10 Negara Paling Aman | 3 Min read
Ketegangan geopolitik global kembali meningkat. Konflik yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, hingga dinamika di Timur Tengah dan Eropa memicu kekhawatiran akan kemungkinan pecahnya Perang Dunia 3.
Meski terdengar ekstrem, situasi ini menjadi pengingat penting: ketidakpastian global bisa datang kapan saja dan berdampak langsung ke kondisi ekonomi serta keuangan pribadi.
Dalam konteks ini, isu keamanan bukan hanya soal negara mana yang paling aman, tetapi juga seberapa siap finansial kita menghadapi guncangan global.
Yuk kita bahas secara ringkas.
Baca Juga:
Sejarah menunjukkan, setiap konflik besar selalu diikuti tekanan ekonomi. Pasar keuangan menjadi lebih volatil, inflasi melonjak, nilai tukar tertekan, dan arus investasi global melambat. Dalam skenario ekstrem, krisis pangan dan energi bisa memperburuk daya beli masyarakat.
Bagi keluarga dan pelaku usaha, kondisi ini menuntut satu hal utama: ketahanan finansial.
Indonesia kerap disebut media asing sebagai salah satu negara yang relatif aman secara geopolitik. Politik luar negeri bebas aktif, letak geografis yang jauh dari pusat konflik nuklir, serta kekayaan sumber daya alam menjadi keunggulan tersendiri.
Since last year, the world has been engaged in the highest number of conflicts since World War II, so it's understandable that many of us are wondering what to do in the event of a third world war. Here's a list of safest countries to move to if a third World War breaks out: Swiss, Selandia Baru, Islandia, Indonesia, Bhutan, Irlandia, Fiji, Australia, Norwegia, Chile. (economictimes)
Indonesia has often taken a neutral stance on political issues, with the country’s first president, Achmed Sukarno, describing their foreign policy as ‘free and active’. They act independently within international affairs, and say they are most concerned with world peace. (metro.co.uk)
Namun, aman secara geopolitik tidak otomatis aman secara finansial. Dampak global seperti pelemahan ekonomi dunia, fluktuasi pasar, dan penurunan permintaan tetap bisa dirasakan hingga ke level rumah tangga dan UMKM.
Ancaman perang global memang bukan sesuatu yang bisa kita kendalikan. Namun, kesiapan finansial adalah prioritas.
SHAFIQers yang punya perencanaan keuangan dan investasi yang baik akan jauh lebih siap menghadapi berbagai skenario terburuk.
Di tengah situasi global yang penuh risiko, ada beberapa prinsip keuangan yang tetap relevan:
Investasi bukan soal mengejar untung cepat, melainkan menyiapkan masa depan yang lebih stabil di tengah ketidakpastian.
Di era penuh gejolak global, investasi berbasis aset riil dan bisnis produktif menjadi realistis. Selain berpotensi memberikan imbal hasil, investasi juga membantu menjaga nilai aset dari tekanan inflasi.
Dengan perencanaan yang matang, investasi dapat menjadi salah satu pilar penting untuk:
Tahun ini adalah momen tepat untuk menguatkan finansial keluarga dan bisnis. Setelah tabungan dan dana darurat lebih aman, menjadikan investasi sebagai resolusi masa depan adalah langkah logis untuk menghadapi dunia yang terus berubah.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ Penyelenggara layanan urun dana syariah (SCF Syariah) Pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Caranya segera DAFTAR ya!
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.