Investor di Usaha Riil | 3 Min read
"Pernah terpikir punya penghasilan tambahan dari sebuah usaha, tapi tidak punya waktu untuk mengelolanya?"
Atau mungkin SHAFIQers pernah melihat teman membuka bisnis sampingan dan hasilnya cukup menjanjikan. Di sisi lain, kesibukan pekerjaan, keluarga, dan aktivitas harian membuat kita sulit terjun langsung menjadi pelaku usaha.
In this Economy mencari side hustle menjadi saran yang paling sering disampaikan para praktisi keuangan. Wajar saja, karena mengandalkan satu sumber pendapatan terkadang terasa semakin berat, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan keluarga.
Namun kenyataannya, membangun usaha sampingan tidak semudah melihat success story di media sosial. Di balik cerita sukses tersebut ada proses panjang, tantangan, bahkan kegagalan yang jarang terlihat di layar.
Baca Juga:
Lalu, adakah cara untuk ikut memiliki bisnis tanpa harus mengelolanya setiap hari?
Ketika ingin mendapatkan penghasilan tambahan, sebagian orang memilih membuka usaha sendiri. Namun ada juga pilihan lain yang semakin dikenal masyarakat, yaitu menjadi investor atau pemodal.
Sebagai investor, kita dapat ikut mendukung perkembangan sebuah usaha tanpa harus terlibat dalam operasional harian. Pengelolaan bisnis dilakukan oleh pihak yang menjalankan usaha, sementara investor berperan sebagai penyedia modal sesuai akad dan ketentuan yang berlaku.
Sayangnya, masih banyak yang menganggap bahwa menjadi investor hanya untuk orang-orang yang memiliki dana ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Padahal saat ini, investasi sudah jauh lebih terjangkau. Bahkan pekerja dengan gaji UMR pun dapat mulai belajar menjadi investor secara bertahap sesuai kemampuan dan profil risikonya.
Menjadi investor bukan berarti soal menaruh uang lalu menunggu hasil. Tetap dibutuhkan pengetahuan dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai berinvestasi:
Baca Juga: Apa penyebab harga saham naik dan turun?
Jika selama ini SHAFIQers berpikir bahwa menjadi investor hanya untuk orang kaya, mungkin saatnya melihat peluang dari sudut pandang yang berbeda.
Saat ini melalui SHAFIQ masih tersedia beberapa penawaran usaha riil yang dapat didanai, baik melalui instrumen sukuk maupun saham yang diperdagangkan di Pasar sekunder pada periode 17–30 Juni 2026.
Membangun masa depan finansial tidak selalu harus dengan mengelola bisnis sendiri. Terkadang, langkah pertama bisa dimulai dengan menjadi investor yang cerdas, memahami risiko, dan memilih usaha yang sesuai dengan nilai serta tujuan keuangan yang dimiliki.
SHAFIQ merupakan penyelenggara layanan urun dana (Securities Crowdfunding Syariah) yang mempertemukan investor dengan para pengusaha di sektor riil.
Melalui platform SHAFIQ, masyarakat dapat menemukan berbagai peluang investasi berbasis sukuk syariah maupun saham, sehingga memiliki kesempatan untuk mendukung pertumbuhan usaha sekaligus berpotensi memperoleh imbal hasil sesuai mekanisme yang berlaku.
Tentu saja, setiap investasi memiliki risiko. Karena itu, penting untuk mempelajari prospektus, memahami bisnis yang ditawarkan, dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan masing-masing.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.