperti Bitcoin ditinggalkan.
- Sentimen Pasar dan Efek FUD
Pasar kripto sangat dipengaruhi psikologi. Ketika muncul FUD (fear, uncertainty, doubt), investor ritel cenderung panik dan menjual asetnya. Panic selling ini mempercepat penurunan harga.
- Likuidasi Paksa (Leverage Effect)
Banyak trader menggunakan leverage untuk memperbesar potensi keuntungan. Namun saat harga turun, sistem otomatis akan menjual aset mereka untuk menutup pinjaman. Inilah yang memicu efek domino atau flash crash.
- Ketidakpastian Regulasi
Isu pelarangan kripto atau regulasi ketat dari negara besar sering menjadi pemicu aksi jual. Investor, terutama institusi, cenderung menghindari aset dengan ketidakpastian hukum tinggi.
- Kondisi Geopolitik Global
Konflik antar negara, krisis energi, hingga ketegangan ekonomi global membuat investor beralih ke mode “risk-off”. Dalam kondisi ini, aset kripto biasanya menjadi salah satu yang pertama dilepas.
- Aksi Jual oleh Whales
Pemegang Bitcoin dalam jumlah besar (whales) memiliki pengaruh besar terhadap pasar. Ketika mereka menjual dalam jumlah besar, harga bisa turun drastis dalam waktu singkat.
- Siklus Halving Bitcoin
Bitcoin memiliki siklus alami sekitar 4 tahunan. Biasanya, setelah fase kenaikan (bull run), akan terjadi koreksi besar (bear market) sebagai penyesuaian harga.
4 Risiko yang Harus Dipahami Investor Bitcoin
Volatilitas tinggi memang membuka peluang cuan besar, tapi juga risiko kerugian yang tidak kecil. Beberapa risiko utama:
- Fluktuasi harga ekstrim dalam waktu singkat
- Ketergantungan pada sentimen pasar
- Minimnya fundamental seperti aset riil
- Risiko regulasi di berbagai negara
Antara Spekulasi dan Strategi?
Bitcoin sering dianggap sebagai aset masa depan, tapi pendekatannya tidak bisa disamakan dengan investasi konvensional.
Bagi investor, penting untuk memahami bahwa kripto lebih dekat ke aset spekulatif dibanding instrumen stabil. Karena itu, strategi seperti diversifikasi dan manajemen risiko menjadi kunci utama.
Pergerakan Bitcoin yang ekstrem menunjukkan bahwa potensi keuntungan selalu datang beriringan dengan risiko besar.
Bagi investor yang menginginkan stabilitas jangka panjang, mempertimbangkan instrumen berbasis sektor riil bisa menjadi alternatif. Terutama investasi syariah yang mengedepankan transparansi dan nilai kebermanfaatan tanpa ada pelanggaran syariah.
Platform seperti Shafiq.id membuka peluang investasi yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nyata, khususnya UMKM.
Baca Juga:
=====
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI.
Mau Mulai Investasi, Tapi Masih Ragu?
Sebelum ambil keputusan, pastikan kamu paham cara kerjanya:
- Investasi yang baik selalu dimulai dari literasi yang cukup.
- Jangan hanya fokus pada potensi imbal hasil.
- Pahami juga model bisnis, risiko, dan legalitasnya.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: Diolah dari data historis pergerakan Bitcoin dan analisa pasar kripto global.