Berita & Artikel
Sedekah Membawa Keberkahan Harta
SHAFIQ Administrator
Minggu, 19-04-26

Sedekah dan Keberkahan Harta | 3 Min read

Banyak yang masih merasa berat saat harus mengeluarkan sebagian hartanya untuk bersedekah. Padahal, dalam Islam, sedekah bukan hanya memberi, tetapi menjadi salah satu tanda kuatnya keimanan seseorang.

Di tengah gaya hidup modern yang sering mendorong konsumsi berlebihan, sedekah menjadi pengingat bahwa harta tidak untuk dinikmati sendiri, juga ada hak orang lain di dalamnya.

Bagi SHAFIQers, memahami makna sedekah akan bermanfaat dalam pengelolaan keuangan yang sehat, penuh keberkahan, dan bernilai jangka panjang.

Baca Juga:

Sedekah Bukti Keimanan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut bahwa sedekah itu adalah bukti keimanan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Qur’an bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntunmu” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan penamaan sedekah karena satu akar kata dengan kata “ash-Shidqu” (huruf ص, د, ق) yaitu jujur. Sehingga sedekah mampu menunjukkan kejujuran iman seseorang dan ini adalah bukti.

Beliau rahimahullah berkata, “Sedekah adalah dalil atas kebenaran keimanan seseorang. Itulah mengapa dinamakan sedekah karena menunjukkan jujurnya keimanan seseorang dan bukti kuatnya keyakinannya” (Syarah Muslim, 3: 86).

Sedekah dan Fitnah Harta

Ketika kita memiliki harta dengan cara susah payah maka akan timbul kecintaan kepadanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut harta akan menjadi fitnah terbesar bagi umatnya.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (ujian), dan fitnah umatku adalah harta” (HR. Bukhari).

Menjadikan manusia memiliki sifat tidak mau dipisahkan dengan hartanya yang didapatkannya. Dengan adanya iman maka timbul sifat rela melepaskan sebagian hartanya untuk bersedekah.

Kikir Tidak Akan Bercampur dengan Keimanan

Kebalikan dari sedekah sebagai bukti keimanan maka sifat kikir sebagai sifat yang tidak akan bercampur dengan keimanan pada diri seseorang. Karena dua hal ini tidak akan menyatu dalam keimanan seorang mukmin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan pernah berkumpul antara kekikiran dan iman di hati seorang hamba selama-lamanya” (HR. Ahmad. Lihat Shahih al-Jaami’ Ash-Shaghir no. 7616).

Balasan Bagi Orang yang Bersedekah

Berdasarkan keimanannya seorang mukmin meyakini bahwa sedekah yang diberikan akan mendapatkan balasan yang lebih baik.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

  1. Balasan Berlipat Ganda
    Seorang mukmin yang bersedekah juga meyakini bahwa apa yang disedekahkan akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda oleh Allah Ta’ala.

    Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Baqarah: 261).

  2. Harta Tidak akan Berkurang
    Seorang muslim yang bersedekah juga yakini bahwa hartanya tidak akan berkurang dengan sedekah.

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR Tirmidzi. Lihat Shahih Sunan Ibni Majah).

  3. Harta akan Semakin Berkah
    Syaikh Muhammad Al-Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan tentang harta yang disedekahkan semakin bertambah berkahnya.

    Beliau rahimahullah berkata, “Harta yang disedekahkan akan diberkahi (diberikan kebaikan yang banyak)” (Tuhfatul Ahwadzi, 6: 212).

    Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa sedekah akan menambah harta kita (misalnya bisnis maupun usaha kita menjadi lebih lancar) dan Allah Ta’ala menggantikan harta tersebut dengan harta yang lebih baik.

    Beliau rahimahullah berkata, “Dengan sedekah, Allah akan menambahkan hartanya, Allah turunkan keberkahan dan Allah akan gantikan hartanya dengan kebaikan yang besar”.

Sedekah dan Kebiasaan Finansial yang Bijak

Bagi Gen Z dan milenial, sedekah menjadi sarana latihan finansial yang sangat penting: belajar melepaskan, belajar cukup, dan belajar tidak dikendalikan oleh gaya hidup konsumtif.

Sedekah menyadarkan kita dalam memandang harta: apakah sebagai tujuan hidup, atau titipan yang harus dikelola dengan amanah.

Saat seseorang terbiasa berbagi, ia juga lebih mudah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ini adalah fondasi penting dalam membangun keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Begitu pula dalam investasi, prinsip keberkahan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Tidak cukup hanya mencari keuntungan, tetapi juga memastikan harta bertumbuh melalui jalan yang halal dan bermanfaat.

Investasi di sektor riil berbasis syariah menjadi salah satu pilihan bijak karena tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan mendukung pelaku usaha nyata seperti UMKM.

Melalui platform seperti Shafiq.id, masyarakat dapat mulai berinvestasi secara syariah dengan lebih aman, transparan, dan bernilai keberkahan.

Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI.

Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:
Share
slider-mobile