Berita & Artikel
3 Hal yang Boleh dan Tidak Boleh dalam Berinvestasi
SHAFIQ Administrator
Sabtu, 03-10-26

Boleh dan Tidak Boleh dalam Investasi | 3 Min read

“Yang penting cuan. Kenapa investasi harus ribet dengan banyak aturan?”

Pemikiran seperti ini mungkin masih sering kita temui. Padahal, investasi bukan hanya seberapa besar keuntungan yang bisa diperoleh, tetapi juga bagaimana investasi dilakukan, dari mana keuntungan berasal, dan risiko apa yang menyertainya.

Bagi investor Muslim, aspek syariah juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga:

3 Hal yang Boleh Dilakukan dalam Investasi

Ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan investor agar keputusan investasi lebih terukur dan sesuai dengan kondisi keuangan.

  1. Mulai Berinvestasi Saat Sudah Siap
    Memulai investasi lebih awal dapat memberikan waktu yang lebih panjang untuk mencapai tujuan keuangan. Namun, investasi sebaiknya dilakukan setelah kondisi finansial cukup siap dan tujuan investasinya jelas.

    Gunakan uang dingin, bukan dana untuk kebutuhan sehari-hari atau kewajiban yang harus segera dibayarkan.

  2. Teliti Sebelum Berinvestasi
    Jangan mudah tergoda oleh angka imbal hasil.

    Pelajari terlebih dahulu model bisnis, instrumen investasi, potensi keuntungan, risiko, penggunaan dana, tenor, serta legalitas penyelenggara.

    Untuk investasi syariah, pastikan pula mekanisme dan akad yang digunakan sesuai dengan prinsip syariah.

  3. Evaluasi Investasi Secara Berkala
    Investasi bukan aktivitas yang selesai setelah dana ditempatkan.

    Lakukan evaluasi secara berkala untuk melihat apakah investasi masih sesuai dengan tujuan keuangan dan kondisi finansial. Perubahan kondisi usaha, risiko, maupun tujuan keuangan dapat menjadi alasan untuk melakukan evaluasi kembali.

Baca Juga:

3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

Selain mengetahui apa yang perlu dilakukan, investor juga perlu memahami beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari. 

  1. Jangan Berinvestasi dengan Utang
    Menggunakan dana pinjaman untuk mengejar keuntungan investasi dapat meningkatkan risiko keuangan. Tidak ada jaminan bahwa investasi akan menghasilkan keuntungan sesuai harapan, sementara kewajiban pembayaran tetap berjalan.

    Karena itu, lebih bijak menggunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi.

    Dalam perspektif syariah, jangan pula memilih pembiayaan berbasis riba hanya untuk mendapatkan modal investasi.

  2. Jangan Terjebak FOMO
    Melihat orang lain mendapatkan keuntungan dari sebuah investasi dapat menimbulkan Fear of Missing Out (FOMO).

    Jangan mengambil keputusan hanya karena takut kehilangan kesempatan. Pelajari terlebih dahulu investasi tersebut disesuaikan dengan tujuan serta profil risiko. Investasi orang lain belum tentu cocok dengan kondisi keuangan kita.

  3. Jangan Percaya Skema Cepat Kaya
    Tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat memang menggiurkan. Namun, semakin tidak masuk akal sebuah janji keuntungan, semakin penting untuk mempertanyakan sumber keuntungan dan risikonya.

    Hindari investasi yang tidak transparan, menjanjikan keuntungan tidak realistis, atau mendorong calon investor untuk segera menyetor dana tanpa memberikan informasi yang memadai.

Investasi Tidak Hanya Mengejar Cuan

Investasi membutuhkan ilmu, disiplin, dan kehati-hatian. Bagi investor Muslim, pertimbangannya bukan hanya “berapa besar keuntungannya?”, tetapi juga “apakah caranya halal?”

Dengan memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, investor dapat mengambil keputusan secara lebih rasional dan terhindar dari keputusan yang didorong oleh utang, FOMO, maupun keinginan cepat kaya.

Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:
  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.
Share
slider-mobile