Berita
7 Hikmah Ibadah Haji, Perjalanan Menjadi Tamu ALLAH
SHAFIQ Administrator
Minggu, 09-06-24

Hikmah Ibadah Haji | 2 min read

Ibadah haji merupakan kewajiban yang penting bagi umat Islam yang mampu menjalankannya. Di balik setiap aktivitas dalam ibadah haji terdapat berbagai hikmah dan pelajaran yang sangat berharga.

Semoga SHAFIQers dimudahkan untuk menjalankan Ibadah Haji sehingga mendapatkan keutamaan Haji yang Mabrur. Sudah siap?

Kuota Haji 2024, Terbesar Sepanjang Sejarah
Mengutip pernyataan Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab mengatakan, “Tahun 2024, jumlah jamaah haji merupakan jumlah jamaah terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia,"

Berikut ini rincian Kuota Indonesia pada Ibadah Haji 1445 H/2024 M sebesar 221.000 jemaah. Selain itu, Indonesia juga mendapat kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah. Sebanyak 10.000 kuota tambahan diperuntukan bagi jemaah haji reguler, sementara 10.000 lainnya untuk jemaah haji khusus. Sehingga total jamaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 241.000 orang, terdiri atas 213.320 jamaah dan 27.680 jamaah haji khusus.

Baca juga: Peningkatan Data Jamaah Umrah Indonesia

7 Hikmah Ibadah Haji sebuah Perjalanan Menjadi Tamu ALLAH
Berikut ini 7 hikmah dalam menjalani ibadah haji sebagai sebuah perjalanan menjadi tamu Allah.

  1. Ibadah Haji artinya Menyambut Seruan Nabi Ibrahim Alaihissalam
    Ibadah haji merupakan bentuk penghormatan terhadap seruan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang telah membangun Ka'bah bersama putranya, Nabi Ismail Alaihissalam. Melalui ibadah haji, umat Muslim menyambut seruan Nabi untuk mendekatkan diri kepada Allah.

    “Dan serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”[al-Hajj/22: 27]

  2. Ibadah Haji termasuk Jihad fii Sabilillah (jihad di jalan Allah)
    Menjalankan ibadah haji juga merupakan bentuk jihad fii sabilillah, di mana seorang muslim berjuang serta bersungguh-sungguh untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadahnya. Dalam konteks haji, jihad ini melibatkan pengorbanan waktu, tenaga, dan harta untuk beribadah kepada Allah.

    Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

  3. Ibadah Haji akan menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa
    Selain sebagai kewajiban, ibadah haji sebagai bentuk taubat dan perbaikan diri. Dengan niat yang tulus dan amalan yang ikhlas, ibadah haji memiliki keutamaan menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan sebelumnya.

    Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).

  4. Ibadah Haji akan menghilangkan Kefakiran dan Dosa
    Melalui ibadah haji, seorang muslim diharapkan dapat membersihkan diri dari kefakiran dan dosa. Prose perjalanan haji yang penuh pengorbanan dan kesabaran dapat membantu seseorang mengatasi kesulitan dan menghilangkan rasa fakir dalam dirinya.

    Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasa'i no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

  5. Ibadah Haji Membangun Kebersamaan Kaum Muslimin
    Salah satu manfaat sosial dari ibadah haji adalah mempererat tali persaudaraan antar umat Muslim. Dalam perjalanan haji, umat Muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk menjalankan ibadah yang sama, sehingga memungkinkan mereka saling mengenal dan memberikan nasihat yang baik.


    Mengutip dari Majalah As-Sunnah, Dan diantara hikmah haji adalah bahwa kaum muslimin bisa saling mengenal dan saling berwasiat dan menasehati dengan al-haq. Mereka datang dari segala penjuru, dari barat, timur, selatan dan utara Makkah, berkumpul di rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tua, di Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di Makkah. 

    Baca juga: 5 Hikmah Penting dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam

  6. Ibadah Haji seluruh Prosesinya adalah Zikir
    Setiap prosesi dalam ibadah haji disertai dengan dzikir dan aktivitas ibadah lainnya. Dengan melakukan dzikir, seorang jamaah haji dapat terus mengingat Allah dan memperkuat ketaatan serta kepatuhan dalam menjalankan ibadah tersebut.

    Allah ‘Azza Wajalla berfirman, “(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al Hajj: 28)

  7. Ibadah Haji berarti Menjadi Tamu Allah
    Ibadah haji membuat seorang muslim menjadi tamu Allah. Dengan menjalankan ibadah haji dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, seorang Muslim berkesempatan untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan menikmati rahmat serta keberkahan-Nya.

    Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
    “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Semoga dengan memahami dan mengamalkan hikmah-hikmah dari ibadah haji, diharapkan umat Muslim dapat menapaki perjalanan menjadi Tamu Allah.
______________________
SHAFIQ adalah ‘mini bursa’ yang mempertemukan para pengusaha UMKM atau Startup dengan para Pemodal. Melalui Platform Investasi Syariah berbasis teknologi digital yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta diawasi DSN-MUI.

Wajib diperhatikan!!
  • Investasi pada efek (saham/sukuk) mengandung risiko tinggi. Pastikan memahami skema bisnisnya melalui prospektus yang disampaikan ya!
Referensi:
Share