Berita & Artikel
Mau ‘IPO Mini’ di Platform Urun Dana? Siap-Siap Seleksinya Lebih Ketat!
SHAFIQ Administrator
Jumat, 07-11-25

IPO mini melalui SCF | 3 Men read

Penggalangan dana bisnis melalui skema securities crowdfunding (SCF) atau “IPO mini” kini semakin populer di Indonesia.

Pada tahun 2025 saja, total dana yang didistribusikan melalui SCF tembus angka Rp 1,86 triliun — melampaui capaian tahun sebelumnya.

Namun di balik pencapaian angka tersebut, terdapat kenyataan yang tak boleh diabaikan: platform urun dana kini makin memperketat seleksi penerbit efek.

Kenapa Seleksi IPO mini Makin Ketat?

Risiko kegagalan usaha UKM meningkat karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Ini penjelasannya!

  1. Risiko Bisnis UKM yang semakin tinggi
    Kondisi ekonomi yang belum stabil, usaha kecil dan menengah punya kemungkinan lebih besar untuk gagal bayar. Untuk menjaga portofolio penerbit tetap sehat, platform SCF di Indonesia mengencangkan syarat verifikasi penerbit.

  2. Volume penerbitan yang besar dan cepat
    Pada kuartal III/2025 saja tercatat ratusan penerbit baru dan ribuan investor yang ikut serta — hal ini mendorong regulasi internal platform makin ketat demi menjaga reputasi dan kepercayaan investor.

  3. Dominasi instrumen syariah
    Lebih dari setengah pendanaan SCF didominasi instrumen syariah seperti sukuk — yang artinya penerbit juga harus memenuhi standar syariah selain aspek bisnis dan risiko.

Baca Juga:

Apa Artinya Bagi SHAFIQers yang Ingin Bergabung?

Jika kamu tertarik untuk berpartisipasi dalam “IPO mini”, baik sebagai investor atau usaha penerbit, berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan:

  1. Cek kelayakan penerbit
    Cari tahu riwayat bisnisnya, kemampuan membayar, dan prospek usaha. Platform saat ini semakin detail dalam menjelaskan hal ini.

  2. Pahami instrumen dan mekanismenya
    Apakah itu ekuitas, sukuk, atau jenis lain? Apakah sudah sesuai syariah jika kamu memilih opsi syariah?

  3. Lihat transparansi platform
    Apakah ada laporan rutin? Apakah risiko sudah dijelaskan? Semakin baik transparansinya, semakin aman posisi kamu.

  4. Pastikan proteksi investor
    Platform yang baik tentuk mempunyai mekanisme mitigasi seperti verifikasi penerbit, pengawasan penggunaan dana, dan laporan berkala.

  5. Jangan terburu-buru atau FOMO
    Walau angka pertumbuhan SCF menjanjikan, tapi bukan berarti tanpa risiko. Investasi tetap perlu penuh perhitungan serta hindari FOMO/ Ikut-ikutan.

Dimana Posisi SHAFIQ di Industri SCF Saat ini?

Alhamdulillah dari sejumlah platform penyedia SCF di Indonesia, SHAFIQ menempati posisi teratas dengan porsi pendanaan terbesar bagi UMKM mencapai Rp 671,7 miliar. Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap platform yang mengusung prinsip syariah dan fokus pada pembiayaan sektor riil.

Jika kamu mencari platform urun dana digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), maka SHAFIQ adalah pilihan terbaik.

Sebagai layanan urun dana berbasis digital pertama di Indonesia, SHAFIQ telah mengakomodasi pendanaan terbesar, memberikan peluang bagi pengusaha untuk scale-up dan bagi investor untuk berpartisipasi langsung dalam pertumbuhan sektor riil yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

Baca Juga:
_______________
SHAFIQ Dukung pertumbuhan bisnis UKM riil melalui investasi yang legal dan sesuai prinsip syariah. Kamu juga berkesempatan memperoleh pendanaan hingga Rp10 miliar untuk mengembangkan usaha.

Segera Daftar Sekarang dan wujudkan bisnis yang lebih besar!

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Share
slider-mobile