Berita
Cara Memilih Instrumen Investasi sesuai Tujuan dan Profil Risiko
SHAFIQ Administrator
Selasa, 22-03-22

Apa kabar SHAFIQers ?

Pada artikel sebelumnya, anda telah mempelajari apa yang harus anda persiapkan sebelum memulai berinvestasi dan di antaranya adalah menetapkan tujuan keuangan dan profil risiko. Setelah mengetahuinya, maka langkah selanjutnya adalah memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko anda.


Contoh Instrumen Investasi yang Sesuai Tujuan dan Profil Risiko

Setiap instrumen investasi memiliki risiko yang melekat pada produknya. Risiko investasi menggambarkan ketidakpastian dan kemungkinan investor akan mengalami kerugian investasi atau imbal hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam hal ini, risiko investasi berbanding lurus dengan imbal hasil investasi. Artinya, semakin tinggi risiko suatu investasi, maka imbal hasilnya pun semakin tinggi dan sebaliknya, apabila semakin rendah risikonya, maka imbal hasilnya juga rendah. Selain itu, semakin panjang jangka waktu investasinya, risikonya pun semakin tinggi karena ketidakpastian yang semakin besar.

Berikut contoh instrumen investasi SCF Syariah yang telah disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko:



Jangka PendekJangka MenengahJangka Panjang
Contoh Tujuan FInansialDana Darurat, Menikah, Umrah, BerliburDana melanjutkan Pendidikan, HajiDana Persiapan Pensiun, Dana Pendidikan Anak, Membeli Rumah
Instrumen InvestasiSukuk dengan tenor jangka pendekSukuk dengan tenor jangka menengahSaham Syariah
Profil Risiko InvestorKonservatifModeratAgresif
RisikoRendahModeratTinggi
Imbal HasilRendahModeratTinggi


Risiko Investasi di SCF Syariah yang Wajib diketahui Investor

Saham syariah dan sukuk memiliki karakteristik yang berbeda sehingga risiko investasinya pun berbeda. Penjelasan selengkapnya mengenai sukuk dapat anda simak pada artikel Sukuk : Pengertian dan Penjelasan Sukuk pada SCF Syariah. Secara umum, risiko investasi yang wajib disampaikan kepada investor berdasarkan POJK No. 57/2020 antara lain:

  1. Risiko Usaha, merupakan risiko yang tidak dapat dihindari yang terjadi karena adanya fluktuasi dalam usaha

  2. Risiko Investasi, merupakan risiko yang terjadi karena usaha maupun proyek yang didanai tidak menghasilkan keuntungan sesuai proyeksi atau ekspektasi.

  3. Risiko Likuiditas, investasi pada SCF bersifat jangka panjang, tidak dapat ditarik sewaktu-waktu ketika membutuhkan dana. Investor mungkin tidak dapat menemukan pembeli sebelum berakhirnya jangka waktu investasi, atau menjualnya di pasar sekunder.

  4. Risiko Kegagalan Sistem Elektronik, terjadi karena gangguan pada sistem elektronik dari penyelenggara SCF.

  5. Risiko kelangkaan pembagian dividen dan atau dilusi kepemilikan saham jika efek yang diterbitkan berupa saham syariah.

  6. Risiko gagal bayar atas sukuk, apabila penerbit gagal bayar maka Wali Amanat berdasarkan surat kuasa akan mengundang dan mengadakan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSu), dalam RUPSu tersebut akan membahas mekanisme Gagal Bayar Penerbit tersebut dan dapat berupa perpanjangan jatuh tempo kupon maupun eksekusi jaminan fidusia dan jaminan Penerbit lainnya (jika ada).

Demikianlah penjelasan singkat Cara Memilih Instrumen Investasi sesuai Tujuan dan Profil Risiko. SHAFIQ dalam hal ini sebagai Securities Crowdfunding Syariah di Indonesia yang Pertama yang Dapat Izin OJK serta diawasi DSN MUI akan terus mengedukasikan kepada para investor maupun pemodal agar tetap memiliki literasi yang baik dalam memahami instrumen investasi.

Berminat menjadi pemodal atau penerbit di shafiq.id. Silakan DAFTAR kemudian pelajari detailnya secara lengkap. Jika masih ada pertanyaan silahkan hubungi email : [email protected]


Share