Frequently Asked Questions (F.A.Q)
  • Berikut tabel rangkuman biaya investasi di SHAFIQ
Fee / ProdukSahamSukuk
SHAFIQGratis
Bank Kustodian0,15% dari nilai investasi / tahun0,15% dari nilai investasi, proporsional sesuai jatuh temponya
Pajak Dividen/Kupon SukukSesuai Undang-Undang yang berlaku
  • SHAFIQ tidak mengenakan biaya apapun kepada Pemodal (GRATIS).
  • Namun ada biaya terkait kepemilikan efek milik Pemodal yang dibebankan oleh Bank Kustodian. Biaya tersebut adalah Safekeeping Fee (Penyimpanan efek)
  • Nominal Dividen/Kupon Sukuk yang diterima Pemodal bersih setelah dipotong Pajak

Untuk berinvestasi, langkah pertama Anda harus memiliki akun di SHAFIQ. Berikut tata cara pembuatan Akun Pemodal :

  • Daftarkan diri Anda pada tautan ini.
  • Setelah menerima Syarat dan Ketentuan SHAFIQ, akan dikirimkan link aktivasi pada email yang didaftarkan.
  • Setelah email terkonfirmasi, Anda dapat masuk pada platform SHAFIQ lalu akan diminta untuk verifikasi no HP. Verifikasi no HP akan dilakukan dengan cara pengiriman kode OTP via SMS dari SHAFIQ.
  • Langkah berikutnya adalah proses KYC, dimana Anda harus mengisi semua tahapan dan pertanyaan yang ada. Setelah Anda mengisi semua data pada proses KYC, maka akan dilakukan verifikasi data oleh tim SHAFIQ yang memerlukan 1 hari kerja.
  • Anda akan menerima pemberitahuan via email terkait status verifikasi data.
  • Jika data Anda sudah terverifikasi, maka Anda dapat mulai berinvestasi di SHAFIQ.

Setelah akun dibuat dan telah terverifikasi, Anda dapat membeli efek dengan melakukan deposit terlebih dahulu. Berikut tata cara melakukan deposit :

  1. Buka halaman dashboard
  2. Klik tab 'Dompet', maka Anda akan melihat nomor Virtual Account anda dengan format 900 (prefix) + 9626 (kode institusi) + 08xxxxxx (kode pembayaran)
  3. Setiap transfer pada Virtual Account akan dikenakan fee Rp 3.000,-
  4. Anda dapat melakukan transfer pada nomor Virtual Account tersebut kapanpun dengan minimal jumlah Rp 100.000,-. Untuk mendapatkan jumlah Rp 100.000,- maka Anda harus transfer Rp 100.000 + Rp 3.000 (fee) = Rp 103.000,-
  5. Jika transfer dari Bank BSI dapat akses menu pembayaran -> institusi -> pilih PT SHAFIQ DIGITAL INDONESIA, lalu hanya tinggal memasukkan kode pembayaran saja.
  6. Jika transfer dari bank lain, mungkin akan memerlukan kode target bank tujuan, yaitu 451 - Bank BSI. Lalu memasukkan nomor Virtual Account secara lengkap 900 (prefix) + 9626 (kode institusi) + 08xxxxxx (kode pembayaran)

Setelah melakukan deposit, Anda dapat segera membeli efek yang sudah dalam tahap pendanaan. Pastikan untuk selalu membaca prospektus dengan teliti terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian efek.

Pada beberapa efek dimungkinkan ada minimal pembelian efek dalam bentuk satuan lembar atau unit. Dan juga Anda hanya dapat membeli efek sesuai dengan batas investasi Anda.

WNA hanya dapat membeli efek berupa Sukuk

  • Minimum pembelian suatu efek sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) per Penerbit
  • Maksimum pembelian sesuai dengan POJK 57 /2020 Pasal 56 ayat 3 adalah sebagai berikut:
    - Setiap Pemodal dengan penghasilan sampai dengan Rp 500.000.000,- (lima ratus juta Rupiah) per tahun, dapat membeli Efek melalui Layanan Urun Dana paling banyak sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan per tahun; dan
    - Setiap Pemodal dengan penghasilan lebih dari Rp 500.000.000,- (lima ratus juta Rupiah) per tahun, dapat membeli Efek melalui Layanan Urun Dana paling banyak sebesar 10% (sepuluh persen) dari penghasilan per tahun
  • Batasan maksimum pembelian efek di atas TIDAK berlaku jika Pemodal :
    - Berbentuk badan hukum; atau
    - Mempunyai pengalaman berinvestasi di Pasar Modal yang dibuktikan dengan kepemilikan rekening Efek paling sedikit 2 (dua) tahun sebelum penawaran Efek, dapat dibuktikan dengan Single Investor Identification (SID).
  • Khusus untuk efek Sukuk, jika dijamin atau ditanggung dengan nilai penjaminan atau nilai penanggungan paling sedikit 125% (seratus dua puluh lima persen) dari nilai penghimpunan dana, Batasan maksimum pembelian efek Pemodal juga TIDAK berlaku.


Pembatalan dapat dilakukan maksimal 48 jam sejak Anda melakukan transaksi pembelian suatu efek. Namun jika pada rentang waktu tersebut pendanaan seketika terpenuhi, maka pembatalan tidak dapat dilakukan.

  1. Pilih Dompet pada laman Dashboard, kemudian pilih Tarik Dana.
  2. Masukkan nominal yang ingin Anda tarik, kemudian pilih Tarik Dana.
  3. SHAFIQ akan melakukan konfirmasi dan menginformasikan nominal dan biaya layanan (bila ada), kemudian pilih Lanjutkan.
  4. Dana Anda akan diproses dalam waktu 1 hari kerja.
  5. Anda tidak dapat melakukan penarikan, ketika proses penarikan dana sebelumnya belum selesai diproses.

Prospektus adalah seluruh informasi penting dan relevan mengenai penawaran investasi yang ditawarkan Penerbit untuk membantu Pemodal dalam membuat keputusan investasi.

  • Penerbit yang melepaskan kepemilikan efeknya sudah lolos uji tuntas (due diligence) baik dari sisi bisnis maupun kesyariahannya.
  • Dari sisi bisnis dapat dilihat di prospektus Penerbit dimana imbal hasil yang ditawarkan bersaing serta memiliki tingkat risiko yang terukur. 
  • Dari sisi syariah, sesuai dengan syariat islam dengan mendapat rekomendasi dari DSN-MUI serta diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang kredibel, investasi di SHAFIQ in syaa Allah anti GHAIB (GHARAR, DZALIM, RIBA)
    - Riba : Tambahan yang diberikan dalam pertukaran barang-barang ribawi dan tambahan yang diberikan atas pokok utang secara mutlak.
    - Gharar : Ketidakpastian dalam suatu akad, baik mengenai kualitas dan/atau kuantitas objek akad maupun mengenai penyerahannya.
    - Dzalim : Ketidakadilan
  • Untuk Anda yang berinvestasi di Saham, hanya melalui Penyelenggara SCF syariah saja saham yang ditawarkan dapat disebut dengan SAHAM SYARIAH karena mendapatkan rekomendasi dari DPS SHAFIQ berdasarkan kriteria yang diatur oleh OJK (kecuali jika di AD/ART Perusahaan Anda sudah mencantumkan mengenai kegiatan dan jenis usaha serta cara pengelolaan berdasarkan prinsip syariah dan juga memiliki DPS). Adapun imbal hasil yang didapat berinvestasi di Saham adalah sebagai berikut:
    - Dividen : Keuntungan atau laba bersih yang dibagikan Penerbit kepada Pemodal setelah dipotong dana cadangan
    - Capital Gain : Keuntungan yang didapat Pemodal dari selisih harga beli saham dan harga jual kepada Pemodal lainnya melalui pasar sekunder
  • Untuk investasi sukuk, ada beberapa pilihan akad yang ditawarkan Penerbit dengan imbal hasil yang berbeda-beda, yaitu :
    • Sukuk Musyarakah & Mudharabah :
    • Bagi hasil : Pembagian keuntungan dari laba bersih antara Pemodal dan Penerbit dalam bentuk persentase yang telah disepakati
    • Sukuk Murabahah & Istishna’ :
    • Margin : Tingkat keuntungan dalam bentuk persentase atas jual beli suatu objek antara Pemodal dengan Penerbit
    • Sukuk Wakalah bil Istitsmar :
    • Margin/Bagi Hasil (tergantung akad yang digunakan) 
  • Dividen yang didapat tidaklah Fix Return, semua tergantung dari kinerja perusahaan dan kesepakatan pemegang saham pada saat RUPS.
  • Nominal Dividen yang didapat akan ditentukan dari persentase kepemilikan saham Pemodal, kinerja Penerbit, dan berapa besar alokasi dana cadangan.
  • Jadwal pembagian Dividen tiap Penerbit berbeda-beda. Ada yang menargetkan untuk membagikan setiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, atau bahkan 12 bulan sekali hingga lebih.
  • Dividend Payout Ratio (DPR) adalah persentase laba bersih setelah pajak yang diberikan perusahaan kepada para pemegang saham. Setiap uang yang tidak dibayarkan biasanya digunakan untuk cadangan wajib ataupun berinvestasi kembali dalam beberapa operasional penting perusahaan.
  • Contoh:
    • Saham baru dilepas : Rp. 100.000.000,-
    • Porsi kepemilikan saham baru : 40%
    • Dividen : Tiap 12 bulan
    • Dividend Payout Ratio (DPR) : 70%
      Asumsi
    • Nilai kepemilikan Pemodal pada Perusahaan : Rp. 10.000.000,-
    • Persentase kepemilikan Pemodal dari penerbitan saham baru : 10.000.000/100.000.000 = 10%
    • Laba bersih hingga akhir tahun (bulan ke 12) : Rp. 30.000.000,-
    • Perhitungan dividen:
      • Laba bersih yang dapat dibagikan sesuai DPR : Rp. 30.000.000,- x 70% = Rp. 21.000.000,-
      • Dividen Pemilik saham baru : Rp. 21.000.000,- x 40% = Rp. 8.400.000,-
      • Dividen Pemodal : Rp 8.400.000,- x 10% = Rp. 840.000,-
      • Total Dividen Pemodal hingga bulan ke 12 : Rp. 840.000,-
  • Imbal hasil dalam sukuk disebut dengan Kupon.
  • Ada 2 jenis kupon, yaitu Kupon Bagi Hasil dan Kupon Margin
  • Kupon Bagi hasil
    • Dasar dari pembagian kupon Bagi hasil adalah Nisbah (dalam bentuk persentase)
    • Cara menghitung kupon yang didapat yaitu persentase nisbah dikali laba bersih perusahaan tiap bulannya (jika ada)
    • Sehingga sama seperti Dividen: imbal hasil tidak Fix Return dan tergantung dari kinerja Penerbit dalam mengerjakan proyeknya.
    • Contoh:
      • Nilai Proyek : Rp. 100.000.000,-
      • Nisbah : 40%
      • Pembayaran Kupon : Per 3 Bulan
      • Tenor : 6 Bulan
        Asumsi :
      • Nilai investasi Pemodal pada Proyek : Rp. 10.000.000,-
      • Persentase kepemilikan Pemodal pada Proyek : 10.000.000/100.000.000 = 10%
      • Laba bersih Proyek bulan 1-3 : Rp. 10.000.000,-
      • Laba bersih Proyek bulan 4-6 : Rp. 15.000.000,-
      • Modal Pemodal kembali di bulan 6 : Rp. 10.000.000,-
      • Perhitungan Kupon :
        • Bagi hasil proyek bulan 1-3 : Rp. 10.000.000,- x 40% = Rp. 4.000.000,-
        • Bagi hasil proyek bulan 4-6 : Rp. 15.000.000,- x 40% = Rp. 6.000.000,-
        • Bagi hasil Pemodal bulan 1-3 : Rp. 4.000.000,- x 10% = Rp. 400.000,-
        • Bagi hasil Pemodal bulan 4-6 : Rp. 6.000.000,- x 10% = Rp. 600.000,-
        • Total Bagi Hasil Pemodal : Rp. 1.000.000,-
        • Modal awal Pemodal : Rp. 10.000.000,-
        • Bagi Hasil Pemodal + Modal Pemodal : Rp. 11.000.000,-
  • Kupon Margin
    • Dasar dari pembagian kupon adalah Margin (dalam bentuk persentase)
    • Cara menghitung kupon yang didapat yaitu persentase margin dikali nilai investasi (tanpa melihat lama waktu tenor)
    • Dikarenakan akadnya adalah jual beli, maka imbal hasil bentuknya adalah Fix Return tanpa melihat kinerja Penerbit dalam mengerjakan proyeknya.
    • Contoh:
      • Nilai Proyek : Rp. 100.000.000,-
      • Margin : 11%
      • Pembayaran Kupon : Per 3 Bulan
      • Tenor : 6 Bulan
        Asumsi :
      • Nilai investasi Pemodal pada Proyek : Rp. 10.000.000,-
      • Persentase kepemilikan Pemodal pada Proyek : 10.000.000/100.000.000 = 10%
      • Margin Proyek dalam Rupiah : Rp. 100.000.000 x 11% = Rp. 11.000.000,-
      • Modal Pemodal kembali di bulan 6 : Rp. 10.000.000,-
      • Perhitungan Kupon :
        • Margin Proyek bulan 3 : Rp. 11.000.000,- x 3/6 = Rp. 5.500.000,-
        • Margin Proyek bulan 6 : Rp. 11.000.000,- x 3/6 = Rp. 5.500.000,-
        • Margin Pemodal bulan 3 : Rp. 5.500.000,- x 10% = Rp. 550.000,-
        • Margin Pemodal bulan 6 : Rp. 5.500.000,- x 10% = Rp. 550.000,-
        • Total Margin  Pemodal : Rp. 1.100.000,-
        • Modal awal Pemodal : Rp. 10.000.000,-
        • Margin Pemodal + Modal Pemodal : Rp. 11.100.000,-
  • Jadwal pembayaran kupon tiap Penerbit berbeda-beda. Dari waktu sebelum jatuh tempo Sukuk, ada Penerbit yang membagikan kupon secara bulanan, triwulanan, semesteran hingga tahunan.
  • Risiko Saham
    - Usaha tidak berjalan
    - Saham tidak likuid
    - Tidak mendapat dividen
    Mitigasi :
    - Melakukan due diligence terhadap Penerbit secara cermat dan tepat
    - Menawarkan saham milik Penerbit yang juga memiliki aset yang likuid
    - Membantu untuk melakukan penjualan aset Penerbit atas persetujuan mayoritas pemegang saham pada saat RUPS 
  • Risiko Sukuk
    - Proyek tidak berjalan
    - Tidak mendapatkan imbal hasil
    Mitigasi :
    - Melakukan due diligence terhadap Penerbit secara cermat dan tepat
    - Memilih proyek-proyek yang bonafit
    - Jika Penerbit wanprestasi, jaminan Penerbit dapat dilakukan penjualan 
  • Risiko Operasional
    - Kegagalan sistem elektronik
    - Kegagalan operasional penyelenggara
    Mitigasi :
    - Memiliki backup server serta disaster recovery planning
    - Menunjuk Penyelenggara lain yang telah mendapat izin OJK, untuk dijadikan pengganti Penyelenggara dengan syarat dan ketentuan yang sudah disepakati bersama Pemodal
  • Namun yang perlu Anda perhatikan dengan seksama sebelum melakukan investasi adalah kewajiban Anda juga untuk melakukan due diligence diantaranya namun tidak terbatas pada :
    - Analisa Makro Ekonomi
    - Analisa Model Bisnis
    - Analisa Laporan Keuangan
    - Analisa Sektor Industri dan Persaingan Usaha
    - Analisa risiko-risiko lainnya 
    Sehingga Anda mengetahui bahwa investasi bisnis di SHAFIQ memiliki risiko tinggi, dimana nilai investasi yang Anda sertakan disamping memiliki potensi keuntungan juga memiliki potensi kerugian bahkan kegagalan.