IHSG Naik atau Turun | 3 Min read
Apa kabar SHAFIQers?
“Belakangan ini, apakah kamu ikut memperhatikan pergerakan IHSG?”
Ada yang panik saat pasar saham turun tajam. Ada juga yang justru mulai bertanya, "Apakah ini saat yang tepat untuk mulai melirik peluang investasi?"
Memang, ketika pasar bergerak naik atau turun dengan cepat, banyak investor mulai mencari jawaban tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Kabar terbarunya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah mengalami koreksi cukup dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan investor?
Baca Juga:
Mengutip pemberitaan iNews.id, riset Henan Putihrai Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG berpeluang memasuki fase pemulihan setelah sebelumnya mengalami koreksi hingga lebih dari 41 persen dari level tertingginya.
Pada Januari 2026, IHSG sempat berada di level 9.134. Namun pada 8 Juni 2026 indeks turun hingga menyentuh level 5.324.
Menariknya, setelah mencapai titik terendah tersebut, IHSG langsung memantul sekitar 10,9 persen hanya dalam dua hari perdagangan dan kembali bergerak ke area 5.900-an.
Menurut riset tersebut, kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual yang sangat besar mulai mereda dan pasar berpotensi memasuki fase normalisasi.
Secara sederhana, fase normalisasi adalah periode ketika pasar mulai bergerak menuju kondisi yang lebih stabil setelah mengalami penurunan tajam.
Berdasarkan analisis historis terhadap berbagai siklus koreksi besar di Indonesia, setelah fase penurunan berakhir, pasar biasanya memasuki periode pemulihan secara bertahap.
Target teknikal fase normalisasi yang dihitung Henan Putihrai Sekuritas berada di sekitar level 7.229. Artinya, masih terdapat potensi kenaikan apabila proses pemulihan berjalan sesuai pola historis.
Namun perlu diingat, potensi bukan berarti kepastian.
Meski peluang pemulihan mulai terlihat, investor tetap perlu memperhatikan beberapa faktor penting berikut:
Investor perlu memperhatikan perkembangan kebijakan ini karena dapat memengaruhi pergerakan pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Tujuan Investasi untuk Memperoleh Keuntungan, Pasti nggak sih?
Memperhatikan kondisi terbaru dan berbagai kemungkinan ‘ups and down’ yang muncul maka,
Mengutip Kompas.com, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini merupakan perkembangan positif. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pergerakan pasar saham pada dasarnya akan selalu diwarnai fluktuasi.
Menurutnya, setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, koreksi sesaat merupakan hal yang wajar sebelum tren penguatan kembali berlanjut. Pernyataan tersebut disampaikan Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Ketika pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, investor tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan hanya karena takut ketinggalan momentum (FOMO).
Sebaliknya, gunakan momen ini untuk:
Karena investasi bukan tentang menebak pergerakan pasar dalam satu atau dua hari, melainkan membangun strategi yang konsisten dalam jangka panjang.
Selain pasar saham, investor juga dapat mempertimbangkan diversifikasi ke investasi berbasis sektor riil.
Melalui Securities Crowdfunding (SCF) Syariah, investor dapat berpartisipasi dalam pendanaan berbagai bisnis dan usaha produktif yang membutuhkan modal untuk berkembang. Pahami ‘2 Sinyal Penting’ ini dulu ya,
Karena dalam investasi, yang terpenting bukan hanya ikut naik saat pasar menguat, tetapi juga mampu tetap tenang ketika pasar bergerak turun.
Baca Juga:
Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: