Berita & Artikel
3 Hal yang Boleh dan Tidak Boleh dalam Berinvestasi
SHAFIQ Administrator
Sabtu,
12-08-23
Investasi yang boleh dan tidak | 2 min read
Apa kabar SHAFIQers?
Apa sih!
Ini tidak boleh… ini dilarang… ribet banget.
Investasi yang penting cuan alias dapat untung!
Nggak usah dipersulit, bikin pusing aja.
Masih ada yang punya 'pemikiran' seperti itu ya… pemikiran!
Kita bahas yuk apa saja yang boleh dan tidak boleh dalam berinvestasi agar 'pemikiran' di atas terkikis perlahan.
Investasi adalah langkah penting dalam meraih kesejahteraan finansial dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Namun, seperti halnya segala sesuatu dalam kehidupan, berinvestasi juga memerlukan kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup.
Berikut adalah beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam berinvestasi:
Apa Saja yang Boleh?
Berikut adalah beberapa hal yang boleh dilakukan dalam berinvestasi:
- Segera Berinvestasi Jika Sudah Siap
Memulai investasi sesegera mungkin adalah keputusan yang bijaksana. Semakin cepat mulai berinvestasi, semakin lama waktu yang dimiliki untuk pertumbuhan investasi. Namun, pastikan sudah siap secara finansial dan telah menetapkan tujuan investasi dengan jelas.
- Teliti Dulu Sebelum Berinvestasi
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, lakukan riset menyeluruh tentang produk investasi yang akan dipilih. Pahami risiko, potensi keuntungan, dan lakukan perbandingan antara berbagai pilihan investasi. Konsultasikan dengan ahli keuangan jika perlu untuk memahami lebih dalam tentang investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
- Cek Secara Rutin Investasimu
Lakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja investasi. Pantau perubahan di pasar dan pastikan investasi tersebut masih sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang. Jika ada perubahan dalam situasi keuangan atau perubahan besar dalam tujuan hidup, pertimbangkan untuk menyesuaikan portofolio investasi.
Apa Saja yang Tidak Boleh?
Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam berinvestasi:
- Jangan Hutang untuk Investasi
Menggunakan uang pinjaman atau hutang untuk berinvestasi dapat menjadi langkah berisiko tinggi. Hutang memiliki tenggat waktu dalam hal pembayaran, dan tidak ada jaminan bahwa investasi akan memberikan keuntungan yang cukup untuk menutupi biaya hutang tersebut. Sebaiknya, gunakan uang dingin yang memang sudah disiapkan untuk investasi.
- Jangan FOMO (Fear of Missing Out)
Emosi FOMO dapat mempengaruhi keputusan investasi. Jangan terburu-buru atau terdorong untuk berinvestasi hanya karena melihat orang lain mendapatkan keuntungan cepat. Pelajari dengan cermat sebelum berinvestasi dan tetap berpegang pada rencana investasi yang telah tentukan.
- Jangan Ikutan Skema 'Cepat Kaya'
Hindari investasi yang menjanjikan keuntungan besar dengan risiko yang tidak masuk akal. Skema 'cepat kaya' seringkali hanya merupakan taktik pemasaran yang menyesatkan dan dapat menyebabkan Kamu kehilangan seluruh investasi. Pilihlah investasi yang realistis dan sesuai dengan profil risiko.
Ingatlah bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang. Penting untuk tetap konsisten, disiplin, dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Dengan mematuhi aturan-aturan dasar tersebut, Anda dapat membangun portofolio investasi yang kokoh dan meraih tujuan keuangan Anda dengan lebih mantap.
Baca juga:
______________________
SHAFIQ adalah Securities Crowdfunding Syariah atau penyelenggara layanan urun dana yang berizin OJK serta diawasi DSN-MUI. Miliki kesempatan mendapatkan pendanaan bisnis tanpa melanggar syariah hingga 10 miliar.
SHAFIQ menjadi ‘mini bursa’ yang mempertemukan para pengusaha UMKM atau Startup dengan para pemodal. Melalui Investasi syariah berbasis teknologi digital yang memiliki instrumen sukuk serta saham syariah.