Berita & Artikel
Investasi Kesehatan: Cara Terbaik Agar Tetap Sehat dan Bahagia
SHAFIQ Administrator
Sabtu, 27-06-26

Investasi Kesehatan | 3 Min read


"Kalau disuruh memilih, lebih baik keluar uang untuk olahraga sekarang atau biaya rumah sakit nanti?"

Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering kali baru kita sadari ketika kondisi tubuh mulai menurun.

Banyak orang rajin menyiapkan dana untuk membeli kendaraan, rumah, atau investasi finansial. Namun, tidak sedikit yang lupa bahwa aset paling berharga sebenarnya adalah kesehatan. Sebab, tanpa tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang, semua pencapaian finansial akan sulit dinikmati.

Kesehatan bukan sekadar soal tidak sakit. Kesehatan adalah modal untuk bekerja, beribadah, berkumpul bersama keluarga, hingga menikmati hasil jerih payah yang telah kita usahakan selama bertahun-tahun.

Mengutip data Kementerian Kesehatan, Anggaran kesehatan dalam APBN tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp247,3 triliun. Anggaran ini meningkat sebesar 13,2% dibandingkan alokasi pada tahun 2025 yang berada di angka Rp218,5 triliun dan didesain untuk mendukung agenda prioritas nasional serta memperkuat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Angka di atas menunjukkan bahwa kesehatan memang menjadi salah satu prioritas penting dalam pembangunan nasional.

Baca Juga:

Lalu, bagaimana dengan SHAFIQers? Sudahkah mengalokasikan waktu dan dana untuk investasi kesehatan?

Apa Itu Investasi Kesehatan?

Investasi kesehatan adalah segala bentuk usaha, waktu, maupun biaya yang kita keluarkan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Investasi ini bukan hanya tentang membeli obat ketika sakit, tetapi bagaimana mencegah penyakit sejak dini.

Berikut beberapa bentuk investasi kesehatan yang bisa mulai dilakukan.

Rutin Berolahraga

Olahraga merupakan investasi dengan hasil yang mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi sangat terasa beberapa tahun ke depan. Aktivitas fisik secara rutin membantu:

  1. Menjaga berat badan ideal,
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh,
  3. Mengurangi risiko penyakit kronis,
  4. Memperbaiki kualitas tidur,
  5. Hingga membantu mengurangi stres.

Tidak harus selalu pergi ke gym mahal atau hobi padel. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau jogging secara rutin pun sudah memberikan manfaat besar.

Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Tubuh membutuhkan asupan gizi yang seimbang agar dapat bekerja secara optimal.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, beberapa orang mungkin membutuhkan suplemen atau vitamin sesuai anjuran dokter atau ahli gizi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tertentu.

Ingat, suplemen adalah pelengkap, bukan pengganti pola makan sehat.

Terus Belajar tentang Kesehatan

Investasi terbaik bukan hanya pada tubuh, tetapi juga pada pengetahuan.

Semakin banyak kita memahami pola hidup sehat, gejala penyakit, hingga pentingnya pemeriksaan dini, semakin besar peluang kita untuk mencegah masalah kesehatan sebelum menjadi serius.

Pengetahuan yang sederhana seringkali mampu menghemat biaya pengobatan yang jauh lebih besar di masa depan. Oiya… saat ini banyak tenaga kesehatan hingga dokter rajin post konten bahas seputar disiplin kesehatan. Suka nonton?

Berinvestasi pada Industri Kesehatan

Selain menjaga kesehatan diri sendiri, kita juga dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor kesehatan melalui investasi.

Misalnya pada perusahaan yang bergerak di bidang:

  1. Layanan kesehatan,
  2. Farmasi,
  3. Alat kesehatan,
  4. maupun teknologi kesehatan.

Selain berpotensi memberikan keuntungan finansial, investasi tersebut juga ikut mendukung berkembangnya layanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk detail hal bisa langsung ke Daftar Investasi atau Pasar Sekunder

Cara Menjaga Tubuh dan Pikiran Tetap Sehat

Menjaga kesehatan sebenarnya tidak selalu membutuhkan biaya besar. Yang dibutuhkan justru konsistensi.

  1. Konsumsi makanan bergizi
    Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein, serta kurangi makanan ultra-proses dan minuman tinggi gula.

  2. Berolahraga secara rutin
    Luangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk bergerak aktif.

  3. Menjaga kesehatan mental
    Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain, punya hobi, membaca buku, bersosialisasi dengan lingkungan yang positif, terus belajar hal baru, dan memperbanyak ibadah dan doa.

    Satu lagi menghindari kebiasaan yang merusak diri seperti rokok, alkohol, narkoba, maupun perilaku toxic.

  4. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
    Medical check-up secara rutin membantu mendeteksi berbagai penyakit lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih efektif.

Jangan Lupakan Investasi Finansial untuk Kesehatan

Sering kali seseorang sudah memiliki gaya hidup sehat, tetapi belum memiliki kesiapan finansial ketika menghadapi kondisi darurat. Padahal biaya pelayanan kesehatan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Karena itu, selain menjaga tubuh tetap sehat, jangan lupa menyiapkan:

  1. Dana darurat,
  2. Tabungan kesehatan,
  3. Perlindungan yang sesuai kebutuhan,
  4. Serta investasi jangka panjang.

Ketika kebutuhan sehari-hari dan dana darurat sudah terpenuhi, kamu juga dapat mulai mempertimbangkan investasi pada sektor riil sesuai profil risiko.

Salah satu alternatifnya adalah melalui platform Securities Crowdfunding (SCF) Syariah seperti Shafiq.id, yang mempertemukan investor dengan pelaku usaha riil menggunakan skema yang sesuai prinsip syariah.

Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga membangun kesehatan finansial untuk masa depan.

Yuk, mulai investasi untuk masa depan—bukan hanya pada aset, tetapi juga pada kesehatan yang menjadi fondasi dari seluruh aktivitas kita.

Baca Juga:

=====

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Share
slider-mobile