Berita & Artikel
Cara Memilih Instrumen Investasi sesuai Tujuan dan Profil Risiko
SHAFIQ Administrator
Selasa, 21-04-26

Instrumen investasi sesuai Profil risiko | 3 Min read

Banyak orang ingin mulai berinvestasi, tetapi masih bingung harus memilih instrumen yang mana. Aman nggak ya?

Padahal, investasi yang tepat bukan soal ikut tren, melainkan soal kesesuaian dengan tujuan keuangan dan seberapa besar risiko yang siap dihadapi.

Sebelum menanamkan dana (modal), penting untuk memahami bahwa setiap instrumen investasi memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang cocok untuk kebutuhan jangka pendek, ada pula yang dirancang untuk tujuan jangka panjang seperti dana pensiun atau pendidikan anak.

Baca Juga:

Karena itu, memahami tujuan finansial dan profil risiko menjadi langkah awal agar keputusan investasi lebih terarah dan tidak berujung penyesalan.

Kenapa Tujuan Keuangan Harus Ditentukan Terlebih Dahulu?

Investasi tanpa tujuan ibarat perjalanan tanpa arah. SHAFIQers mungkin tetap berjalan, tetapi tidak tahu kapan harus berhenti atau ke mana tujuan akhirnya.

Misalnya, dana untuk menikah dalam dua tahun tentu membutuhkan strategi berbeda dibanding persiapan pensiun 20 tahun ke depan. Begitu pula dana darurat yang harus mudah diakses tidak bisa disamakan dengan investasi pertumbuhan jangka panjang.

Semakin jelas tujuan keuangan Anda, semakin mudah memilih instrumen yang sesuai.

Memahami Hubungan Risiko dan Imbal Hasil

Dalam dunia investasi, ada prinsip yang sangat penting: high risk, high return.

Artinya, semakin tinggi potensi keuntungan sebuah instrumen, biasanya semakin besar pula risiko yang menyertainya. Sebaliknya, instrumen dengan risiko rendah umumnya menawarkan imbal hasil yang lebih stabil namun tidak terlalu tinggi.

Selain itu, jangka waktu investasi juga mempengaruhi risiko. Semakin panjang tenor investasi, semakin besar ketidakpastian yang mungkin terjadi.

Karena itu, investor perlu menyesuaikan pilihan investasi dengan kenyamanan finansial dan kemampuan menghadapi fluktuasi.

Contoh Instrumen Investasi Berdasarkan Tujuan dan Profil Risiko

Dalam skema Securities Crowdfunding (SCF) Syariah, pilihan instrumen investasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter investor.

Berikut contoh instrumen investasi SCF yang telah disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko:



Jangka PendekJangka MenengahJangka Panjang
Contoh Tujuan FInansialDana Darurat, Menikah, Umrah, BerliburDana melanjutkan Pendidikan, HajiDana Persiapan Pensiun, Dana Pendidikan Anak, Membeli Rumah
Instrumen InvestasiSukuk dengan tenor jangka pendekSukuk dengan tenor jangka menengahSaham Syariah
Profil Risiko InvestorKonservatifModeratAgresif
RisikoRendahModeratTinggi
Imbal HasilRendahModeratTinggi


Risiko Investasi di SCF yang Wajib Dipahami

Setiap investasi pasti memiliki risiko. Karena itu, literasi menjadi hal utama sebelum memutuskan menjadi investor.

Berdasarkan Buku Saku Pasar Modal 2025, berikut beberapa risiko investasi bagi pemodal pada SCF yang perlu dipahami:

    1. Risiko proyek tidak berjalan

    2. Risiko tidak menerima dividen/bunga/bagi hasil
      a) Risiko transparansi: Tidak mendapatkan informasi yang akurat terkait dengan efek yang diterbitkan melalui layanan urun dana sehingga mempengaruhi keputusan investasi dari pemodal.
      b) Risiko likuidasi: Rendahnya likuiditas SCF karena terdapat batasan yaitu:
      - ECF: Perdagangan hanya dapat dilakukan untuk ECF yang telah didistribusikan paling singkat 1 tahun setiap bulan maret, juni, sept, desember (dilarang dilaksanakan lebih dari 10 hari kerja).
      - DCF/ SCF: Tidak dapat diperdagangkan

    3. Risiko saham tidak likuid
    4. Risiko kegagalan operasional penyelenggara

    Investasi Bukan Sekadar Untung, Tapi Juga Tepat

    Banyak investor pemula terlalu fokus pada angka keuntungan, padahal yang lebih penting adalah kecocokan antara instrumen, tujuan, dan kesiapan mental menghadapi risiko.

    Investasi yang sehat dimulai dari pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan.

    Dalam perspektif syariah, investasi juga perlu memperhatikan aspek keberkahan, transparansi, dan kebermanfaatan bagi sektor riil. Karena itu, memilih instrumen berbasis syariah menjadi langkah yang lebih bijak bagi mereka yang ingin bertumbuh secara finansial sekaligus menjaga prinsip muamalah.

    Platform seperti Shafiq.id hadir sebagai pilihan investasi syariah yang mendukung pertumbuhan UMKM melalui sistem yang diawasi OJK dan DSN-MUI, sehingga investor dapat melangkah dengan lebih tenang dan terarah.

    Akhirnya, investasi terbaik bukan yang paling ramai dibicarakan, tetapi yang paling sesuai dengan tujuan hidup SHAFIQers!

    Baca Juga:

      _______________

      SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

        1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
        2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
        3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
        4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

        ⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

        ⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

        Sumber: Buku Saku Pasar Modal (Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan, 2025), hal.116.

        Share
        slider-mobile