Berita & Artikel
Apa saja risiko investasi di SCF?
SHAFIQ Administrator
Sabtu,
08-08-26
Risiko Investasi di SCF | 3 Min read
“Mau kaya dalam waktu singkat!”
“Investasi pasti untung!”
“Cuan hingga 100%!”
Pernah dapat tawaran seperti ini lewat WhatsApp, Telegram, atau media sosial? Jangan buru-buru percaya.
Dalam investasi, keuntungan tidak pernah datang tanpa risiko. Ada kemungkinan mendapatkan keuntungan, tetapi ada juga kemungkinan mengalami kerugian. Karena itu, imbal hasil dalam investasi pada dasarnya merupakan proyeksi, bukan kepastian.
Sebagai investor, memahami risiko sebelum menanamkan dana sama pentingnya dengan melihat potensi keuntungan. Dengan begitu, kita bisa mengambil keputusan secara lebih rasional dan tidak panik ketika hasil investasi ternyata tidak sesuai harapan.
Baca Juga:
Kenapa Investor Perlu Memahami Risiko?
Setiap instrumen investasi memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda. Sebelum berinvestasi, investor sebaiknya memahami:
- Bagaimana cara kerja instrumen tersebut.
- Dari mana potensi imbal hasil berasal.
- Apa saja risiko yang mungkin terjadi.
- Berapa lama dana akan ditempatkan.
- Apakah instrumen tersebut sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Dalam Securities Crowdfunding (SCF) Syariah, terdapat beberapa risiko yang perlu dipahami, baik pada saham syariah maupun sukuk.
Risiko Investasi pada Saham Syariah
Saham syariah memberikan peluang bagi investor untuk memiliki bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan. Namun, terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
- Risiko Usaha
Bisnis tidak selalu berjalan sesuai rencana. Perubahan kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, persaingan, hingga perubahan kondisi industri dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Ketika bisnis mengalami penurunan, kondisi tersebut tentu dapat berdampak pada investasi pemegang saham.
- Risiko Likuiditas
Saham yang sudah dimiliki belum tentu bisa langsung dijual ketika investor membutuhkan dana. Risiko likuiditas muncul ketika tidak terdapat pihak yang berminat membeli saham tersebut atau aktivitas perdagangan di pasar sekunder terbatas.
- Risiko Pasar
Nilai saham dapat mengalami perubahan akibat berbagai kondisi, termasuk perubahan kinerja perusahaan maupun sentimen pasar. Artinya, nilai investasi yang dimiliki investor bisa naik ataupun turun.
- Risiko Imbal Hasil
Pada saham, investor berpotensi memperoleh dividen dan capital gain. Namun, dividen tidak selalu dibagikan. Besarnya dividen tergantung pada kinerja dan kebijakan perusahaan. Begitu pula dengan capital gain. Investor hanya memperoleh keuntungan apabila saham dapat dijual pada harga yang lebih tinggi dibandingkan harga perolehannya.
- Risiko Operasional
Gangguan pada sistem elektronik penyelenggara SCF dapat menghambat aktivitas investor dalam mengakses atau melakukan transaksi melalui platform.
Risiko Investasi pada Sukuk
Berbeda dengan saham, sukuk diterbitkan untuk tujuan atau proyek tertentu sesuai struktur akad yang digunakan. Namun, sukuk juga tetap memiliki risiko.
- Risiko Usaha
Proyek yang menjadi dasar penerbitan sukuk dapat menghadapi berbagai kendala. Misalnya, perubahan kondisi ekonomi, persaingan usaha, penurunan permintaan, atau faktor lainnya yang menyebabkan kinerja proyek tidak sesuai dengan proyeksi.
- Risiko Gagal Bayar
Ada kemungkinan penerbit mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya. Hal ini dapat menyebabkan pembayaran imbal hasil terlambat, tidak sesuai proyeksi, atau bahkan modal investasi tidak dapat dikembalikan sesuai jadwal. Karena itu, proyeksi imbal hasil bukanlah jaminan keuntungan.
- Risiko Likuiditas
Sukuk SCF memiliki keterbatasan dalam hal likuiditas. Investor perlu memahami bahwa dana yang sudah ditempatkan tidak selalu dapat dicairkan sewaktu-waktu. Karena itu, gunakan dana yang memang sesuai untuk investasi dan tidak sedang dibutuhkan dalam waktu dekat.
- Risiko Operasional
Risiko ini berkaitan dengan kemungkinan terjadinya gangguan pada sistem elektronik penyelenggara yang dapat mempengaruhi aktivitas investor di platform.
Baca Juga:
Jangan Hanya Melihat Imbal Hasil
Angka imbal hasil yang tinggi memang terlihat menarik. Namun, jangan sampai angka tersebut membuat kita lupa melihat risiko di baliknya. Sebelum berinvestasi, biasakan melakukan 3 langkah sederhana:
Pelajari → Pahami → Baru Putuskan.
Baca prospektus, pahami bisnis atau proyek yang ditawarkan, cek risiko yang tercantum, kemudian sesuaikan dengan tujuan dan kemampuan finansial.
Bagaimana SHAFIQ Memitigasi Risiko?
Sebagai penyelenggara SCF Syariah, SHAFIQ melakukan proses mitigasi risiko untuk membantu meminimalkan dampak dari risiko yang mungkin muncul.
Mitigasi risiko bukan berarti menghilangkan risiko sepenuhnya. Setiap investasi tetap memiliki risiko yang harus dipahami oleh investor.
Karena itu, prospektus menjadi salah satu dokumen penting yang perlu dibaca sebelum mengambil keputusan. Di dalamnya terdapat informasi mengenai bisnis atau proyek, struktur investasi, proyeksi, hingga risiko yang mungkin terjadi.
Sudah baca prospektus sebelum investasi?
Investasi Bukan Sekadar Mengejar Cuan
Investasi yang sehat bukan tentang siapa yang mendapatkan keuntungan paling besar dalam waktu paling singkat. Yang lebih penting adalah memahami apa yang dibeli, mengetahui risikonya, dan mengambil keputusan sesuai kemampuan sendiri.
Jangan mudah percaya dengan iming-iming “pasti untung”, “tanpa risiko”, atau “keuntungan fantastis dalam waktu singkat”. Justru semakin tinggi potensi keuntungan yang ditawarkan, semakin penting bagi kita untuk memahami risikonya.
Semoga SHAFIQers semakin teliti, berilmu, dan bijak dalam mengambil keputusan investasi sesuai prinsip syariah.
Ingin belajar lebih banyak tentang investasi syariah? Ikuti berbagai edukasi, artikel, dan informasi penawaran saham syariah maupun sukuk di SHAFIQ.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa: - Berinvestasi pada bisnis sektor riil
- Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
- Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
- Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: