Berita & Artikel
9 Hikmah Terbaik dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu
SHAFIQ Administrator
Jumat, 04-10-24

Kisah Umar bin Khattab | 3 min read

Krisis kepemimpinan yang melanda di era digital saat ini, banyak yang merasa kehilangan sosok pemimpin yang tegas, jujur, dan berintegritas. Dalam berbagai sektor, baik politik, ekonomi, hingga bisnis, krisis moral dan etika kepemimpinan semakin terasa.

Apa yang kamu ketahui tentang Umar bin Khattab?

Kondisi di atas memunculkan harapan hadirnya figur yang bisa menjadi teladan, seperti Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikutilah orang-orang sesudahku dari para sahabatku, yaitu Abu Bakar dan Umar” (Disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’).

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana, dengan sifat keberanian dan kerendahan hati yang luar biasa. Beliau tidak hanya memerintah dengan kekuasaan, tetapi juga dengan hati yang tulus dan visi yang jelas untuk kemaslahatan umat.

Sosok suri tauladan seperti Umar bin Khattab diperlukan untuk memandu masyarakat menuju arah yang benar, membangun fondasi kepemimpinan yang mulia, serta menciptakan perubahan positif di berbagai bidang.

Baca juga: 7 Hikmah Terbaik dari Sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu anhu

Hikmah Terbaik dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu

Mari kembali membaca berbagai hikmah dari kisah beliau yang telah kami susun dari berbagai sumber terpercaya, semoga memberi inspirasi dan suri tauladan.

  1. Keislaman Umar radhiyallahu ‘anhu dido'akan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
    Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,
    “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini: Abu Jahal atau Umar bin Al-Khaththab.” Sang perawi mengatakan, ternyata yang lebih dicintai oleh Allah adalah Umar. (HR. Tirmidzi, no. 3681; Ahmad, 2:95. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).


    Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Allah, muliakanlah agama ini dengan keislaman Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.” (HR. Ahmad, 9: 508)

  2. Pemimpin yang Takut Azab dari Allah
    Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengisahkan tentang betapa takutnya Umar kepada azab Allah,
    “Saya keluar bersama Umar bin Khattab hingga beliau masuk ke dalam suatu tempat yang berdinding. Saat itu saya mendengar beliau mengatakan sesuatu dan saat itu antara saya dan beliau terhalang dinding. Beliau di tengah-tengah tempat yang berdinding tersebut mengatakan pada dirinya sendiri, ‘Apakah Umar layak menjadi Amirul Mukminin? Wah, wah! Demi Allah, wahai putra Al-Khattab, sungguh-sungguhlah bertakwa kepada Allah atau Allah benar-benar akan mengazabmu‘”
    (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa` dan yang lainnya, Shahih dari jalan Imam Malik)

  3. Pemimpin yang memiliki sifat Zuhud (meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat di Akhirat)
    Kisah yang dituturkan langsung oleh Sahabat Umar radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dulu pernah memberiku suatu pemberian, lalu akupun mengatakan, ‘Berikanlah itu kepada yang lebih membutuhkan dari aku. Di saat yang lain beliau pun memberiku harta lagi, lalu akupun mengatakan, ‘Berikanlah itu kepada orang yang lebih membutuhkan dari aku.’ Akhirnya beliau pun bersabda, ‘Ambilah harta itu, lalu milikilah sebagai hartamu dan bersedekahlah dengan harta itu. Sesuatu yang datang kepadamu dari harta ini, sedangkan Anda tidak tergiur bersemangat mengharap-harapnya dan tidak pula memintanya, maka ambillah. Adapun jika sebaliknya, maka janganlah nafsumu mencari-carinya (jika harta tersebut tidak datang kepadamu)’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan yang lainya).

  4. Umar radhiyallahu ‘anhu Memiliki sifat Dermawan
    Umar radhiyallahu ‘anhu adalah seorang yang sangat dermawan, banyak berinfak di jalan Allah, dan banyak melapangkan rakyatnya. Beliau berlomba dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma dalam bersedekah. Umar radhiyallahu ‘anhu pernah bersedekah dengan harta termahal yang dimilikinya, yaitu tanah miliknya di daerah Khaibar (Riwayat Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim).

    Baca juga: 7 Hikmah Ibadah Haji, Perjalanan Menjadi Tamu ALLAH

  5. Umar radhiyallahu ‘anhu dikabarkan akan masuk Surga
    Beliau shallallahu ‘alaihi wasallama mengatakan kepada Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, “Bukakan pintu untuknya dan kabarkan kepadanya bahwa Allah memasukkan ia ke dalam surga.” (HR. Bukhari no. 6216)

  6. Umar radhiyallahu ‘anhu ditakuti Syaitan
    Hal ini diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama, “Wahai Ibnul Khattab, Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya setan berpapasan denganmu, maka ia akan mencari jalan lain selain jalan yang kau lalui.” (HR. Bukhari no. 6085)

  7. Pemimpin yang memiliki sifat Wara'
    Di antara tanda kesempurnaan Agama sahabat Umar radhiyallahu ‘anhu adalah memiliki sifat wara’ yaitu, meninggalkan sesuatu yang jelas keharamannya maupun yang masih samar atau belum jelas halal dan haramnya (syubhat).

    Dikisahkan beliau dahulu memiliki unta yang biasa diperas susunya untuk diminum. Suatu hari, seorang pembantu yang kurang dikenalnya datang kepada beliau.

    Maka berkatalah Umar radhiyallahu ‘anhu,
    “Celaka engkau! Darimana kau dapatkan susu ini?”.

    Lalu pembantunya tersebut menjawab,
    “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya anak onta Anda lepas dari induknya, kemudian (setelah kembali) anak onta itu pun menyusu kepada induknya. Aku pun memeras susu untukmu dari unta lain yang merupakan harta Allah”.

    Berkatalah Umar radhiyallahu ‘anhu,
    “Celaka engkau! Engkau memberiku minum dari api neraka” (Riwayat hasan, diriwayatkan Ibnu Zanjawiyyah di Al-Amwaal dan Ibnu Syabbah di Taariikh Al-Madiinah).

  8. Pemimping yang memilih Pejabat bukan dilihat dari Kekayaannya
    Suatu hari Nafi’ bin Abdul Harits bertemu dengan Amirul Mukminin Umar bin Al Khattab radiyallahu ‘anhu di daerah ‘Usfan. Saat itu Umar tengah mempercayakan kepemimpinan Mekah kepada Nafi’.

    Umar bertanya,
    “Siapa yang engkau tunjuk menjadi pemimpin daerah lembah?”

    Nafi’ menjawab,
    “Ibnu Abza”

    Umar bertanya,
    “Siapa Ibnu Abza?”

    Nafi’ menjawab,
    “Seorang bekas budak dari budak-budak kami yang telah dimerdekakan”

    Umar bertanya kembali,
    “Engkau telah memberikan kepercayaan tersebut kepada seorang bekas budak?“

    Nafi’ mengatakan,
    “Sesungguhnya dia adalah seorang Ahlul-Qur’an (yang hafal, paham, dan mengamalkannya) dan pakar ilmu Syari’at Islam”

    Umar berkata,
    “Sungguh Nabi kalian shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian manusia dengan Al-Qur`an dan merendahkan sebagian yang lain karena sebab sikap yang salah terhadap Al-Qur`an” (Shahih Muslim: 817) .

  9. Pemimpin yang Memperhatikan status kehalalan makanan yang dikonsumsi masyarakatnya
    Umar radhiyallahu ‘anhu suatu saat pernah menulis kepada para pasukannya yang berada di Azerbaijan surat sebagai berikut :

    “Telah sampai kepadaku bahwa kalian tinggal di daerah yang tercampur makanannya dengan bangkai dan demikian juga pakaiannya, maka janganlah kalian memakan kecuali hewan sembelihan (yang halal) dan janganlah kalian memakai pakaian kecuali dari (kulit) hewan yang disembelih (secara Syar’i)” (Riwayat Shahih,diriwayatkan oleh Ibnu Sa’din di Ath-Thabaqat).
Demikianlah sebagian hikmah yang dapat kami susun dari lebih banyak hikmah lainnya yang belum terangkai. Silakan menelusuri kembali dari berbagai kitab rujukan.

Semoga dengan meneladani hikmah dan kepemimpinan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu , diharapkan akan muncul kembali pribadi muslim serta pemimpin-pemimpin mulia yang mampu membawa perubahan menuju kemaslahatan umat dan kemuliaan Islam di era digital ini.

Baca juga: 5 Hikmah Penting dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam

Konten edukasi ini dipersembahkan oleh SHAFIQ sebagai ‘mini bursa’ atau platform investasi syariah digital yang berkomitmen memberikan edukasi keuangan dan bisnis serta investasi syariah kepada masyarakat Indonesia.

Ingin mendapatkan permodalan bisnis atau menjadi pemodal? Pastikan untuk daftar dan lengkapi datanya sebelum investasi melalui Securities CrowdFunding Syariah.
_______________
Wajib diperhatikan!!
  • Investasi pada efek (saham/sukuk) mengandung risiko tinggi. Pastikan memahami skema bisnisnya melalui prospektus yang disampaikan!
  • Tujuan konten ini untuk edukasi dan literasi dan bukan rekomendasi untuk beli/jual produk investasi tertentu.
References:
Share
slider-mobile