Berita & Artikel
Kenalkan Ekonomi Syariah Sejak Kecil! Begini Cara Mulainya
SHAFIQ Administrator
Rabu,
03-09-25
Edukasi ekonomi syariah | 2 Men read
“Ma, Minta mainan ini…. (hiks hiks hiks)”
Pernah nggak sih kamu lihat anak kecil merengek minta mainan baru atau jajan terus tiap kali diajak ke minimarket? Wajar banget, karena anak-anak memang baru belajar mengenal dunia, termasuk soal uang.
Nah, justru di momen-momen inilah kita bisa mulai mengenalkan konsep ekonomi syariah dengan cara sederhana. Bukan hanya soal menabung, tapi juga bagaimana mereka bisa belajar bijak, adil, dan penuh empati sejak dini.
Sebelum masuk ke detail, bayangkan ekonomi syariah itu bukan sesuatu yang “berat” atau melulu soal menabung dan investasi.
Berikut penjelasannya!
Apa yang Perlu Dikenalkan?
Ekonomi syariah bukan hanya teori rumit atau soal menabung dan investasi. Pada anak-anak, konsep ini bisa dimulai dari hal kecil sehari-hari, seperti cara jajan, belajar berbagi, hingga mengendalikan keinginan. Semua itu bisa menjadi pintu masuk mengenalkan prinsip keuangan sesuai syariat.
Siapa yang Berperan?
Orang tua memegang peranan penting sebagai pendidik pertama. Anak-anak sebagai penerima pembelajaran bisa diarahkan untuk memahami bahwa uang adalah amanah. Dalam Islam, harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga ada hak orang lain yang wajib ditunaikan.
Kapan Waktu yang Tepat?
Momen terbaik mengenalkan ekonomi syariah adalah sejak dini, khususnya saat anak mulai mengenal uang dan terbiasa meminta jajan atau mainan. Dengan begitu, mereka terbiasa belajar bijak mengelola keinginan sebelum dewasa.
Di Mana Bisa Diterapkan?
Penerapan bisa dilakukan di mana saja: di rumah saat memberi uang jajan, di minimarket ketika anak ingin membeli sesuatu, di sekolah dengan kegiatan kotak amal, hingga di masjid saat ada kesempatan berinfak. Semua lingkungan sehari-hari bisa menjadi media belajar.
Mengapa Harus Dikenalkan?
Anak yang sejak dini terbiasa dengan nilai syariah akan tumbuh dengan mindset finansial yang sehat. Mereka belajar untuk tidak boros, adil, peduli pada sesama, serta memiliki empati yang tinggi.
Hal ini juga sesuai dengan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengingatkan agar memanfaatkan harta, waktu, dan usia dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga:
Bagaimana Cara Praktisnya?
Kepada anak-anak, hal kecil sehari-hari seperti jajan, berbagi, sampai menahan keinginan belanja sudah bisa jadi pintu masuk yang tepat.
- Mengenalkan Konsep Belanja Sesuai Syariat
Anak-anak bisa diajak belajar bahwa setiap pembelian harus sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Misalnya, saat beli makanan, pastikan halal dan bermanfaat. Dari sini mereka paham kalau belanja bukan cuma soal punya uang, tapi juga ada tanggung jawab.
- Belajar untuk Berinfak dan Berbagi
Coba sisihkan sedikit uang jajan mereka untuk kotak amal di sekolah atau masjid. Aktivitas kecil ini menanamkan kebiasaan berbagi dan menumbuhkan rasa peduli terhadap orang lain.
- Mengajari Anak untuk Tidak Boros atau Mubazir
Pernah lihat anak beli cemilan banyak tapi nggak dihabiskan? Nah, di sini kita bisa kasih pengertian bahwa mubazir itu nggak baik, bahkan dalam Islam jelas dilarang. Dengan begitu mereka belajar mengendalikan diri.
- Mengenalkan Apa Itu ZISWAF
Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf mungkin terdengar “berat” buat anak-anak. Tapi kita bisa menjelaskannya dengan bahasa sederhana: zakat itu berbagi kewajiban, infak/sedekah itu berbagi sukarela, dan wakaf itu menolong dalam jangka panjang. Dengan contoh nyata, anak lebih mudah memahami.
Baca Juga:
Jagalah Saat Kayamu sebelum Miskinmu!
Mengenalkan ekonomi syariah sejak dini bukanlah hal sulit. Dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak akan terbiasa mengelola uang secara bijak, penuh empati, dan sesuai tuntunan Islam.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda,
Jagalah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: (1) Mudamu sebelum datang masa tuamu, (2) sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (3) waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (4) kayamu sebelum miskinmu, (5) hidupmu sebelum matimu.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya)
Dalam Islam, harta itu bukan hanya untuk kita nikmati sendiri. Jangan sampai bikin sombong atau lalai, tapi gunakan dengan bijak dan ingat ada hak orang lain di dalamnya.
Berbagi pada yang membutuhkan adalah cara terbaik bersyukur atas rezeki dari Allah.
👉 Ikuti terus artikel di shafiq.id untuk panduan lebih lanjut tentang keuangan dan investasi syariah.
SHAFIQ Penyelenggara layanan urun dana syariah (SCF Syariah) pertama yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)
SHAFIQ hadir untuk bantu kamu Investasi di Bisnis UKM Riil yang legal dan tanpa pelanggaran syariah. Urun dana bisa bantu bisnis berkembang—dan kamu juga berpeluang Raih Pendanaan hingga Rp10 Miliar! Caranya segera Daftar ya!
_______________
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk tujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.