Berita & Artikel
Realisasi Investasi Asing Indonesia 2025 Capai Rp900,9 Triliun, Ini 7 Negara Terbesar
SHAFIQ Administrator
Kamis, 29-01-26

Investasi Asing di Indonesia | 3 Min read

Arus investasi asing masih menjadi salah satu indikator penting dalam membaca arah perekonomian nasional.

Sepanjang 2025, minat investor global terhadap Indonesia menunjukkan konsistensi, meski situasi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian.

Data terbaru memperlihatkan bahwa Indonesia tetap berada di radar utama investor, terutama dari kawasan Asia, dengan sektor-sektor strategis yang terus menjadi magnet utama.

Baca Juga:
Mari kita baca beberapa poin pentingnya dari sumber data.bkpm.go.id.

PMA Masih Menopang Hampir Separuh Investasi Nasional

Berdasarkan laporan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp900,9 triliun.

Angka tersebut setara dengan 46,6% dari total realisasi investasi nasional. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi lebih besar secara porsi, yakni 53,4% atau Rp1.030,3 triliun.

Komposisi ini menunjukkan bahwa kekuatan investasi nasional masih relatif seimbang antara modal asing dan domestik.

Singapura Masih Jadi Investor Asing Terbesar

Singapura kembali menempati posisi teratas sebagai sumber investasi asing terbesar di Indonesia. Sepanjang 2025, nilai investasi dari negara tersebut mencapai US$17,4 miliar, atau sekitar Rp278,4 triliun dengan asumsi kurs APBN Rp16.000 per dolar AS.

“Singapura ini lebih dari 10 tahun terakhir selalu konsisten berada di peringkat pertama,” ujar Menteri Investasi Rosan Roeslani dalam konferensi pers, Kamis (15/1/2026).

Nilai ini setara dengan 30,9% dari total PMA yang masuk ke Indonesia. Konsistensi Singapura sebagai investor utama bukanlah hal baru.

Siapa yang Mendominasi Arus Modal Asing di Indonesia?

Setelah Singapura, Hong Kong menempati posisi kedua dengan realisasi investasi sebesar US$10,6 miliar, mempertegas perannya sebagai hub keuangan regional.

China berada di peringkat ketiga dengan investasi US$7,5 miliar, sejalan dengan semakin kuatnya kerja sama industri dan hilirisasi sumber daya alam.

Selanjutnya menyusul, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan. Sehingga Dominasi investor Asia mencerminkan kedekatan geografis sekaligus keyakinan terhadap prospek jangka panjang ekonomi Indonesia.

Membaca Investasi dari Perspektif Keberlanjutan

Masuknya investasi asing dalam skala besar tentu membawa peluang, namun juga menuntut tata kelola yang sehat.

Dalam perspektif ekonomi syariah, investasi idealnya dijalankan dengan prinsip keadilan, transparansi, dan keberlanjutan, bukan semata mengejar pertumbuhan angka.

Dengan kombinasi modal asing dan domestik yang seimbang, serta pengelolaan yang bertanggung jawab, investasi dapat menjadi penggerak ekonomi yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas.

Baca Juga:
_______________
SHAFIQ Dukung pertumbuhan bisnis UKM riil melalui investasi yang legal dan sesuai prinsip syariah. Kamu juga berkesempatan memperoleh pendanaan hingga Rp10 miliar untuk mengembangkan usaha.

Segera Daftar Sekarang dan wujudkan bisnis yang lebih besar!

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:
Share
slider-mobile