Berita & Artikel
Kaidah Investasi yang Sering Dilupakan, Cek Lagi!
SHAFIQ Administrator
Rabu,
26-08-26
Kaidah investasi syariah | 3 Min read
Investasi bukan hanya terkait besar keuntungan yang bisa diperoleh, tetapi juga tentang seberapa baik seseorang memahami risiko, legalitas, tujuan, dan prinsip dari investasi tersebut.
Salah mengambil keputusan dapat membuat investor terjebak pada investasi ilegal, investasi bodong, atau instrumen yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial maupun prinsip syariah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah menjelaskan adanya fenomena casino mentality, yaitu keinginan memperoleh keuntungan dengan cepat tanpa mempertimbangkan risiko. Selain itu, peer pressure atau tekanan lingkungan sosial juga dapat membuat seseorang mengikuti investasi karena tidak ingin kehilangan kesempatan.
Karena itu, sebelum memutuskan berinvestasi, ada sejumlah kaidah investasi yang penting untuk diperhatikan.
Baca Juga:
Yuk simak lagi rangkuman konten terkait edukasi kaidah investasi berikut ini!
- Pastikan Investasi Sesuai dengan Prinsip Syariah
Bagi masyarakat Muslim, aspek keuntungan bukan satu-satunya pertimbangan dalam investasi. Kesesuaian dengan prinsip syariah juga menjadi hal yang penting.
Investasi perlu terbebas dari unsur yang dilarang syariah, seperti riba, maysir (perjudian), gharar yang berlebihan, serta kegiatan usaha yang bertentangan dengan ketentuan syariah.
- Pahami bahwa Setiap Investasi Memiliki Risiko
Tidak ada investasi yang sepenuhnya bebas dari risiko. Setiap instrumen memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Potensi memperoleh keuntungan selalu disertai kemungkinan mengalami kerugian.
Oleh sebab itu, jangan hanya memperhatikan besarnya potensi keuntungan. Investor juga perlu memahami risiko investasi, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh dana yang diinvestasikan sesuai karakteristik instrumennya.
- Pastikan Potensi Keuntungan Bersifat Realistis
Penawaran dengan imbal hasil yang sangat tinggi dalam waktu singkat perlu disikapi dengan hati-hati.
Investor sebaiknya memahami dari mana keuntungan tersebut berasal, bagaimana model bisnisnya berjalan, serta faktor apa saja yang dapat mempengaruhi hasil investasi.
- Terapkan Prinsip Legal dan Logis
Sebelum menempatkan dana, gunakan prinsip sederhana: Legal dan Logis.
Legal berarti memastikan pihak yang menawarkan atau menyelenggarakan investasi memiliki legalitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara logis berarti memahami apakah model bisnis, mekanisme investasi, serta potensi keuntungan yang ditawarkan memiliki dasar yang masuk akal.
- Bersikap Sabar dan Konsisten
Investasi bukan instrumen untuk mendapatkan kekayaan secara instan.
Hasil investasi membutuhkan proses dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Karena itu, investor perlu memiliki kesabaran serta konsistensi dalam menjalankan tujuan keuangannya.
Hindari mengambil keputusan secara emosional ketika terjadi perubahan nilai investasi. Jangan terlalu panik ketika menghadapi risiko dan jangan pula terlalu euforia ketika memperoleh keuntungan.
- Sesuaikan Investasi dengan Jangka Waktu
Setiap tujuan keuangan memiliki jangka waktu yang berbeda. Investasi untuk kebutuhan jangka pendek tentu perlu dipertimbangkan secara berbeda dengan investasi untuk tujuan jangka panjang.
Sebelum memilih instrumen, tentukan terlebih dahulu, Apa tujuan investasinya? Kapan dana akan digunakan? Berapa lama dana dapat ditempatkan? Seberapa besar risiko yang mampu ditanggung?
- Gunakan Uang yang Tidak Dibutuhkan dalam Waktu Dekat
Istilah uang dingin sering digunakan untuk menyebut dana yang tidak diperlukan untuk kebutuhan dalam waktu dekat.
Dana investasi sebaiknya tidak mengganggu kebutuhan pokok, dana darurat, biaya pendidikan, maupun kebutuhan penting lainnya. Menggunakan dana yang memang telah dialokasikan untuk investasi juga dapat membantu investor menghadapi risiko dengan lebih tenang.
- Jangan Mengambil Keputusan karena FOMO
FOMO (Fear of Missing Out) dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan investasi.
Ketika melihat orang lain memperoleh keuntungan atau sebuah investasi sedang ramai dibicarakan, seseorang dapat terdorong untuk segera ikut tanpa melakukan analisis yang memadai.
Padahal, kondisi dan tujuan keuangan setiap orang berbeda. Popularitas sebuah investasi bukan jaminan bahwa investasi tersebut sesuai untuk semua orang.
- Pastikan Kondisi Keuangan Sudah Sehat
Investasi sebaiknya dilakukan setelah kebutuhan keuangan utama terpenuhi. Pastikan kondisi keuangan tidak sedang menghadapi tekanan yang berat dan memiliki dana yang dapat digunakan untuk menghadapi kebutuhan tidak terduga.
Jangan sampai keputusan berinvestasi justru mengganggu kebutuhan sehari-hari atau kestabilan keuangan keluarga. Bangun fondasi keuangan terlebih dahulu, kemudian kembangkan aset secara bertahap.
- Hindari Berinvestasi Menggunakan Utang
Menggunakan utang untuk berinvestasi dapat meningkatkan risiko keuangan. Ketika investasi mengalami kerugian, kewajiban pembayaran utang tetap berjalan. Kondisi tersebut dapat membuat beban keuangan menjadi semakin berat.
Karena itu, jangan memaksakan diri berinvestasi hanya karena ingin mengejar peluang keuntungan. Lebih baik berinvestasi sesuai dengan kemampuan finansial yang tersedia.
Baca Juga:
Jangan Hanya Mengejar Cuan, Pahami Investasinya
Kaidah investasi bukan hanya bagaimana mendapatkan keuntungan, tetapi juga bagaimana mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Sebelum berinvestasi, pastikan instrumen yang dipilih Sesuai syariah → Legal → Logis → Dipahami risikonya → Sesuai tujuan → Sesuai kemampuan finansial.
Jangan berinvestasi hanya karena melihat keuntungan. Pahami investasinya sebelum mempercayakan dana.
SHAFIQ hadir sebagai Penyelenggara Layanan Urun Dana Syariah yang mempertemukan pengusaha dengan pemodal melalui platform digital. SHAFIQ menyediakan alternatif investasi melalui instrumen saham syariah dan sukuk dengan tetap memperhatikan prinsip syariah.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa: - Berinvestasi pada bisnis sektor riil
- Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
- Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
- Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: