Berita
Rahasia Sukses Bisnis: Teknik Cerdas untuk Memaksimalkan Profitabilitas
SHAFIQ Administrator
Selasa, 23-01-24

Teknik Memaksimalkan Profitabilitas | 2 min read

Pebisnis yang sukses selalu mencari cara untuk memaksimalkan keuntungan mereka. Hal ini tidak hanya tentang mendapatkan lebih banyak uang, tetapi juga mengelola sumber daya dengan cerdas.

Pada tahun 2023 lalu banyak bisnis yang tumbang disebabkan faktor keuntungan usaha yang didapat tidak mampu menutup biaya operasional.

Bagaimana kondisi bisnis di tahun 2024 ini? Semoga lebih baik dan mendatangkan keuntungan untuk keberlanjutan usahamu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa teknik cerdas yang dapat membantu perusahaan mencapai profitabilitas maksimal.


Baca Juga: 6 Syarat Menjadi Penerbit di SHAFIQ

Mengapa Perusahaan Selalu Memaksimalkan Keuntungan?

Keuntungan adalah salah satu tujuan utama bagi setiap perusahaan. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi juga memastikan pertumbuhan dan kemampuan perusahaan untuk berinvestasi.

Perusahaan yang menghasilkan keuntungan yang baik dapat lebih mudah menghadapi tantangan ekonomi, mengembangkan inovasi, dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

Misalkan, sebuah perusahaan teknologi yang terus-menerus menghasilkan keuntungan dapat melakukan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan produk baru, memperkuat brand positioning mereka, dan memperluas pangsa pasar.

Laba dan Profitabilitas, Apakah Sama?

Laba dan profitabilitas seringkali digunakan secara bergantian, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan. Laba adalah jumlah uang yang diperoleh setelah mengurangkan biaya dari pendapatan. Sementara itu, profitabilitas lebih fokus pada rasio keuntungan terhadap berbagai ukuran, seperti penjualan atau aset.

Contoh kasus, jika suatu perusahaan memiliki laba yang tinggi tetapi margin keuntungan rendah, hal itu mungkin menunjukkan efisiensi operasional yang perlu ditingkatkan.


Baca Juga: Bisnis yang Pasti Untung, Ternyata Ini Faktanya

Bagaimana Sebuah Perusahaan Dapat Mencapai Keuntungan yang Maksimal?

Banyak pendapat para ahli mengenai strategi memaksimalkan keuntungan perusahaan, kami rangkumkan 2 poin di bawah ini:

  1. Efisiensi Operasional
    Memaksimalkan efisiensi dalam setiap proses bisnis untuk mengurangi biaya produksi. Misalkan, Menyederhanakan rantai pasokan untuk mengurangi biaya logistik. Metode ini banyak dilakukan brand fashion yang menjual langsung produknya ke end user melalui marketplace tanpa menggunakan toko offline.

  2. Memahami Pelanggan
    Kenali kebutuhan dan keinginan pelanggan untuk dapat memberikan produk atau layanan yang lebih sesuai. Langkah ini dapat diawali dengan mengadakan survei pelanggan untuk memahami preferensi mereka. Jadikan saran dan masukan pelanggan sebagai perbaikan di masa depan.

Baca Juga: Cara Memperoleh Pendanaan Bisnis hingga 10 Miliar melalui SCF

7 Teknik untuk Meningkatkan Profitabilitas Perusahaan

Ada banyak sekali teknis untuk meningkatkan keuntungan perusahaan, setiap jenis usaha memiliki perbedaan sentuhan dan praktiknya. Kami simpulkan beberapa teknik sederhana dan umum digunakan berikut ini:

  1. Diversifikasi Produk atau Layanan
    Diversifikasi produk atau layanan adalah teknik di mana sebuah perusahaan memperluas jangkauan portofolio produk atau layanannya. Tujuannya adalah mencapai pasar yang lebih luas dan mengurangi risiko karena tergantung pada satu produk atau layanan saja.

    Contoh sederhana:
    Sebuah perusahaan pakaian yang awalnya fokus pada produksi pakaian kasual dapat melakukan diversifikasi dengan menambahkan lini produk formal atau bahkan aksesori fashion. Ini tidak hanya memperluas pangsa pasar mereka tetapi juga memberikan pelanggan lebih banyak opsi.

  2. Optimalkan Harga
    Optimalkan harga adalah tentang menentukan harga produk atau layanan sedemikian rupa sehingga menciptakan nilai maksimal bagi pelanggan dan menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan. Ini melibatkan pemahaman pasar, analisis pesaing, dan penyesuaian harga secara strategis.

    Contoh sederhana:
    Perusahaan perangkat lunak yang menawarkan versi dasar gratis dari produk mereka dapat menetapkan harga premium untuk fitur tambahan atau dukungan teknis. Ini memungkinkan mereka menjangkau pelanggan dengan anggaran terbatas sambil mendapatkan pendapatan dari pelanggan yang memerlukan fitur tambahan.

  3. Pengelolaan Dana Investor
    Pengelolaan Dana Investor adalah praktik yang melibatkan manajemen secara bijaksana terhadap dana yang dimiliki perusahaan. Ini mencakup pemantauan detail penggunaan, dan pemanfaatan dana untuk lini bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan.

    Contoh sederhana:
    Sebuah perusahaan yang berencana untuk memperluas operasionalnya dapat mengambil pendanaan dengan akad yang sesuai syariah untuk mendanai proyek tersebut. Dengan melakukan ini, mereka dapat memanfaatkan dana tersebut sebagai alat untuk pertumbuhan tanpa menimbulkan beban finansial yang tidak perlu.

  4. Investasi dalam Pemasaran
    Investasi dalam pemasaran melibatkan alokasi sumber daya kegiatan pemasaran untuk meningkatkan visibilitas dan mencapai lebih banyak pelanggan. Ini termasuk strategi iklan, promosi, dan pembangunan brand.

    Contoh sederhana:
    Perusahaan teknologi yang meluncurkan produk baru dapat mengalokasikan anggaran pemasaran untuk kampanye online yang menarik perhatian target pasar mereka. Investasi ini dapat meningkatkan kesadaran merek dan membantu produk baru tersebut sukses di pasaran.

  5. Inovasi Produk atau Layanan:
    Inovasi produk atau layanan adalah kunci untuk tetap bersaing dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Perusahaan perlu terus-menerus berpikir kreatif dan mengembangkan produk atau layanan baru untuk mempertahankan minat pelanggan.

    Contoh sederhana:
    Perusahaan telekomunikasi yang menghadapi persaingan ketat dapat mengembangkan paket layanan yang lebih inovatif, seperti bundel internet dengan layanan streaming eksklusif. Inovasi ini tidak hanya menarik pelanggan baru tetapi juga mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

  6. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
    Pelatihan dan pengembangan karyawan adalah investasi dalam sumber daya manusia perusahaan. Memberikan karyawan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga meningkatkan kepuasan karyawan.

    Contoh sederhana:
    Perusahaan manufaktur dapat menyediakan pelatihan reguler untuk karyawan produksi tentang teknologi produksi terbaru. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, yang pada gilirannya dapat mengarah pada keuntungan yang lebih tinggi.

  7. Analisis Data
    Analisis data melibatkan pengumpulan, pemrosesan, dan interpretasi data untuk membuat keputusan yang lebih informasional. Ini membantu perusahaan memahami tren pasar, perilaku pelanggan, dan membuat keputusan yang lebih baik.

    Contoh sederhana:
    Perusahaan e-commerce dapat menggunakan analisis data untuk memahami pola pembelian pelanggan, mengidentifikasi produk yang paling diminati, dan menyusun strategi diskon yang sesuai. Analisis ini membantu perusahaan membuat keputusan yang berbasis fakta untuk meningkatkan profitabilitas.


Baca Juga: OJK Mulai Tekankan Securities Crowdfunding sebagai Alternatif Pembiayaan UMKM

Melalui penerapan teknik-teknik ini, sebuah perusahaan dapat mencapai keuntungan yang maksimal sambil meminimalkan risiko dan meningkatkan daya saing di pasar.

Mengutip artikel Kenapa Harus Berinvestasi dengan Uang Dingin?, terdapat sebuah kaidah yang banyak dipahami para pebisnis bahwa “Keuntungan adalah imbalan atas kesiapan menanggung kerugian”.Maksud dari kaidah ini adalah ialah orang yang berhak mendapatkan keuntungan ialah orang yang punya kewajiban menanggung kerugian -jika hal itu terjadi-.

Keuntungan ini menjadi milik orang yang berani menanggung kerugian karena jika barang tersebut suatu waktu rusak, maka dialah yang merugi. Jika kerugian berani ditanggung, maka keuntungan menjadi miliknya.

Menurut kalian, adakah seorang pengusaha yang selalu mendapatkan keuntungan dalam menjalankan bisnis?

JIka kamu ingin lebih simple dan tidak mau pusing memikirkan bisnis secara langsung, berinvestasi saja melalui instrumen bisnis yang menawarkan proyeksi keuntungan pada platform layanan urun dana.

Jadi tunggu apa lagi, yuk kita ikut menjadi bagian dari Investasi Berjamaah, Daftar sekarang juga!
______________________
SHAFIQ adalah ‘mini bursa’ yang mempertemukan para pengusaha UMKM atau Startup dengan para Pemodal. Melalui Platform Investasi Syariah berbasis teknologi digital yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta diawasi DSN-MUI.

  • Investasi pada efek (saham/ sukuk) mengandung RISIKO TINGGI yang seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi.
  • Sebelum berinvestasi, pastikan memahami skema bisnisnya melalui prospektus yang disampaikan.
Share