Berita & Artikel
Mengenal Prinsip High Risk High Return
SHAFIQ Administrator
Rabu, 29-07-26

High risk high return Investasi | 3 Min read

Pernah lihat orang membagikan keuntungan investasi yang fantastis di media sosial, lalu muncul keinginan untuk ikut?

Wajar. Tapi sebelum tergoda, ada satu prinsip dasar dalam dunia investasi yang wajib dipahami, yaitu high risk, high return.

Artinya, semakin besar potensi keuntungan yang ditawarkan, biasanya semakin besar pula risiko kerugian yang harus siap ditanggung.

Karena itu, jangan hanya melihat potensi cuannya. Pastikan juga kamu memahami risiko di baliknya.

Baca Juga:

Apa Itu High Risk, High Return?

Prinsip ini menggambarkan hubungan antara risiko (risk) dan potensi keuntungan (return) dalam sebuah investasi.

The risk-return tradeoff indicates that investments with higher potential returns, carry a greater possibility of substantial losses. Managing these assets requires aligning choices with personal risk tolerance, utilizing diversification, and conducting thorough research. (Investopedia)

Sebagai contoh:

  1. Investasi dengan potensi keuntungan tinggi umumnya memiliki fluktuasi harga yang lebih besar sehingga nilainya bisa naik maupun turun dengan cepat.
  2. Sebaliknya, instrumen yang relatif stabil biasanya menawarkan imbal hasil yang lebih rendah, tetapi risikonya juga lebih kecil.

Tidak ada investasi yang mampu memberikan keuntungan tinggi tanpa risiko.

Pilih Investasi Sesuai Profil Risiko

Setiap orang memiliki tujuan dan kemampuan menghadapi risiko yang berbeda. Misalnya:

  1. Jika tujuanmu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang dan tidak nyaman melihat harga investasi naik turun setiap hari, instrumen berisiko lebih rendah bisa menjadi pilihan.
  2. Namun jika memiliki tujuan jangka panjang, memahami risikonya, dan siap menghadapi fluktuasi, kamu dapat mempertimbangkan instrumen dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Yang terpenting, jangan memaksakan diri mengikuti pilihan orang lain.

Baca Juga:

Jangan FOMO Melihat Keuntungan Orang Lain

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah berinvestasi hanya karena melihat orang lain memperoleh keuntungan besar.

Padahal yang terlihat biasanya hanya hasil akhirnya. Kita tidak melihat berapa lama mereka berinvestasi, berapa kali mengalami kerugian, atau seberapa besar risiko yang mereka hadapi.

Karena itu, hindari mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan tren atau unggahan di media sosial.

Fokus pada Tujuan Keuangan

Sebelum memilih instrumen investasi, tanyakan pada diri sendiri:

  1. Apa tujuan investasi?
  2. Berapa lama dana ini akan digunakan?
  3. Apakah saya siap jika nilainya turun?
  4. Apakah dana yang digunakan merupakan uang dingin?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan membantu memilih investasi yang lebih sesuai.

Prinsip high risk, high return mengajarkan bahwa keuntungan dan risiko selalu berjalan beriringan. Tidak ada instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi tanpa konsekuensi risiko.

Karena itu, jadilah investor yang bijak. Pelajari produknya, pahami profil risiko diri sendiri, dan jangan mudah tergiur oleh janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Di SHAFIQ, setiap peluang investasi dilengkapi dengan informasi dan prospektus yang dapat dipelajari terlebih dahulu agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih rasional dan sesuai prinsip syariah.

Baca Juga:

_______________

Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Share
slider-mobile