Berita & Artikel
Terjebak Hedonic Treadmill? Ini Alasan Gaji Besar Belum Tentu Bikin Kaya
SHAFIQ Administrator
Rabu, 05-08-26

Terjebak Hedonic Treadmill? | 3 Min read

Gaji naik, tapi tabungan tetap segitu-segitu aja? Atau malah makin besar penghasilan, makin besar juga pengeluaran? Kalau iya, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam fenomena yang disebut hedonic treadmill.

Istilah ini diperkenalkan dalam dunia psikologi untuk menggambarkan kecenderungan seseorang yang terus mengejar standar hidup lebih tinggi setelah memperoleh peningkatan pendapatan atau kenyamanan.

Akibatnya, rasa puas hanya bertahan sebentar, lalu muncul keinginan baru yang membuat seseorang terus berlari tanpa pernah merasa cukup.

Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Dan bagaimana Islam memandang fenomena tersebut?

Baca Juga:


Apa Itu Hedonic Treadmill?

Hedonic treadmill adalah kondisi ketika seseorang cepat beradaptasi dengan peningkatan kondisi hidup. Setelah mendapatkan kenaikan gaji, bonus, atau membeli barang impian, rasa bahagia biasanya hanya berlangsung sementara. Tak lama kemudian muncul keinginan baru yang membuat pengeluaran ikut meningkat.

The hedonic treadmill, also known as hedonic adaptation, is the conjecture that humans quickly return to a relatively stable level of happiness (or sadness) despite major positive or negative events or life changes. According to this theory, as a person makes more money, expectations and desires rise in tandem, which results in no permanent gain in happiness. (Wikipedia)

Akibatnya, meski pendapatan bertambah, kondisi keuangan belum tentu menjadi lebih baik.

Mengapa Banyak Gen Z Mengalaminya?

Ada beberapa faktor yang membuat fenomena ini semakin sering terjadi.

  1. Gaya Hidup Ikut Naik
    Ketika penghasilan meningkat, standar hidup sering ikut berubah. Mulai dari mengganti gadget, kendaraan, tempat nongkrong, hingga memilih gaya hidup yang lebih mahal. Padahal, belum tentu semua kebutuhan tersebut benar-benar diperlukan.

  2. Terlalu Sering Membandingkan Diri
    Media sosial membuat kita mudah melihat pencapaian orang lain. Melihat teman liburan ke luar negeri, membeli rumah, atau memakai barang mewah sering kali memunculkan keinginan untuk mengikuti, meski kondisi keuangan belum siap.

  3. Sulit Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
    Diskon, promo, dan kemudahan pembayaran membuat banyak orang membeli sesuatu bukan karena membutuhkan, tetapi karena merasa sayang jika melewatkan kesempatan.

  4. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan
    Tanpa target yang jelas, kenaikan penghasilan biasanya langsung habis untuk konsumsi. Padahal, tambahan pendapatan seharusnya bisa digunakan untuk membangun aset atau memperkuat kondisi keuangan.

Dampaknya terhadap Keuangan

Jika terus dibiarkan, hedonic treadmill dapat menyebabkan:

  1. Pengeluaran selalu mengikuti kenaikan gaji.
  2. Sulit menabung dan berinvestasi.
  3. Dana darurat tidak terbentuk.
  4. Lebih rentan berutang demi mempertahankan gaya hidup.
  5. Merasa kurang terus meski penghasilan meningkat.

Ironisnya, seseorang bisa memiliki penghasilan besar tetapi tetap mengalami tekanan finansial.

Baca Juga:

Bagaimana Cara Keluar dari Jebakan Hedonic Treadmill?

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
    Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri, "Apakah saya benar-benar membutuhkan ini, atau hanya ingin memilikinya?"

  2. Tetapkan Target Keuangan
    Misalnya: Dana darurat, Membeli rumah, dana pendidikan anak, Dana haji atau umrah, dan Dana pensiun. Target yang jelas akan membantu mengendalikan pengeluaran.

  3. Tingkatkan Porsi Menabung dan Investasi
    Ketika penghasilan naik, jangan langsung menaikkan gaya hidup. Biasakan menaikkan jumlah tabungan atau investasi terlebih dahulu sebelum menambah pengeluaran konsumtif.

  4. Batasi Kebiasaan Membandingkan Diri
    Setiap orang memiliki perjalanan hidup dan kondisi finansial yang berbeda. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri, bukan pada pencapaian orang lain.

Bagaimana Islam Memandang Fenomena Ini?

Islam mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, tetapi dari hati yang merasa cukup.

Rasulullah ﷺ bersabda "Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah hati yang merasa cukup." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sikap qana'ah mengajarkan seorang muslim untuk menerima rezeki yang Allah berikan dengan penuh rasa syukur, tanpa kehilangan semangat untuk terus berikhtiar.

Qana'ah bukan berarti berhenti berkembang atau bermalas-malasan. Sebaliknya, seorang muslim tetap bekerja keras, meningkatkan kualitas diri, dan mencari rezeki yang halal, namun tidak menjadikan harta sebagai ukuran utama kebahagiaan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)

Rasa syukur membuat hati lebih tenang, sementara qana'ah menjaga kita agar tidak terus-menerus mengejar gaya hidup yang sebenarnya tidak diperlukan.

Meningkatkan Pendapatan Saja Tidak Cukup…

Hedonic treadmill adalah jebakan finansial yang dapat dialami siapa saja, termasuk mereka yang memiliki penghasilan besar. Karena itu, meningkatkan pendapatan saja tidak cukup.

Yang lebih penting adalah mengelola pengeluaran, memiliki tujuan keuangan yang jelas, serta membangun rasa syukur dan qana'ah dalam memandang rezeki.

Semoga Allah ﷻ memberikan kepada kita rezeki yang halal, harta yang berkah, hati yang selalu bersyukur, dan kemampuan untuk mengelolanya dengan bijaksana.

Baca Juga:

_______________

SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.



Share
slider-mobile