Berita & Artikel
Ini Dampak Perang Timur Tengah Terhadap Ekonomi Indonesia
SHAFIQ Administrator
Minggu,
15-03-26
Dampak Perang Timur Tengah | 3 Min read
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas dan memicu kekhawatiran global.
Apa dampaknya untuk Indonesia?
Konflik yang melibatkan jalur perdagangan strategis dunia bukan hanya berdampak pada negara-negara di kawasan tersebut, tetapi juga merambat hingga ke berbagai negara lain, termasuk Indonesia.
Sebagai bagian dari ekonomi global yang saling terhubung, Indonesia tentu tidak kebal terhadap efek domino dari perang di Timur Tengah. Mulai dari lonjakan harga energi hingga tekanan pada nilai tukar rupiah, berbagai sektor ekonomi berpotensi merasakan dampaknya secara langsung maupun tidak langsung.
Baca Juga:
Harga Minyak Dunia Meroket Tajam
Konflik dan blokade di jalur strategis seperti Selat Hormuz berpotensi mengganggu urat nadi distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Ketika jalur penting ini terganggu, pasar global langsung merespons dengan lonjakan harga minyak mentah.
Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Saat ini Indonesia berstatus sebagai negara pengimpor minyak (net importer). Artinya, ketika harga minyak dunia naik tajam, beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ikut meningkat.
Jika tekanan terhadap anggaran negara semakin besar, bukan tidak mungkin pemerintah harus melakukan penyesuaian kebijakan energi, termasuk potensi kenaikan harga BBM atau tarif listrik di dalam negeri.
Ancaman Badai Inflasi dan Rupiah Tertekan
Dampak konflik Timur Tengah tidak berhenti pada harga energi saja. Ketegangan geopolitik juga menyebabkan biaya logistik global melonjak. Biaya pengiriman kapal kargo meningkat tajam, bahkan premi asuransi logistik dilaporkan naik hingga 30% karena meningkatnya risiko keamanan di jalur pelayaran internasional.
Kenaikan biaya ini pada akhirnya berdampak pada sektor produksi. Banyak industri harus menanggung biaya operasional yang lebih mahal, mulai dari bahan baku hingga distribusi barang.
Konsekuensinya cukup jelas: harga barang-barang kebutuhan masyarakat berpotensi ikut naik, sehingga inflasi menjadi sulit dikendalikan.
Di sisi lain, ketidakpastian global sering membuat investor memilih menarik dananya dari pasar negara berkembang. Jika arus modal keluar meningkat, nilai tukar rupiah bisa mengalami tekanan terhadap dolar AS.
Sektor Riil, Ekspor, hingga Umrah Kena Dampaknya
Efek dari konflik geopolitik ini juga merembet ke berbagai sektor ekonomi riil. Banyak pengusaha dan eksportir Indonesia, terutama di sektor furnitur, komoditas, hingga manufaktur, menghadapi tantangan baru karena jalur logistik global terganggu.
Biaya pengiriman yang lebih mahal serta waktu distribusi yang lebih lama dapat membuat margin usaha semakin menipis.
Tidak hanya sektor perdagangan, dampaknya juga terasa di sektor perjalanan ibadah. Ketegangan wilayah udara di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan ibadah Umrah dari Indonesia terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan demi alasan keamanan.
Kondisi ini tentu memberikan efek berantai bagi industri perjalanan, maskapai penerbangan, hingga sektor pariwisata religi di Tanah Air.
Sektor Riil Salah Satu Kunci Penting
Di tengah ketidakpastian global seperti ini, ketahanan sektor riil menjadi salah satu kunci penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Ketika tekanan eksternal meningkat, dukungan terhadap pelaku usaha—terutama UMKM—dapat membantu menjaga roda ekonomi tetap berputar.
Salah satu cara untuk memperkuat sektor riil adalah melalui skema investasi produktif yang berbasis aset nyata dan kegiatan usaha.
- Melalui layanan SCF syariah seperti yang dihadirkan Shafiq.id, masyarakat memiliki kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam pembiayaan usaha riil secara transparan dan sesuai prinsip syariah.
Artinya, investasi tidak hanya berpotensi memberikan imbal hasil, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta sesuai prinsip DSN-MUI.
Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
- Berinvestasi pada bisnis sektor riil
- Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
- Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
- Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
- Referensi: Kompas.id & BBC Indonesia