Berita & Artikel
Tujuan Investasi untuk Memperoleh Keuntungan, Pasti nggak sih?
SHAFIQ Administrator
Kamis, 18-07-24

Tujuan investasi syariah | 2 min read

Investasi menjadi topik yang semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama dengan berkembangnya teknologi digital yang memudahkan akses ke berbagai jenis investasi.

Mengutip data BPS dan OJK, Saat ini Generasi milenial yang terjun ke dunia investasi meningkat sebesar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, yaitu adanya peningkatan literasi keuangan, kemajuan teknologi, serta perubahan pola pikir terhadap pengelolaan keuangan.

Namun, sebelum terjun ke dunia investasi, penting bagi kita untuk memahami tujuan utama dari investasi itu sendiri yaitu, keuntungan yang dijanjikan… eehhh pasti nggak sih?

Baca juga: Sudah tahu skema Imbal Hasil di SHAFIQ?

Apa Itu Investasi?

Investasi adalah proses menanamkan sejumlah dana atau aset pada sesuatu dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Secara sederhana, investasi berarti menunda konsumsi saat ini untuk memperoleh manfaat yang lebih besar di masa yang akan datang.

Eduardus Tandelilin menjelaskan, investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang.

Sedangkan menurut Lypsey (1997), investasi adalah pengeluaran barang yang tidak dikonsumsi saat ini dimana berdasarkan periode waktunya, investasi terbagi menjadi tiga diantaranya adalah investasi jangka pendek, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang.

Baca juga: Apakah Aman Berinvestasi di SHAFIQ?

Apa Keuntungan Investasi untuk Masa Depan?

Investasi menawarkan berbagai keuntungan yang bisa sangat bermanfaat untuk masa depan kita, di antaranya:

  1. Pertumbuhan Aset
    Melalui investasi, kita bisa melihat nilai aset kita bertambah seiring waktu. Misalnya, investasi saham dapat memberikan dividen dan capital gain yang signifikan.

  2. Mengalahkan Inflasi
    Dengan berinvestasi, kita bisa menjaga daya beli uang kita dari penurunan akibat inflasi. Investasi dengan return di atas inflasi bisa memastikan nilai uang kita tetap stabil atau bahkan meningkat.

  3. Pensiun yang Lebih Nyaman
    Investasi jangka panjang dapat membantu kita mempersiapkan masa pensiun dengan lebih baik. Dengan memulai investasi sejak dini, kita bisa menikmati hari tua dengan lebih tenang.

  4. Diversifikasi Pendapatan
    Investasi memungkinkan kita memiliki sumber pendapatan tambahan selain dari pekerjaan utama. Misalnya, pendapatan dari sewa properti atau dividen saham.

Baca juga: Apa Saja Keuntungan Melakukan Investasi Syariah?

Ada Peluang Keuntungan, Ada Risiko Kerugian Juga

Seperti halnya usaha lainnya, investasi tidak hanya menawarkan peluang keuntungan, tetapi juga risiko kerugian. Penting untuk menyadari dan memahami risiko ini sebelum membuat keputusan investasi.

Risiko investasi bisa datang dari berbagai faktor, seperti:

  1. Fluktuasi Pasar
    Harga aset investasi bisa naik dan turun dengan cepat akibat berbagai faktor ekonomi, politik, dan sosial.

  2. Risiko Likuiditas
    Beberapa investasi mungkin tidak mudah dicairkan menjadi uang tunai saat dibutuhkan.

  3. Risiko Kredit
    Dalam investasi obligasi atau pinjaman, ada risiko bahwa pihak yang meminjam uang tidak dapat membayar kembali pinjaman beserta bunganya.

  4. Risiko Inflasi
    Nilai investasi bisa tergerus inflasi jika return yang diperoleh lebih rendah dari laju inflasi.

  5. Risiko Perusahaan
    Investasi saham terkait dengan kinerja perusahaan. Jika perusahaan mengalami masalah, harga sahamnya bisa turun drastis.

Baca juga: Investasi Shafiq dengan ratusan Miliar dana yang tersalurkan dan ribuan Investor aktif

Keputusan Investasi dan Tips Melakukannya

Mengambil keputusan investasi yang tepat memerlukan pemahaman dan perencanaan yang matang. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:

  1. Kenali Profil Risiko
    Setiap orang memiliki toleransi risiko yang berbeda. Penting untuk memahami sejauh mana kita bisa menerima risiko sebelum memilih jenis investasi.

  2. Diversifikasi Investasi
    Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Diversifikasi investasi bisa mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan.

  3. Lakukan Riset
    Sebelum berinvestasi, lakukan riset mendalam tentang instrumen investasi yang dipilih. Pahami potensi keuntungan dan risikonya.

  4. Konsistensi dan Kesabaran
    Investasi adalah perjalanan jangka panjang. Konsisten dalam berinvestasi dan bersabar dalam menghadapi fluktuasi pasar sangat penting.

  5. Gunakan Platform Terpercaya
    Pilih platform investasi yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Misalnya, shafiq.id sebagai penyelenggara investasi syariah digital di Indonesia bisa menjadi pilihan tepat untuk memulai investasi.
Menyadari adanya risiko kerugian akan membantu kita membuat strategi investasi yang lebih baik dan mengelola portofolio dengan bijak. Diversifikasi, pemahaman mendalam tentang investasi yang dipilih, dan kesadaran terhadap kondisi pasar adalah langkah-langkah penting untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan.

Investasi adalah langkah penting dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Dengan memahami dasar-dasar investasi, manfaat yang ditawarkan, serta cara mengambil keputusan yang bijak, kita bisa memaksimalkan potensi keuntungan dan mencapai tujuan keuangan kita dengan lebih pasti.

Baca juga: Cara Perhitungan Imbal Hasil pada Sukuk

Melalui SHAFIQ sebagai Platform Investasi Syariah Digital, para pengusaha akan mendapatkan peluang meraih modal bisnis hingga 10 miliar untuk mengembangkan serta menjalankan proyeknya saat ini.

Alhamdulillah SHAFIQ sebagai Penyelenggara Layanan Urun Dana Syariah Pertama yang telah mendapatkan Izin dari OJK dan diawasi DSN MUI. Telah mempertemukan ribuan investor dengan ratusan pengusaha dalam platform investasi syariah digital.

Jadi tunggu apa lagi, yuk kita ikut menjadi bagian dari Investasi Berjamaah, Daftar sekarang juga!
______________________
SHAFIQ adalah ‘mini bursa’ yang mempertemukan para pengusaha UMKM atau Startup dengan para Pemodal. Melalui Platform Investasi Syariah berbasis teknologi digital yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta diawasi DSN-MUI.

Wajib diperhatikan!!
  • Investasi pada efek (saham/sukuk) mengandung risiko tinggi. Pastikan memahami skema bisnisnya melalui prospektus yang disampaikan ya!
Share
slider-mobile