Berita & Artikel
10 Indikator Bisnis yang Layak Didanai
SHAFIQ Administrator
Senin, 29-06-26

Indikator Bisnis | 3 Min read


"Kalau ada dua bisnis yang sama-sama butuh modal, kira-kira investor akan memilih yang mana?"

Jawabannya sederhana: investor tidak hanya melihat siapa yang membutuhkan modal, tetapi siapa yang paling siap mengelolanya.

Banyak pelaku usaha berpikir bahwa selama produknya bagus, maka investor pasti datang. Padahal dalam praktiknya, investor akan melakukan berbagai penilaian sebelum memutuskan untuk menanamkan modal.

Mengutip berbagai pembahasan dari Investopedia, terdapat sejumlah indikator yang sering digunakan investor maupun lembaga pendanaan untuk menilai apakah sebuah bisnis layak memperoleh pendanaan.

Baca Juga:

Lalu, apa saja indikator tersebut?

Memiliki Pertumbuhan Pendapatan yang Konsisten

Hal pertama yang biasanya dilihat investor adalah pertumbuhan pendapatan (revenue growth).

Bisnis yang terus mengalami peningkatan penjualan menunjukkan bahwa produk atau jasanya memiliki pasar yang terus berkembang.

Pertumbuhan pendapatan juga menjadi sinyal bahwa perusahaan memiliki peluang untuk berkembang lebih besar apabila mendapatkan tambahan modal.

Margin Keuntungan yang Sehat

Pendapatan besar belum tentu berarti bisnis tersebut sehat. Investor juga melihat kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan melalui beberapa indikator seperti:

  1. Gross Margin
  2. Operating Margin
  3. Net Margin
  4. Return on Equity (ROE)

Margin yang terus membaik menunjukkan perusahaan mampu mengelola biaya operasional secara efisien.

Return Lebih Tinggi daripada Biaya Modal

Bisnis yang baik bukan hanya menghasilkan keuntungan. Keuntungan tersebut juga harus lebih besar dibandingkan biaya modal yang digunakan untuk menjalankan usaha.

Dengan kata lain, tambahan modal benar-benar mampu menciptakan nilai tambah, bukan sekadar memperbesar omzet.

Arus Kas yang Positif

Laba di atas kertas belum tentu berarti perusahaan memiliki kondisi keuangan yang sehat. Investor juga memperhatikan:

  1. Arus kas operasional,
  2. Kemampuan menghasilkan kas,
  3. Serta kecukupan modal kerja.

Perusahaan dengan arus kas yang positif dinilai lebih mampu bertahan menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

Baca Juga: 3 Tahap Pengajuan Pendanaan Bisnis

Neraca Keuangan yang Sehat

Investor biasanya akan melihat kondisi keuangan perusahaan melalui laporan keuangan. Beberapa indikator yang diperhatikan antara lain:

  1. Aset yang memadai,
  2. Utang yang terkendali,
  3. Modal yang cukup,
  4. Serta likuiditas perusahaan.

Semakin sehat kondisi neraca perusahaan, semakin kecil risiko pendanaan.

Memiliki Keunggulan Kompetitif

Mengapa konsumen harus memilih produk perusahaan tersebut dibandingkan kompetitor?

Pertanyaan ini menjadi bagian penting dalam proses analisis investor. Keunggulan kompetitif dapat berupa:

  1. Produk yang unik,
  2. Teknologi,
  3. Merek yang kuat,
  4. Jaringan distribusi,
  5. Pelayanan,
  6. atau Loyalitas pelanggan.

Semakin sulit ditiru pesaing, semakin menarik sebuah bisnis.

Tim Manajemen yang Berpengalaman

Ide bisnis yang bagus belum tentu berhasil jika dijalankan oleh tim yang kurang tepat. Karena itu investor juga melihat kualitas manajemen, pengalaman pendiri, kemampuan mengambil keputusan, hingga rekam jejak perusahaan.

Investor tidak hanya berinvestasi pada bisnis, tetapi juga kepada orang-orang yang menjalankannya.

Memiliki Potensi Bertumbuh

Investor tentu berharap bisnis yang didanai masih memiliki ruang untuk berkembang. Misalnya:

  1. Membuka cabang baru,
  2. Memperluas pasar,
  3. Meningkatkan kapasitas produksi,
  4. atau Menciptakan produk baru.

Semakin besar peluang pertumbuhannya, semakin menarik bagi investor.

Risiko Bisnis Dapat Dikelola

Setiap bisnis pasti memiliki risiko. Namun yang dicari investor bukan bisnis tanpa risiko, melainkan bisnis yang mampu mengelola risiko dengan baik.

Mulai dari risiko operasional, persaingan, perubahan regulasi, hingga kondisi ekonomi.

Manajemen risiko yang baik menunjukkan perusahaan memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.

Memiliki Dokumen dan Laporan yang Transparan

Investor membutuhkan informasi yang lengkap sebelum mengambil keputusan. Mulai dari:

  1. Laporan keuangan,
  2. Legalitas usaha,
  3. Struktur kepemilikan,
  4. Hingga rencana penggunaan dana.

Semakin transparan sebuah perusahaan, semakin tinggi tingkat kepercayaan investor.

Baca Juga:

Bagaimana Kriteria Bisnis yang Layak Didanai di SHAFIQ?

Selain berbagai indikator bisnis di atas, SHAFIQ sebagai Penyelenggara Securities Crowdfunding Syariah juga memiliki sejumlah persyaratan tambahan agar bisnis yang ditawarkan kepada investor tetap sesuai dengan prinsip syariah.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Menjalankan Usaha yang Sesuai Prinsip Syariah
    Jenis usaha, produk, jasa, akad, serta tata kelola perusahaan tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

    Artinya, perusahaan tidak boleh bergerak pada bidang usaha yang diharamkan maupun menggunakan mekanisme transaksi yang bertentangan dengan syariah.

  2. Tidak Memiliki Pinjaman Berbasis Bunga dari Lembaga Keuangan Konvensional
    Salah satu syarat penting di SHAFIQ adalah perusahaan tidak memiliki pinjaman atau pendanaan dari lembaga keuangan konvensional, maupun lembaga lain yang menggunakan sistem bunga (riba).

    Hal ini dilakukan agar struktur pendanaan perusahaan tetap sesuai dengan prinsip syariah.

  3. Memiliki Pengalaman Menjalankan Usaha
    Pengalaman menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesiapan sebuah bisnis.

    Di SHAFIQ, persyaratan pengalaman usaha meliputi: minimal 2 tahun untuk perusahaan yang menerbitkan Saham Syariah, dan minimal 1 tahun untuk perusahaan yang menerbitkan Sukuk Syariah.

    Pengalaman operasional tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

Pendanaan Bukan Sekadar Memberikan Modal

Banyak orang mengira pendanaan hanya soal memberikan uang kepada perusahaan.

Padahal bagi investor, proses tersebut adalah bentuk kepercayaan. Karena itu, setiap perusahaan perlu menunjukkan bahwa bisnisnya memiliki fundamental yang sehat, prospek pertumbuhan yang baik, tata kelola yang profesional, serta dijalankan sesuai prinsip syariah.

Di SHAFIQ, proses seleksi dilakukan agar perusahaan yang memperoleh pendanaan tidak hanya memiliki peluang bertumbuh, tetapi juga memenuhi standar kepatuhan syariah dan transparansi yang dibutuhkan oleh para investor.

Dengan memahami berbagai indikator di atas, baik pelaku usaha maupun calon investor dapat mengambil keputusan yang lebih bijak, terukur, dan sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang.

_______________

SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:

Share
slider-mobile