Berita & Artikel
Scam Alert! 5 Modus Digital yang Lagi Nge-trend di 2025
SHAFIQ Administrator
Kamis,
21-08-25
5 Modus Penipuan Digital | 2 Men read
Pernah Ngerasa Aneh Nggak sih…
Ada Email atau WhatsApp masuk, katanya SHAFIQers menang undian ratusan juta? Atau tiba-tiba ada email dari “bank” yang minta update data rekening? Kalau iya, kemungkinan besar itu scam alias modus penipuan digital.
Di 2025 ini, trik penipuan makin canggih dan sering banget nyaru jadi layanan resmi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga 23 Mei 2025 Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil memblokir dana penipuan transaksi keuangan sebesar Rp163 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari kerja sama OJK dan Satgas PASTI dalam menangani maraknya kasus penipuan keuangan digital. (Kompas)
AkhQ pribadi pernah hampir kejebak “fake CS bank” yang telepon tengah malam—untungnya sadar ada yang janggal.
Nah, biar kamu nggak jadi korban berikutnya, yuk kenali modus-modus scam digital terbaru yang lagi rame di tahun ini.
5 Modus Scam Digital Paling Nge-trend di 2025
Berdasarkan data yang dihimpun Indonesia Anti-Financial Crime Center (IASC), ada lima modus penipuan digital yang paling sering dilaporkan masyarakat.
Oiya… IASC itu siapa ya? IASC (Indonesia Anti Scam Center) adalah forum kerja sama antara Satgas PASTI dengan perbankan, penyedia layanan pembayaran, e-commerce, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya untuk menangani laporan penipuan di sektor keuangan Indonesia secara cepat, tepat, dan memberi efek jera sesuai aturan yang berlaku. (iasc.ojk.go.id)
Jadi, mengetahui pola-pola ini penting supaya kita bisa lebih waspada setiap kali berinteraksi di dunia digital.
- Penipuan Transaksi Belanja/Jual Beli Online
Modus klasik tapi tetap populer. Korban biasanya ditipu lewat toko online palsu atau penjual yang kabur setelah menerima pembayaran.
- Penipuan Investasi Bodong
Scammer memanfaatkan tren investasi untuk menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Faktanya, mayoritas skema ini berujung ponzi atau hilangnya dana investor.
- Penipuan Penawaran Kerja Palsu
Banyak korban tertipu lowongan kerja palsu yang meminta biaya administrasi atau training. Setelah transfer, perusahaan fiktif itu langsung menghilang.
- Penipuan Undian / Hadiah Palsu
SMS, email, atau DM media sosial yang bilang kamu menang hadiah besar. Padahal, ujungnya korban diminta transfer biaya pajak atau verifikasi.
- Penipuan Mengaku sebagai Pihak Lain (Fake Call / Social Engineering)
Pelaku berpura-pura jadi pihak resmi—entah bank, marketplace, bahkan kerabat—untuk meminta data pribadi atau mengarahkan transfer uang.
Baca Juga:
Jadi, Gimana Supaya Aman?
Mau nggak mau, kita harus lebih kritis di era digital. Jangan gampang klik link, jangan pernah kasih OTP, dan selalu cross-check akun resmi.
AkhQ pribadi selalu pakai prinsip sederhana: kalau ada yang terkesan buru-buru atau “too good to be true”, besar kemungkinan itu scam.
Tetap Bijak Hadapi Rayuan Investasi Digital
Agar tidak gampang kena rayuan investasi bodong, coba ingat rumus 2L: Legal dan Logis. Pastikan platform investasi yang kamu pilih legal alias berizin resmi, dan tawarannya logis alias wajar serta transparan soal risiko.
Di sini, SHAFIQ hadir sebagai penyelenggara investasi syariah yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK dan DSN MUI. SHAFIQ memberikan proyeksi imbal hasil yang logis, sekaligus menjelaskan risiko investasi kepada para investor dengan jelas.
Dengan begitu, kamu bisa tenang berinvestasi, tanpa perlu takut terjebak skema bodong yang merugikan.
SHAFIQ hadir untuk bantu kamu Investasi di Bisnis UKM Riil yang legal dan tanpa pelanggaran syariah. Urun dana bisa bantu bisnis berkembang—dan kamu juga berpeluang Raih Pendanaan hingga Rp10 Miliar! Caranya segera Daftar ya!
_______________
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk tujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/jual instrumen tertentu.