Berita & Artikel
Bahaya Social Engineering dan Cara Mengatasinya
SHAFIQ Administrator
Minggu,
05-04-26
Cara mencegah social engineering | 3 Min read
Rekening Bisa Jebol karena Soceng?
Ini Modus Terbaru dan Cara Menghindarinya
Kasus pembobolan rekening nasabah kembali ramai dibahas. Modusnya makin canggih, dan kerugian yang ditimbulkan tidak main-main—bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut laporan dari Otoritas Jasa Keuangan, kejahatan ini banyak terjadi melalui metode social engineering (soceng). Pelaku tidak meretas sistem, tapi “meretas” psikologis korban.
Jadi, apa sebenarnya soceng dan kenapa bisa berbahaya?
Baca Juga:
Apa Itu Social Engineering?
Social Engineering adalah teknik manipulasi yang digunakan pelaku untuk mendapatkan akses atau informasi penting dari korban.
Biasanya, pelaku akan memancing emosi—baik itu panik, takut, atau bahkan senang—agar korban tanpa sadar memberikan data pribadi.
Metodenya bisa lewat telepon, email, hingga media sosial. Sekilas terlihat meyakinkan, padahal itu jebakan.
3 Bahaya Soceng! Bukan Hanya Penipuan Biasa
Soceng bisa berdampak serius karena menyasar data paling sensitif. Jika berhasil, pelaku bisa:
- Menguras saldo rekening
- Mengambil alih akun perbankan
- Menyalahgunakan identitas untuk kejahatan lain
Yang bikin berbahaya, semua ini terjadi karena korban sendiri yang memberikan akses.
9 Data yang Sering Jadi Target
Beberapa data yang paling sering dicuri oleh pelaku antara lain:
- Username aplikasi
- Password
- PIN
- MPIN
- Kode OTP
- Nomor Kartu ATM/KArtu kredit/Kartu debit
- Nomor CVV/CVC Kartu Kredit/ Debit
- Nama ibu kandung
- Informasi pribadi lainnya
Satu saja bocor, bisa jadi pintu masuk ke seluruh akun kamu.
4 Modus Soceng yang Lagi Marak
Pelaku terus mengembangkan cara agar terlihat meyakinkan. Berikut beberapa modus yang sering terjadi:
- Pegawai Bank
Penipu berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.
- Tawaran menjadi Nasabah Prioritas
Penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password.
- Akun konsumen palsu
Akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya.
- Tawaran menjadi Agen Laku Pandai
Penipu menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.
10 Cara Menghindari Ancaman Social Engineering
Agar tidak jadi korban, kamu perlu lebih waspada. Berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Jika ada oknum yang mengaku pegawai bank atau lembaga jasa keuangan menghubungi meminta data pribadimu, maka langkah pertama adalah JANGAN DIBERIKAN.
- Gunakan aplikasi dan SEGERA menghubungi layanan resmi bank atau lembaga jasa keuangan tersebut.
- Petugas Bank TIDAK AKAN MEMINTA atau menanyakan Password, PIN, MPIN,OTP, atau data pribadi Anda.
- Cek keaslian telepon, Akun media Sosial, Email, dan Website.
Dalam sebuah aktivitas online ada hal-hal utama yang musti dilakukan agar terhindar dari kejahatan Social Engineering. Perhatikan perilaku dalam bermedia sosial berikut ini:
- Jangan memposting data pribadimu di media sosial
- Aktifkan two-factor Authentication
- Waspada penipu yang mengaku petugas bank/ instansi menanyakan data pribadimu
- Cek keaslian telepon, akun media sosial, email dan website bank
- Aktifkan notifikasi transaksi rekening dan cek history rekening secara berkala
- Jaga kerahasiaan data pribadi
Berikut data pribadi SHAFIQers yang wajib dijaga kerahasiaannya:
- Username dan password Aplikasi
- Username dan password Email
- PIN
- MPIN
- Kode OTP
- Nomor Kartu ATM/Kartu Kredit/Kartu Debit
- Nomor CVV/CVC Kartu Kredit/ Debit
- Nama ibu kandung
- Informasi pribadi lainnya
Literasi Keuangan = Perlindungan Diri
Di era digital, ancaman tidak selalu datang dari sistem, tapi dari kelengahan pengguna.
Makanya, literasi keuangan dan digital jadi “tameng utama”. Semakin paham cara kerja kejahatan ini, semakin kecil peluang kita jadi korban.
Apalagi bagi Gen Z dan milenial yang aktif di dunia digital, kewaspadaan ini bukan lagi pilihan—tapi kebutuhan.
PENTING! Securities Crowdfunding yang Mudah dan Aman
SHAFIQ adalah startup fintech syariah yang mempunyai satu misi utama : menjadi “mini bursa efek Indonesia” yang mempertemukan pihak yang ingin berinvestasi (Pemodal) secara urunan dengan pihak yang membutuhkan permodalan untuk usaha (Penerbit).
SHAFIQers mesti hati-hati jika ada yang mengatasnamakan SHAFIQ untuk melakukan hal yang merugikan teman-teman semua. Lakukan konfirmasi melalui akun resmi SHAFIQ.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI.
Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
- Berinvestasi pada bisnis sektor riil
- Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
- Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
- Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Sumber: Diolah dari Liputan6.com dan edukasi keamanan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).