Yuk Merdeka Finansial! | 3 Min read
Apa kabar, SHAFIQers?
Kalau mendengar istilah merdeka finansial, apa yang langsung terlintas di pikiranmu?
Punya banyak uang?
Tidak punya utang?
Bisa beli apa saja tanpa khawatir saldo berkurang?
Mengutip muslim.or.id bahwa Islam memandang harta sebagai perantara, sehingga wajib hukumnya dimanfaatkan sebaiknya-baiknya demi mendapatkan kebahagiaan di alam akhirat.
Harta kekayaan adalah nikmat serta kebaikan apabila menjadi jalan menuju kesuksesan akhirat. Maka memprioritaskan untuk hal yang lebih bermanfaat agar tidak dilalaikan dalam mengingat Allah.
Oleh karena itu, harta yang baik adalah yang bermanfaat bagi seorang hamba, menunjang ketaatan kepada Allah Ta’ala dan harta yang membuat pemiliknya ikut andil di dalam mensejahterakan kaum muslimin.
Karena itu, merdeka finansial bukan berarti harus kaya raya.
Lalu, seperti apa sebenarnya kondisi merdeka finansial yang bisa kita usahakan?
Baca Juga:
Menurut KBBI, merdeka memiliki makna bebas dari perhambaan atau penjajahan, lepas dari tuntutan, serta tidak terikat atau bergantung kepada pihak tertentu.
Jika dikaitkan dengan kondisi keuangan, merdeka finansial dapat dimaknai sebagai kemampuan seseorang untuk mengelola kehidupannya secara finansial tanpa terus-menerus berada dalam tekanan atau ketergantungan finansial.
Tetapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh seorang Muslim harta bukan tujuan akhir.
Harta merupakan amanah dan sarana yang seharusnya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Kekayaan menjadi sebuah nikmat ketika dapat menunjang kebutuhan hidup, membantu sesama, mendukung ketaatan kepada Allah, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Jadi, jangan sampai mengejar kebebasan finansial justru membuat kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta.
Merdeka finansial juga berarti merdeka dari cara memperoleh dan menggunakan harta yang bertentangan dengan syariat.
Ada satu hal yang sering terlupakan ketika membicarakan keuangan rasa cukup.
Kita bisa saja memiliki target penghasilan Rp10 juta, kemudian merasa harus Rp20 juta. Setelah mencapai Rp20 juta, target berubah menjadi Rp50 juta. Begitu seterusnya.
Bukan berarti memiliki target finansial itu salah. Justru target diperlukan agar kita memiliki arah. Namun, jangan sampai keinginan untuk memiliki lebih banyak membuat kita lupa mensyukuri apa yang sudah dimiliki.
Diriwayatkan dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al Anshary, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga, dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib).
Berdasarkan hadis di atas, qana’ah adalah mensyukuri apa yang dianugerahkan oleh Allah Ta’ala kepada kita. Itulah kebahagiaan yang hakiki. Semakin banyak kita bersyukur, semakin bertambah pula nikmat yang diberikan oleh Allah Ta’ala.
Baca Juga:
Qana'ah adalah mampu menerima dan mensyukuri rezeki Allah, sembari tetap berikhtiar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Dengan begitu, kita bisa mengejar target finansial tanpa menjadikan harta sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan.
6 Hal yang Bisa Diusahakan Menuju Merdeka Finansial
Merdeka finansial tentu tidak terjadi dalam semalam. Ada proses dan kebiasaan yang perlu dibangun. Berikut beberapa hal yang bisa mulai kamu perhatikan:
Merdeka finansial bukan sekadar punya saldo besar. Bukan pula berarti harus memiliki rumah mewah, mobil mahal, atau penghasilan fantastis.
Merdeka finansial bisa dimulai ketika kita mampu,
Mengelola pemasukan dengan bijak, memenuhi kebutuhan, mengendalikan utang, memiliki persiapan untuk masa depan, membangun aset secara bertahap, serta memastikan harta diperoleh dan digunakan sesuai syariat.
Dan yang tidak kalah penting, kita tetap memiliki syukur dan qana'ah atas rezeki yang Allah berikan.
Karena pada akhirnya, sebanyak apa pun harta yang dimiliki, kalau hati selalu merasa kurang, kita tidak akan pernah benar-benar merasa cukup.
Sebaliknya, ketika harta dikelola dengan baik, diperoleh melalui cara yang halal, dan digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat, insya Allah harta tersebut dapat menjadi jalan menuju kebaikan.
Sebagai penyelenggara Securities Crowdfunding (SCF) Syariah, SHAFIQ mempertemukan masyarakat yang ingin berinvestasi secara urunan dengan pelaku usaha yang membutuhkan permodalan.
SHAFIQ menyediakan pilihan instrumen seperti Sukuk dan Saham Syariah dengan tetap mengedepankan edukasi mengenai risiko dan prospektus investasi.
Jadi, sebelum mengambil keputusan investasi, jangan hanya tergiur dengan potensi imbal hasil.
Pelajari bisnisnya. Pahami akadnya. Baca prospektusnya. Kenali risikonya.
Yuk, mulai perjalanan menuju merdeka finansial dengan mengelola harta secara lebih bijak, halal, dan penuh keberkahan.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: