Investasi Kesehatan | 3 Min read
"Kalau disuruh memilih, lebih baik keluar uang untuk olahraga sekarang atau biaya rumah sakit nanti?"
Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering kali baru kita sadari ketika kondisi tubuh mulai menurun.
Banyak orang rajin menyiapkan dana untuk membeli kendaraan, rumah, atau investasi finansial. Namun, tidak sedikit yang lupa bahwa aset paling berharga sebenarnya adalah kesehatan. Sebab, tanpa tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang, semua pencapaian finansial akan sulit dinikmati.
Kesehatan bukan sekadar soal tidak sakit. Kesehatan adalah modal untuk bekerja, beribadah, berkumpul bersama keluarga, hingga menikmati hasil jerih payah yang telah kita usahakan selama bertahun-tahun.
Mengutip data Kementerian Kesehatan, Anggaran kesehatan dalam APBN tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp247,3 triliun. Anggaran ini meningkat sebesar 13,2% dibandingkan alokasi pada tahun 2025 yang berada di angka Rp218,5 triliun dan didesain untuk mendukung agenda prioritas nasional serta memperkuat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Angka di atas menunjukkan bahwa kesehatan memang menjadi salah satu prioritas penting dalam pembangunan nasional.
Baca Juga:
Lalu, bagaimana dengan SHAFIQers? Sudahkah mengalokasikan waktu dan dana untuk investasi kesehatan?
Investasi kesehatan adalah segala bentuk usaha, waktu, maupun biaya yang kita keluarkan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Investasi ini bukan hanya tentang membeli obat ketika sakit, tetapi bagaimana mencegah penyakit sejak dini.
Berikut beberapa bentuk investasi kesehatan yang bisa mulai dilakukan.
Olahraga merupakan investasi dengan hasil yang mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi sangat terasa beberapa tahun ke depan. Aktivitas fisik secara rutin membantu:
Tidak harus selalu pergi ke gym mahal atau hobi padel. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau jogging secara rutin pun sudah memberikan manfaat besar.
Tubuh membutuhkan asupan gizi yang seimbang agar dapat bekerja secara optimal.
Selain mengonsumsi makanan bergizi, beberapa orang mungkin membutuhkan suplemen atau vitamin sesuai anjuran dokter atau ahli gizi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tertentu.
Ingat, suplemen adalah pelengkap, bukan pengganti pola makan sehat.
Investasi terbaik bukan hanya pada tubuh, tetapi juga pada pengetahuan.
Semakin banyak kita memahami pola hidup sehat, gejala penyakit, hingga pentingnya pemeriksaan dini, semakin besar peluang kita untuk mencegah masalah kesehatan sebelum menjadi serius.
Pengetahuan yang sederhana seringkali mampu menghemat biaya pengobatan yang jauh lebih besar di masa depan. Oiya… saat ini banyak tenaga kesehatan hingga dokter rajin post konten bahas seputar disiplin kesehatan. Suka nonton?
Selain menjaga kesehatan diri sendiri, kita juga dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor kesehatan melalui investasi.
Misalnya pada perusahaan yang bergerak di bidang:
Selain berpotensi memberikan keuntungan finansial, investasi tersebut juga ikut mendukung berkembangnya layanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk detail hal bisa langsung ke Daftar Investasi atau Pasar Sekunder.
Menjaga kesehatan sebenarnya tidak selalu membutuhkan biaya besar. Yang dibutuhkan justru konsistensi.
Sering kali seseorang sudah memiliki gaya hidup sehat, tetapi belum memiliki kesiapan finansial ketika menghadapi kondisi darurat. Padahal biaya pelayanan kesehatan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Karena itu, selain menjaga tubuh tetap sehat, jangan lupa menyiapkan:
Ketika kebutuhan sehari-hari dan dana darurat sudah terpenuhi, kamu juga dapat mulai mempertimbangkan investasi pada sektor riil sesuai profil risiko.
Salah satu alternatifnya adalah melalui platform Securities Crowdfunding (SCF) Syariah seperti Shafiq.id, yang mempertemukan investor dengan pelaku usaha riil menggunakan skema yang sesuai prinsip syariah.
Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga membangun kesehatan finansial untuk masa depan.
Yuk, mulai investasi untuk masa depan—bukan hanya pada aset, tetapi juga pada kesehatan yang menjadi fondasi dari seluruh aktivitas kita.
Baca Juga:
=====
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.