Berita & Artikel
Opportunity Cost, Konsep Finansial yang Sering Diremehkan
SHAFIQ Administrator
Kamis, 15-01-26

Artikel menarik | 3 Min read

Scroll dikit, checkout …
Gajian baru masuk, saldo langsung menipis …

Ngopi, nonton, gadget baru, sampai outfit FOMO — semuanya terasa “normal” di era digital sekarang. Yang sering luput disadari, setiap keputusan finansial itu punya hidden price.

Bukan cuma soal uang yang keluar hari ini, tapi juga kesempatan yang hilang untuk masa depan. Di sinilah konsep opportunity cost jadi relevan banget buat Gen Z.

Konsep Opportunity Cost yang Sering Diremehkan

Secara sederhana, opportunity cost adalah apa yang kamu korbankan karena memilih satu hal dibanding pilihan lain. Bukan teori ribet ekonomi, tapi kejadian sehari-hari.

Penulis buku sekaligus Podcaster Raditya Dika menjelaskan Opportunity cost, Setiap pilihan yang diambil, selalu ada pilihan lain yang dilepas. Sebagai contoh, uang 50 ribu yang dipakai untuk membeli hal yang tidak dibutuhkan, sebenarnya dapat ditabung untuk masa depan. Saya pribadi, kalau ingin beli barang, sering saya “bawa tidur” dulu. Karena ketika bangun besoknya keinginan itu hilang dan akhirnya tidak jadi beli. (ugm.ac.id)

Sama artinya ketika kamu memilih menghabiskan uang untuk gaya hidup, sebenarnya kamu sedang “menunda” pilihan lain — seperti menabung, membangun dana darurat, atau mulai investasi lebih awal.

Masalahnya, penundaan ini sering tidak terasa dampaknya sekarang, tapi akan terasa di masa depan.

Baca Juga:

Godaan Gaya Hidup Gen Z, Kecil-Kecil Tapi Sering

Gaya hidup bukan musuh. Tapi tanpa sadar, pengeluaran kecil yang terus berulang bisa jadi beban jangka panjang.

Sebelum masuk ke contohnya, penting dipahami bahwa masalahnya bukan satu transaksi besar, melainkan kebiasaan yang tidak dikontrol.

Beberapa pola yang sering terjadi:
  1. Ngopi harian “biar tetap produktif”
  2. Ikut tren ‘kulineran’ karena takut ketinggalan obrolan circle
  3. Paylater untuk barang-barang nggak penting.
  4. Healing pelarian stres, tapi pulang bawa tagihan
Kelihatannya sih ringan. Tapi kalau dikumpulkan sebulan, setahun, nilainya bisa setara modal awal investasi. Itulah opportunity cost yang jarang dihitung.

Menunda Investasi=Kehilangan Aset Terbesar, Waktu

Gen Z punya satu keunggulan yang nggak bisa dibeli: usia muda. Sayangnya, banyak yang baru sadar soal investasi ketika waktu (usia) sudah tidak berpihak.

Menunda investasi beberapa tahun saja bisa berdampak besar:
  1. Efek compounding jadi lebih kecil,
  2. Target finansial makin terasa berat,
  3. Tekanan keuangan muncul lebih cepat di usia matang.
Jadi, Ini bukan soal “belum punya uang”, tapi soal belum menjadikan investasi sebagai prioritas.

Bukan Anti Self-Reward, Hanya Lebih Pintar Mengatur Budget

SHAFIQ tentu tidak mengedukasi untuk hidup pelit, menolak gaya hidup atau anti self-reward. Yang lebih penting adalah kesadaran dalam mengambil keputusan finansial.

Sebelum mengeluarkan uang, coba biasakan bertanya:
“Kalau uang ini tidak aku habiskan, apa peluang yang bisa aku bangun?”

Gen Z yang sehat secara finansial adalah mereka yang:
  1. Tetap menikmati hidup,
  2. Tahu batas kemampuan,
  3. Paham kapan harus konsumtif, kapan harus membangun aset.

Investasi sebagai Pilihan Sadar, Bukan Ikut Tren

Di tengah maraknya instrumen keuangan, investasi seharusnya bukan sekadar ikut-ikutan. Ia perlu diposisikan sebagai alat membangun masa depan, bukan jalan pintas.

Melalui investasi syariah di sektor riil:
  1. Dana dialirkan ke bisnis nyata,
  2. Mendukung pertumbuhan UMKM,
  3. dan Dijalankan dengan prinsip transparan serta halal.
Akhirnya… Opportunity Cost Itu bukan tentang menyalahkan pilihan hari ini, tapi menyadari dampaknya untuk esok hari.

Gen Z yang unggul bukan yang paling hedon atau paling irit, melainkan yang paling sadar mengelola pilihan finansialnya. Karena masa depan tidak dibangun dari sisa uang, tapi dari keputusan kecil yang konsisten sejak sekarang.

Baca Juga:
_______________
SHAFIQ Dukung pertumbuhan bisnis UKM riil melalui investasi yang legal dan sesuai prinsip syariah. Kamu juga berkesempatan memperoleh pendanaan hingga Rp10 miliar untuk mengembangkan usaha.

Segera Daftar Sekarang dan wujudkan bisnis yang lebih besar!

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Share
slider-mobile