Berita & Artikel
Seimbang Dunia dan Akhirat
SHAFIQ Administrator
Selasa, 06-10-26

Antara Dunia dan Akhirat | 3 Min read

Apa kabar, SHAFIQers?

Dalam menjalani kehidupan, manusia tentu memiliki kebutuhan dan tujuan duniawi. Kita bekerja, membangun usaha, mengelola harta, merencanakan masa depan, dan berusaha memberikan kehidupan yang baik bagi keluarga. Namun, semua itu jangan sampai membuat kita lupa bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir.

Allah ﷻ berfirman,

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).

Ayat ini mengingatkan bahwa seorang muslim tetap diperbolehkan menikmati bagian dari kehidupan dunia, tetapi orientasi utamanya tidak berhenti pada kesenangan duniawi.

Baca Juga:

Dunia Bukan Tujuan Akhir

Kehidupan dunia adalah tempat manusia menjalani kehidupan sekaligus mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal. Karena itu, harta, pekerjaan, bisnis, dan berbagai kenikmatan yang Allah ﷻ berikan seharusnya dapat diarahkan kepada sesuatu yang lebih bernilai untuk kehidupan akhirat.

Qurthubi dalam Al Jaami’ li Ahkamil Qur’an (7: 199),

“Hendaklah seseorang menggunakan nikmat dunia yang Allah berikan untuk menggapai kehidupan akhirat yaitu surga. Karena seorang mukmin hendaklah memanfaatkan dunianya untuk hal yang bermanfaat bagi akhiratnya. Jadi ia bukan mencari dunia dalam rangka sombong dan angkuh.” 

Bagaimana Seharusnya Kita Memandang Harta dan Kehidupan Dunia?

Harta bukan sesuatu yang harus dijauhi. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana harta tersebut diperoleh dan untuk apa digunakan.

Bekerja untuk mendapatkan penghasilan, membangun bisnis, memiliki rumah, memenuhi kebutuhan keluarga, hingga berinvestasi dapat menjadi bagian dari kehidupan dunia. Namun, seorang muslim perlu memastikan bahwa aktivitas tersebut tidak membuatnya lalai terhadap kewajiban dan tujuan yang lebih besar.

Dengan kata lain, bukan dunia yang menjadi tujuan utama, melainkan bagaimana dunia dapat menjadi sarana menuju kebaikan di akhirat.

Baca Juga:

Seimbangkan Ikhtiar Dunia dengan Orientasi Akhirat

Menjalani kehidupan dengan baik bukan berarti meninggalkan dunia. Justru, kita dapat menggunakan kesempatan, kemampuan, dan harta yang Allah ﷻ berikan untuk melakukan berbagai kebaikan.

Bekerja dengan jujur, menjalankan bisnis secara amanah, memperoleh harta melalui cara yang halal, memenuhi kebutuhan keluarga, membantu sesama, serta menggunakan harta untuk amal kebaikan merupakan bagian dari upaya menjadikan kehidupan dunia lebih bermakna.

Pada akhirnya, dunia adalah tempat persinggahan, sedangkan akhirat adalah kehidupan yang kekal. Maka, jangan sampai kesibukan mengejar sesuatu yang sementara membuat kita melupakan kehidupan yang abadi.

Semoga Allah ﷻ menjadikan pada benak dan tujuan hidup kita adalah negeri akhirat yang kekal abadi.

Baca Juga:

_______________

SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:

Share
slider-mobile