Berita
Cara Efektif Mengatur Keuangan Usaha Kecil di Era Digital: Panduan untuk UKM
SHAFIQ Administrator
Jumat, 28-06-24

Keuangan UKM | 2 min read

Mengelola keuangan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan baik merupakan langkah krusial untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan bisnis di era digital. Berbagai aplikasi dan teknologi dapat membantu dalam mengelola keuangan di era digital.

Mengutip bisnis.com berdasarkan Studi dari Mastercard Center for Inclusive Growth bersama Mercy Corps Indonesia dan 60 Decibels didapatkan sebuah fakta bahwa sudah banyak usaha mikro kecil (UMK) yang memakai platform digital seperti e-commerce hingga bank digital. Namun masih minim dalam literasi digital.

Dari studi di atas menunjukkan bahwa pemilik usaha kecil antusias dan sadar akan manfaat perangkat digital. Terdapat dua pertiga UMK menggunakan perangkat digital. Ada 46% UMK memakai platform e-commerce dan 34% memakai e-wallet atau bank digital.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara efektif mengatur keuangan usaha kecil, pentingnya manajemen keuangan, dan dampak negatif dari pengelolaan keuangan yang buruk.

Baca juga: Inovasi Keuangan: Alternatif Digital dalam Mendapatkan Dana untuk Mengembangkan Bisnis


Bagaimana Cara Mengatur Keuangan Usaha yang Baik?

Mengatur keuangan usaha dengan baik adalah kunci untuk memastikan keberlangsungan dan kesuksesan bisnis Anda. Berikut ini beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan untuk mengatur keuangan usaha di era digital.

  1. Buat Rencana Keuangan
    Menyusun rencana keuangan yang detail adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Rencana ini harus mencakup perkiraan pendapatan, pengeluaran, serta cadangan dana untuk keperluan darurat.

  2. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis
    Seringkali, pelaku UKM mencampuradukkan keuangan pribadi dengan bisnis. Ini bisa menyebabkan kebingungan dan kesulitan dalam melacak keuangan bisnis. Membuka rekening bank terpisah untuk bisnis adalah solusi yang tepat.

  3. Pakai Aplikasi keuangan
    Menggunakan aplikasi keuangan dapat membantu mengotomatisasi banyak proses keuangan. Banyak aplikasi mampu mengelola pembukuan, melacak pendapatan dan pengeluaran, serta menghasilkan laporan keuangan secara real-time.

  4. Monitor Arus Kas
    Pemantauan arus kas secara rutin sangat penting. Pastikan bahwa bisnis selalu memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban finansialnya.

  5. Evaluasi dan Analisis Keuangan Berkala
    Lakukan evaluasi dan analisis keuangan secara berkala untuk mengetahui posisi keuangan bisnis. Ini membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.

Baca juga: Mengenal Fintech Berbasis Securities Crowdfunding

Mengapa Manajemen Keuangan Sangat Penting bagi UMKM?

Manajemen keuangan yang baik adalah tulang punggung bagi keberhasilan setiap usaha, terutama UKM. Berikut ini beberapa alasan mengapa manajemen keuangan sangat penting.

  1. Keberlanjutan Bisnis
    Manajemen keuangan yang baik memastikan bahwa bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang. Ini melibatkan pengelolaan dana secara efisien dan pengambilan keputusan yang tepat berdasarkan analisis keuangan.

  2. Kemampuan untuk Menghadapi Krisis
    Dengan manajemen keuangan yang baik, UKM dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi darurat atau krisis ekonomi. Memiliki dana cadangan dan rencana keuangan yang matang adalah kunci untuk bertahan dalam masa-masa sulit.

  3. Peningkatan Profitabilitas
    Manajemen keuangan yang efektif membantu dalam mengidentifikasi area bisnis yang menguntungkan dan yang tidak. Dengan demikian, bisnis dapat fokus pada upaya yang meningkatkan profitabilitas.

  4. Mempermudah Akses Pendanaan
    Bisnis yang memiliki catatan keuangan yang baik lebih mudah mendapatkan pendanaan dari investor atau lembaga keuangan. Laporan keuangan yang rapi dan teratur menunjukkan kredibilitas dan kesehatan bisnis.

Baca juga: SCF Syariah Solusi Akses Permodalan UMKM

Apa Dampak Pengelolaan Manajemen Keuangan UMKM yang Kurang Baik bagi Sebuah Usaha?

Pengelolaan keuangan yang buruk dapat berdampak negatif bagi UKM. Berikut ini beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi.

  1. Kebangkrutan
    Tanpa manajemen keuangan yang baik, bisnis rentan terhadap kebangkrutan. Kekurangan dana, utang yang menumpuk, dan pengeluaran yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kehancuran bisnis.

  2. Reputasi yang Buruk
    Pengelolaan keuangan yang buruk bisa merusak reputasi bisnis di mata pelanggan, pemasok, dan kreditur. Ini dapat menghambat kemampuan bisnis untuk menjalin hubungan kerja yang baik dan mendapatkan kepercayaan.

  3. Kehilangan Peluang Bisnis
    Bisnis yang tidak mengelola keuangannya dengan baik sering kali kehilangan peluang untuk berkembang. Kurangnya dana dan manajemen yang buruk membuat bisnis tidak dapat memanfaatkan peluang pasar yang ada.

  4. Stres dan Tekanan
    Pengelolaan keuangan yang buruk juga dapat menyebabkan stres dan tekanan bagi pemilik bisnis. Ketidakpastian finansial dan masalah keuangan dapat mengganggu fokus dan produktivitas.

Baca juga: Investasi Shafiq dengan ratusan Miliar dana yang tersalurkan dan ribuan Investor aktif

Mengatur keuangan usaha kecil dengan baik di era digital memerlukan disiplin, perencanaan, dan penggunaan teknologi yang tepat. Dengan manajemen keuangan yang baik, UKM dapat memastikan kelangsungan bisnis, meningkatkan profitabilitas, dan siap menghadapi tantangan yang ada di masa depan.

Selalu ingat bahwa kesehatan keuangan bisnis adalah pondasi utama untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.

Semoga bisnis yang SHAFIQers tetap tumbuh dan maju untuk meningkatkan skala usaha menjadi lebih berkah dan halal. Ingin mengembangkan usaha dan membutuhkan pendanaan bisnis? SHAFIQ jawabannya.

Melalui SHAFIQ maka para pengusaha akan mendapatkan peluang meraih modal bisnis hingga 10 miliar untuk mengembangkan serta menjalankan proyeknya saat ini.

Alhamdulillah SHAFIQ sebagai Penyelenggara Layanan Urun Dana Syariah Pertama yang telah mendapatkan Izin dari OJK dan diawasi DSN MUI. Telah mempertemukan ribuan investor dengan ratusan pengusaha dalam platform investasi syariah digital.

Jadi tunggu apa lagi, yuk kita ikut menjadi bagian dari Investasi Berjamaah, Daftar sekarang juga!
______________________
SHAFIQ adalah ‘mini bursa’ yang mempertemukan para pengusaha UMKM atau Startup dengan para Pemodal. Melalui Platform Investasi Syariah berbasis teknologi digital yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta diawasi DSN-MUI.

Wajib diperhatikan!!
  • Investasi pada efek (saham/sukuk) mengandung risiko tinggi. Pastikan memahami skema bisnisnya melalui prospektus yang disampaikan ya!
Share